
keuskupanatambua.org, —Kamis, 27 April 2023, bertempat di Gereja Paroki Santo Yohanes Maria Vianey Maubesi, berlangsung Training Of Trainer (TOT) bagi para pendamping Katekese Persiapan Perkawinan Katolik. “Diharapkan para pemateri KPP siap sehingga setiap waktu di luar dua gelombang KPP itu dan ada pasangan yang siap untuk menikah, dapat dilayani pada waktunya”, demikian harapan Pastor Paroki Maubesi, Rm. Theodorus Taus, Pr dalam arahan pembukaan kegiatan.

Lebih lanjut, Mantan Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Wini itu mengatakan, banyak kali kita tidak melayani mereka yang telah siap untuk menikah, dengan alasan kursus sudah selesai. Lain kali kita juga merekomendasikan ke paroki atau lembaga, pada hal sebenarnya kita bisa siap untuk melayani perminataan umat kita sehingga tidak menambah jumlah keluarga kumpul kebo karena kelalaian kita sendiri.
Hal senada juga disampaikan oleh Pastor Pembantu, Rm. Kristo Oki, Pr. Menurut Moderator Komunitas CFM itu, “tim pemberi KPP itu penting”. Ia menambahkan bahwa selain pastor juga perlu pemateri itu dari keluarga-keluarga yang punya pengalaman hidup berkeluarga, karena memberi kursus persiapan perkawinan juga adalah memberi syering dan kesaksian hidup.
Pelatihan selama sehari penuh dan dipandu oleh Komisi Keluarga Keuskupan Atambua, dalam hal ini Ketua Komisi Keluarga, Sr. Fridolin Teme, SSpS dan Sekretaris Umum Puspas, Bapak Yosef M.L. Hello.

Dalam materinya Sr. Fridolin Teme SSpS mengatakan bahwa berkeluarga itu adalah panggilan Allah sendiri karena itu perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Sebab bila tidak, dapat menyebabkan berbagai kesulitan yang ujung-ujungnya akan menyebabkan perceraian atau dalam hukum Gereja disebut “Anulasi”. Suster yang pernah menjadi misionaris di Brasil selama 27 tahun itu mengajak para pendamping keluarga untuk memberi perhatian lebih terhadap pasangan-pasangan calon nikah supaya mereka juga merasakan bahwa berkeluarga artinya ikut berpartisipasi dalam karya penciptaan bersama Allah dan dipanggil sebagai Suami Istri untuk saling melengkapi, mengasih dan meneruskan keturunan, bukan masuk dalam neraka perkawinan!
Sementara itu, Bapak Yosef sebagai seorang bapak keluarga yang pada Juni 2023 ini akan memasuki usia perak perkawinan mengajak para pasutri pendamping supaya dalam memberikan KPP lebih banyak memberikan syering dan kesaksian hidup daripada pengajaran. “Kita sebagai pemateri KPP hendaknya dalam penyajian materi lebih banyak memberikan syering pengalaman dan kesaksian hidup, daripada mengajar”, pinta Koordinator CFC Keuskupan Atambua itu.
Pelatihan TOT ini diikuti oleh 8 Pasutri dan tiga orang Katekis atau Sekretaris Paroki Maubesi.***
Peliput/Pelapor : Sr. Fridolin Teme SSpS & Yosef Hello
Editor : Yansen Dasi
