
Kupang, 25 Juli 2025 — Rapat Koordinasi (Rakor) Komisi Kepemudaan (Komkep) Regio Nusra–Bali resmi dibuka pada Jumat sore, 25 Juli 2025, bertempat di Aula Paroki Santo Fransiskus dari Asisi BTN Kolhua, Kota Kupang. Pembukaan ditandai dengan penabuhan gong oleh Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Vikjen Keuskupan Agung Kupang RD. Krispinus Saku, Sekretaris Eksekutif Komkep KWI Rm. Kristi, dan Penjabat Sekda Kota Kupang, Pak Ignas.

Rakor yang mengangkat tema “OMK: Peziarah Berpengharapan di Era Digitalisasi Modern” ini dihadiri oleh para Ketua dan Sekretaris Komkep dari sembilan Keuskupan Regio Nusra-Bali, yakni Keuskupan Agung Ende, Kupang, Denpasar, Maumere, Larantuka, Weetebula, Ruteng, Labuan Bajo, dan Atambua. Para peserta juga terdiri dari perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) dari masing-masing keuskupan. Kegiatan akan berlangsung hingga Minggu, 27 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Koordinator Komkep Regio Nusra–Bali, RD. Longginus Bone, menegaskan bahwa kehadiran peserta merupakan jawaban atas panggilan Roh Kudus untuk menjadi garam dan terang di tengah derasnya arus digitalisasi. “OMK hari ini dihadapkan pada terpaan hoaks dan realitas salinan digital, maka kebangkitan dalam Kristus adalah kunci agar Gereja tetap hidup,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya OMK menjadi saksi nyata Allah di tengah dunia yang serba cepat dan instan.

Vikjen Keuskupan Agung Kupang, RD. Krispinus Saku, dalam sambutannya menyampaikan salam dari Uskup Agung Kupang ; Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr dan mengajak OMK untuk aktif serta bijak dalam menggunakan media sosial. “OMK bukan Orang Mati Kasih, tapi Orang Muda yang berani meretas mimpi menjadi kenyataan dengan semangat Kristus. Media sosial adalah ruang pewartaan—gunakanlah untuk membangun iman dan spiritualitas,” katanya.

Sementara itu, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menyambut baik tema Rakor yang dinilainya sangat relevan. Ia menekankan bahwa digitalisasi tidak bisa dihindari, dan justru menjadi peluang strategis bagi generasi muda. “Digitalisasi adalah dua sisi mata uang—positif dan negatif. Maka tugas OMK adalah mengelola sisi positifnya untuk pewartaan dan pengembangan potensi,” ucapnya. Gubernur juga menyatakan kesiapan pemerintah NTT untuk mendukung OMK dalam pengembangan produk lokal berbasis stasi atau paroki melalui pemasaran digital.

Dalam refleksi mendalamnya, Gubernur Laka Lena mengajak peserta untuk memproduksi konten yang membangun dan menolak budaya viral yang kosong makna. Ia mengutip Jacob Oetama, membedakan antara jurnalisme kata dan jurnalisme makna, dan menekankan pentingnya kehadiran tulisan positif di tengah derasnya sensasi digital.

Kegiatan Rakor dua tahunan ini sebelumnya diselenggarakan di Keuskupan Larantuka dan tahun ini Keuskupan Agung Kupang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan berdiskusi, merumuskan agenda strategis, dan memperkuat sinergi pelayanan OMK lintas keuskupan di tengah tantangan zaman digital.

Usai ceremoni pembuka, para peserta Rakor sharing bersama rekan-rekan OMK. Terpantau; sharing berlangsung partisipatif. Sharing ini bertujuan untuk menginventarisir problem yang dihadapi oleh OMK dalam kiprah pastoral orang muda.
Laporan: Panitia, Editor : Rm. Yudel Neno
