Keuskupanatambua.org, Peduli penanganan bencana, Caritas Indonesia dalam jaringan kerja sama dengan Caritas Keuskupan Atambua, lakukan pelatihan peningkatan kapasitas tanggap darurat bagi relawan se-Dekenat Mena. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 09-11 September 2021, bertempat di Pusat Dekenat Mena, Keuskupan Atambua, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Para peserta, masing-masing berasal dari 10 Paroki yang ada di Dekenat Mena; Paroki Fatuoni, Paroki Ponu, Paroki Lurasik, Paroki Manumean, Paroki Manufui, Paroki Fatuhao, Paroki Manamas, Paroki Bakitolas, Paroki Wini, dan Paroki Mena. Terkait dengan kehadiran peserta, sampai saat ini, belum semuanya hadir. Namun dapat dipastikan bahwa semuanya bakal hadir.

Direktur Caritas Keuskupan Atambua, Rm. Maximus Sikone Pakaenoni, Pr, dalam kata pembukanya, mengatakan bahwa saat ini negara kita mengalami kesulitan karena bencana terjadi di mana-mana, entah bencana alam maupun bencana kemanusiaan.

Dan karena itu, lanjutnya lagi, sebagai Gereja, khususnya orang muda sebagai tulang punggung negara dan Gereja, keterlibatan dalam penanganan bencana merupakan panggilan luhur untuk mengabdi pada kemanusiaan. Dan keterlibatan itu, harus dengan bekal dan pemahaman yang memadai. Karena itu latihan ini memiliki tujuan ke arah sana.

Kegiatan pelatihan relawan ini dibuka dengan resmi oleh Deken Mena, Rm. Kanisius Oki, Pr. Dalam sambutan pembukanya, Deken Mena mengucapkan selamat datang kepada Caritas Indonesia, yang dalam jaringan kerja sama dengan Caritas Keuskupan Atambua, telah datang di Dekenat Mena untuk memberikan pelatihan peningkatan kapasitas tanggap darurat bagi para relawan se-Dekenat Mena.

“Sebagai Deken, Saya menyambut kedatangan Caritas Indonesia di Dekenat Mena ini, dengan senang hati. Kesempatan seluas-luasnya diberikan.” lanjut Romo Kanis.

Mantan Pastor Paroki Kristus Raja Seon ini menilai bahwa kehadiran Caritas untuk orang muda, sangat tepat sasar, sebagaimana orang muda adalah tulang punggung negara dan Gereja.

Lanjutnya lagi, Caritas adalah Lembaga Gereja yang menghadirkan Allah bagi mereka yang terdampak bencana, mereka yang susah dan menderita, entah karena bencana alam maupun bencana kemanusiaan. Semua itu berjalan dalam prinsip bahwa di mana ada kasih, di sana Allah ada, karena Allah adalah kasih. Dirinya berharap, semoga para relawan benar-benar serius mengikuti semua proses yang ada.

Sembari menegaskan pentingnya pelatihan seperti ini, Romo Deken juga mengungkapkan mental anak muda zaman kini, di mana lebih mementingkan pengambilan gambar dan atau video untuk publikasi daripada mengambil tindakan untuk menyelamatkan mereka yang terdampak bencana.



Kegiatan ini difasilitasi oleh Bang Rudy Raka, Staf Caritas Indonesia, yang berkedudukan di Jakarta, Direktur Caritas Keuskupan Atambua, Rm. Maximus Sikone Pakaenoni, Pr, Pak Siju Moreira, Manajer Caritas Keuskupan Atambua, Ibu Mitha, Ibu Lorry dan Ibu Eshy Seran.

Laporan/ Penulis : Romo Von Neno, Pr
Editor : Okto Klau

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here