Permainan balon sambil menyanyi “Jalan serta Yesus” (dok.pribadi)

Keuskupanatambua.org, -Hari ini (Kamis, 23/12/2021), seluruh staf Kantor Puspas Keuskupan Atambua mengadakan rekoleksi bersama dalam rangka persiapan Natal bertempat di Aula Puspas Lantai dua. Rekoleksi ini merupakan kegiatan rutin Puspas setiap kali menjelang Natal dan Paskah.

                       Sr. Klarentin FSGM: membawakan renungan.

Rekoleksi kali ini dibawakan oleh Sr. Klarentin, FSGM. Tema rekoleksi adalah Cinta Kasih Kristus Yang Menggembirakan Persaudaraan. Rekoleksi kali ini menarik karena setelah Suster Klarentin memberikan pengantar singkat dan doa pembuka, Suster Klarentin mengajak para peserta termasuk di dalamnya Pater Vikjen KA dan juga Sekretaris Umum Yosef Hello untuk melakukan sebuah permainan yang menarik disertai dengan lagu “Jalan Serta Yesus”. Setiap peserta diminta untuk bergandengan tangan sambil menjepit balon di antara bahu dua orang sambil bernyanyi dan memeragakan bunyi kalimat dari lagu tersebut. “Menarik dan sangat menghibur”, demikian kesan salah seorang bapak yang tak mau disebutkan namanya. Ada yang balonnya tidak jatuh tetapi ada juga yang sulit untuk menjaga ritme gerak sehingga balon terlepas dari bahu kedua pasangan yang berdekatan.

Selesai permainan ini, setiap peserta ditanya tentang perasaan apa yang muncul saat permainan tadi dan juga siapa saja yang terlibat dalam permainan ini serta nilai-nilai apa saja yang nampak dalam permainan ini. Dari pertanyaan-pertanyaan ini muncul banyak ragam tanggapan. Ada yang mengatakan takut dan cemas balon jatuh. Ada yang mengatakan muncul rasa gembira dan permainan ini mengingatkan kembali akan masa kecilnya dulu. Di sana juga muncul rasa kebersamaan dan pentingnya nilai kerja sama.

Dengan mengambil inspirasi dari kisah perjalanan kedua murid ke Emaus (Luk 24: 13-35), Sekretaris Komisi Seminari dan Panggilan Keuskupan Atambua ini, mengajak para peserta rekoleksi untuk menghayati apa itu kebersamaan dengan Tuhan, keluarga dan sesama terutama mereka yang dekat dengan diri kita yaitu suami, istri, anak-anak, orang tua dan mereka yang ada di sekeliling kita. Menurut suster Klarentin, yang menarik dari perikop di atas bukanlah terletak pada fakta bahwa Yesus bangkit dan kemudian menampakkan diri kepada kedua murid itu, namun yang menarik adalah kejadian di mana kedua murid itu pada akhirnya mengenal, memahami dan menyadari bahwa yang ada bersama dengan mereka saat itu adalah Yesus, sumber pengharapan mereka. Menurutnya tidak jarang dalam kehidupan kita ada beberapa peristiwa hidup yang membuat kita sulit untuk melihat kehadiran Tuhan yang selalu berjalan bersama kita sehingga membuat kita sulit untuk bersyukur. Nilai penting yang harus kita resapkan adalah bahwa berjalan bersama selalu mengarahkan kita untuk saling menopang, menguatkan, meneguhkan, menggembirakan, memberi semangat, saling menjaga, dan juga saling kerja sama untuk sampai pada satu tujuan yakni kebahagiaan sejati dan keselamatan. Sementara itu kegagalan merupakan suatu ajakan untuk memurnikan hati dan jiwa agar kita mampu memperbaiki diri dan bertobat.
Setelah renungan singkat ini, para peserta diajak untuk menyanyikan lagu “Hidup ini adalah Kesempatan”.

Selesai itu, ada peneguhan dari Pater Vikjen untuk para peserta rekoleksi dan juga ada sharing bersama yang dipandu langsung oleh Bapak Yosef Hello. Pater Vikjen berpesan bahwa ada banyak kemajuan yang kita alami selama tahun 2021 namun tidak jarang ada juga hal-hal negatif yang harus kita perbaiki di tahun yang akan datang. “Untuk itu baiklah kita saling memaafkan dan mendoakan agar pada tahun mendatang kita tampil dengan lebih baik lagi”, tandas Vikjen KA.


Setelah renungan dan kesan pesan, peserta menikmati kebaikan Tuhan melalui mamiri alias makan minum ringan dan selesai.
Selamat menyongsong Natal dan semoga cinta kasih Kristuslah yang menggerakkan persaudaraan kita. ***

Laporan/Peliput: OKto Klau 

Editor: Yosef Hello

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here