Hari ini Gereja merayakan Pesta Santo Lukas, Penulis Injil. Lukas adalah salah satu pengikut Kristus yang serius mencari kebenaran tentang Kristus. Dia banyak mendengar dan meneliti apa yang disampaikan para murid Yesus. Akhirnya, Lukas berkesimpulan bahwa apa yang diwartakan para murid itu benar, lalu ia membukukan dan membagikan kepada orang lain.

Apa yang dikerjakan Lukas ini menjadi teladan bagaimana menghidupi iman akan Kristus. Tidak hanya bersifat pasif, hanya ikut orang lain dan hanya duduk mendengar saja, tetapi juga aktif memperdalam, merenungkan dan membagikan buah-buahnya kepada orang lain dengan berbagai macam cara. Inilah yang dinamakan beriman secara kreatif.

Lukas, lahir di Antiokhia, dari keluarga kafir. Namun karena pewartaan yang terjadi di daerahnya, ia kemudian bertobat dan menerima kekristenan. Ia bergabung dengan Rasul Paulus, menemani perjalanan misionernya sampai ke Yerusalem dan kemudian ke Roma. Perjumpaan dengan Rasul Paulus, semakin memperdalam pengenalannya akan Yesus dan kehidupan orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Dalam pewartaannya, Lukas menekankan tentang belas kasih Allah dalam diri Yesus Kristus. Penyembuhan, pengampunan, pelayanan kepada orang miskin sangat mewarnai Injil Lukas. Itulah sebabnya, Injil Lukas disebut sebagai Injil Kerahiman Allah atau Injil Cinta Allah.

Hari ini kita merenungkan makna pengutusan sebagai pengikut Kristus. Luk 10:1-9. Pengutusan dari Tuhan adalah panggilan untuk bersama-sama dengan Dia mewartakan kabar gembira, kabar keselamatan. Tuhan sendiri yang memanggil dan mengutus, maka pengutusan ini murni adalah kehendak Tuhan sendiri. Kepada paea utusan, Tuhan sendiri telah memberikan rambu-rambu tentang apa yang harus dilakukan dan keadaan apa yang hendak dihadapi. Ini bertujuan untuk memurnikan motivasi dan memiliki tujuan yang jelas ketika menjalankan tugas dari-Nya.

Pengutusan haruslah membawa sukacita. Utusan sumber sukacita. Sukacita sejati hanya dapat dialami jika Tuhan menjadi satu-satunya andalan.

Mari kita berkarya dalam Tuhan. Lewat pengalaman iman dan pengenalan akan Yesus yang dituliskannya dalam Injil, Santo Lukas dapat membawa banyak orang untuk semakin percaya dan mengimani Yesus sampai hari ini. Semoga keteladanan itu dapat diikuti oleh kita semua, murid-murid Yesus masa kini.

Saudara-saudari terkasih.
Hari ini saya bersama teman-teman Pastor yang lainnya memperingati hari ulang tahun imamat kami yang ke-15. Pada tgl 18 Oktober 2006 lalu, kami ditahbiskan menjadi imam baru oleh Mgr. Anton Pain Ratu, SVD di panggung Dekenat Kefamenanu. Judul Kotbah dari Bapak Uskup Anton Pain Ratu, SVD, Uskup Pentahbis kami saat itu ialah, “Belajar dari Santo Paulus!” 2 Tim 4:10-17b.

Delapan Pastor yang berulang tahun Imamat Ke-15 pada hari ini ialah:

1. P. Yeremias Amsikan, SVD
2. P. Wendelinus Natun, SVD
3. P. Maximus Dudy, SVD
4. Rm. Primus Seran, Pr
5. Rm. Kristoforus Ukat, Pr
6. Rm. Aponinaris Bouk, Pr
7. Rm. Oktovianus Taek, Pr
8. Rm. Emanuel Kiik Mau, Pr

Kamilah angkatan terakhir yang ditahbiskan oleh Mgr. Anton Pain Ratu, SVD. Kami mohon doa dari Bapak, Ibu, Saudara-saudari, Sahabat Kenalan sekalian supaya kami tetap setia di jalan panggilan suci ini, setia berbakti kepada Tuhan dan sesama, setia menjadi utusan Tuhan dalam tugas dan karya pelayanan kami sebagai imam Tuhan.

Selamat pagi dan selamat hari baru. Selamat merayakan Pesta Santo Lukas, Penulis Injil. Dalam Yesus, kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa
Romo Eman Kiik Mau, Pr

SHARE