keuskupanatambua.org, -Bertempat di Aula Pusat Pastoral Keuskupan Atambua Lalian Tolu, Selasa (15/6/2021) berlangsung rapat gabungan pelaksana Pilot Project Atambua-Eden dipimpin langsung oleh Bapak Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku. Dalam kata pengantarnya, Uskup Atambua berujar, buku “Atambua Eden” yang diterbitkan tahun 2020 itu semacam tonggak untuk memulai sesuatu gerakan pastoral atau pemberdayaan hidup. Sumber inspirasinya dari Injil Yohanes 10:10. Lebih lanjut menurut beliau, Pilot Project Atambua Eden harus dilihat lebih luas yakni menyangkut penghijauan, kehutanan yaitu persaudaraan selaras alam, kerja sama kodrat dan rahmat.
“(Kita)Gereja adalah bagian dari pastoral, karena itu kita bekerja karena panggilan iman, bukan sekedar membangun fisik. Maka pekerjaan kita tidaklah seperti proyek-proyek yang dikerjakan pemerintah. Kita harus lebih dari itu. Kita hidup, bertumbuh, berkembang, berdaya dan mandiri selaras alam”, tandasnya.
Dalam rapat ini, Bapak Uskup mengajak para pelaksana pilot project Atambua Eden yaitu Vikjen, Ekonom, Ketua Komisi PSE,Preses TOR, Preses Seminari Lalian; Ketua EPC; Koordinator Mix Farming Haliwen; Ketua Pengurus CU-KS, dan Ketua Caritas KA untuk menyelaraskan semua program dengan memperhatikan pola keterpaduan dan integrasi dari setiap unit dan sub-sub unit.

Vikjen dan para pimpinan unit PPAE yang mengikuti rapat

Beliau menyebutkan bahwa wilayah kita Nusa Tenggara Timur potensial untuk Food Estate. Kita bersyukur, adanya Politicalwill pemerintah pusat ke NTT pada tahun-tahun terakhir sangat luar biasa hendaknya dilihat sebagai rahmat Tuhan. Demikian pun keterlibatan Pemda-Pemda kita: Belu, Malaka, TTU untuk menanggapi perhatian Pemerintah Pusat. Sementara itu ada suatu hal yang sangat menggembirakan kita yaitu Gereja didengarkan (apresiasi yang positif).Tapi masih ada ruang kosong di bidang pertanian yang menyebabkan kemiskinan stigmatis. Para Petani kita sering ditempatkan sebagai Tempat Pembuangan Akhir.
Dari Konsumtif ke Usaha Produktif
Selanjutnya dalam sesi intervensi atau dialog interaktif, Rm. Selsus Nesi, Pr menyampaikan adanya kerja sama yang baik yang sudah terjalin dengan pemerintah pusat. Sedangkan mengenai Pusat Listrik Tenaga Bayu di mana pihak Keuskupan Atambua turut andil di dalamnya sangat prospektif. “Namun yang menjadi kendala adalah masyarakat kita di Timor masih menggunakan listrik secara konsumtif, kita belum sampai pada penggunaan listrik secara produktif”, kata Ekonom Keuskupan Atambua itu.
Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Credit Union Kasih Sejahtera Atambua menggambarkan peranserta CU Kasih Sejahtera dalam memberdayakan anggota-anggotanya melalui Kombas atau Komunitas Basis.
“Memang harus diakui bahwa kita belum maksimal dalam mengembangkan Kombas namun kita tetap berjuang dan mendorong Kombas-Kombas dan anggota untuk mengembangkan usaha-usaha produktif baik kelompok maupun pribadi”, kata Pastor Paroki Fatuketi itu.

Demikian pun Pengelola Rumah EPC menyampaikan beberapa hal yang harus dibenahi dipenginapan Emaus untuk memenuhi syarat-syarat sebuah rumah penginapan atau home stay. Menurut Rm. Yohanes Oki, ada banyak hal yang harus dibenahi supaya memenuhi syarat dan nyaman untuk didiami. ***

Bapak Uskup Atambua: PPAE : Persaudaraan Selaras Alam

Tulisan dan foto: Yosef M.L. Hello
Editor : Yosef M.L. Hello

SHARE