Pater Vikjen berkotbah saat misa di Kapela frater Tor Lo’o Damian pada misa perutusan Panitia Ad Hoc Sinode Keuskupan Atambua (Foto : Romo Ino Nahak, Pr)
Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Atambua, Pater Vincentius Wun, SVD ketika memimpin misa di Kapela para frater TOR Lo’o Damian, Rabu, (3/11/2021) berpesan agar sebagai murid Tuhan harus berani memikul salib dan berani mengikuti Tuhan.
Penyataan ini disampaikan dalam kotbah saat membuka misa perutusan panitia Ad Hoc Sinode Keuskupan Atambua sebelum terjun ke setiap Dekenat dan Paroki-Paroki dan sekaligus juga mensosialisasikan pesan Bapa Suci Paus Fransiskus berkaitan dengan karya kerasulan dengan merujuk pada tema umum sinode, Untuk Gereja Sinodal : Persekutuan, Partisipasi dan Perutusan.
“Berani memikul salib menjadi tugas utama sebagai murid Tuhan. Harus mampu mengendalikan diri. Belajar setia dan bertanggung jawab,” Kata Pater Wun, dengan mulai memasuki Sinode yang digaungkan oleh Paus Fransiskus, kita membangun Gereja yang Sinodal. Ini tidak mudah tapi penuh dengan perjuangan. Terwujudnya Gereja sebagai persekutuan umat beriman akan sungguh nyata bila disertai dengan semangat memikul salib.
“Membangun kehidupan Gereja yang sinodal memang tidak mudah. Penuh perjuangan. Harus berjalan bersama bukan berjalan sendiri. Gereja yang sinodal artinya berani memikul salib dan berjalan bersama membangun komunitas atas dasar kasih Kristus,” ucapnya.
Perayaan misa bersama para TOR ini dihadiri juga panitia Ad Hoc yang dipilih Bapak Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr lewat Surat Keputusan. Melalui Pater Vikjen, Uskup Dominikus berpesan agar pelaksanaan Sinodal di tingkat Dekenat dan Paroki bisa berjalan dengan baik karena ada kerja sama yang baik.
Di awal perayaan misa ini juga, Sekretaris panitia, Yoseph Hello menjelaskan tentang perayaan perutusan ini sebagai bagian awal kegiatan Sinodal yang dilaksanakan di Keuskupan Atambua ini.
Setelah misa, panitia Ad Hoc ini mengadakan pertemuan khusus yang langsung dipimpin oleh Ketua panitia Pater Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua.
Pater Vikjen Keuskupan Atambua selaku Ketua Panitia Ad Hoc memberikan pengantar serta pengarahan saat pertemuan Di Aula Emaus ( foto : Okto Klau)
Pertemuan khusus ini merupakan kesempatan bagi panitia untuk memperdalam bahan sinode dengan 10 tema pokok disertai dengan pertanyaan-pertanyaan penuntun. Dari 10 tema itu, setiap Keuskupan Agung bersama Keuskupan-Keuskupan sufragannya membahas dan memperdalam satu tema. Selanjutnya bahan sinode yang telah diperdalam ini akan disosialisasikan di tingkat Dekenat dan kemudian di tingkat paroki mulai 4 November 2021 ini hingga akan mendapat sintesis akhirnya di Agustus 2022 nanti.
Laporan/Penulis : Rm. Ino Nahak, Pr
**Editor : Okto Klau
