Paus Fransiskus Pada Doa Ratu Surga: Berani dan Nyatakanlah Sukacita Paskah!

0
61
Berkat Paskah, Paus Fransiskus (sumber: kompas.com)

keuskupanatambua.org,  – Pada hari Senin dalam Oktaf Paskah, Paus Fransiskus mendorong kita untuk mencamkan kata-kata Tuhan Yang Bangkit yang menenangkan, “Jangan takut”, dan untuk berbagi sukacita Paskah sebagai saksi kebenaran yang membebaskan kita.

Paus Fransiskus berbicara kepada para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada pagi musim semi yang cerah sehari setelah Paskah menjelang pendarasan Doa Ratu Surga.

Paus merenungkan pembacaan Injil hari ini (Mat. 28:8-15), yang menceritakan ketika Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada para wanita yang pergi ke makam-Nya, mengatakan dua hal kepada mereka yang juga dapat kita ingat.

Jangan takut
Paus menjelaskan bahwa Tuhan Yang bangkit pertama-tama meyakinkan para wanita dengan mengatakan “Jangan takut.” Kata-kata yang menghibur itu, kata Paus, mengenali bagaimana ketakutan dapat melumpuhkan kita semua – baik kematian, penyakit, atau kesengsaraan hidup. Dan siapakah yang lebih baik daripada Yesus, yang dapat menaklukkan kematian yang dapat memberitahu kita dengan meyakinkan untuk tidak takut?, kata Paus, dengan mengatakan Tuhan “mengundang kita untuk keluar dari kubur ketakutan kita,” mengetahui sepenuhnya bagaimana ketakutan akan kematian selalu mengintai di pintu hati, tetapi juga memberi tahu kami bahwa Dia mengalami dan mengatasi kematian dan menyertai kita selamanya.

Pergi dan beri tahu orang lain
Yesus kemudian memberi tahu para wanita di kubur itu untuk “Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Paus Fransiskus berkata bahwa kita juga diundang untuk “pergi dan memberi tahu” Kabar Baik ini kepada orang lain – untuk melepaskan rasa takut yang dapat mengelilingi kita – dan pergi memberi tahu orang lain tentang sukacita yang luar biasa dari kebangkitan Tuhan dan harapan bagi kita semua.

Paus mengamati bahwa kita mungkin berpikir bahwa ini memerlukan keterampilan atau kemampuan khusus, tetapi sama seperti para wanita dalam kisah Injil, kita harus mendengar undangan Tuhan, melepaskan keraguan, dan maju serta mewartakan sukacita yang tidak dapat disimpan sendiri dan justru berlipat ganda saat membagikannya.

“Jika kita membuka diri dan membawa Injil, hati kita akan terbuka dan mengatasi rasa takut.”

 

Paus Fransiskus Paskah 2022 (sumber: kompas.com)

Kontra pewartaan yang menantang
Paus memperingatkan bahwa kepalsuan dapat ditemui dan menghadirkan hambatan untuk mewartakan dan membagikan Injil. Bapa suci mengingat bagaimana para prajurit dalam catatan Injil menerima uang untuk bersaksi palsu bahwa Tuhan tidak bangkit, tetapi bahwa tubuh-Nya dicuri dari kubur, membuat semacam “pemberitaan tandingan.”

Penyembunyian atau penentangan terhadap kebenaran ini menghadirkan tantangan yang juga dapat kita hadapi dan itu mengarah kembali ke kubur, sedangkan Yesus ingin kita keluar dari kubur kepalsuan kita. Terkadang pula pada hari ini kita mungkin tersandung oleh kebohongan yang terungkap tentang orang atau masyarakat, Paus Fransiskus mengamati, tetapi ia mengatakan bahwa kita harus melihat ke dalam diri kita juga dan menyebutkan kebohongan kita sendiri yang kita simpan dan membiarkan terang Yesus yang Bangkit untuk menghilangkan kegelapan ini di dalam hati kita.

Tuhan ingin kita menjadi “saksi yang transparan dan bercahaya untuk sukacita Injil”, dan “kebenaran yang akan memerdekakan kamu.”

Paus Fransiskus mengakhiri renungannya dengan meminta agar Bunda Yang Terberkati “membantu kita mengatasi ketakutan kita dan memberi kita semangat untuk menyampaikan kebenaran.” ***

Penulis  : Rm. Jefry Ndun, Pr (dari berbagai sumber)

Editor   : Yosef M.L. Hello

SHARE