keuskupanatambua.org, – Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang mengancam kesehatan masyarakat dan menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian, serta masih memunculkan wabah di beberapa daerah termasuk di wilayah Keuskupan Atambua. Kondisi ekonomi masyarakat yang rendah, sanitasi yang buruk dan kondisi kehidupan sosial yang lemah ikut menjadi penyebab tingginya endemis malaria yang menyebabkan banyak korban jiwa dan kecacatan terutama bagi ibu hamil dan balita. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan target bahwa pada tahun 2027 Indonesia telah mencapai Eliminasi Malaria. Karena itu Perdhaki Pusat Jakarta terpanggil untuk ikut membantu dalam pemberantasan penyakit Malaria yang mendapatkan dukungan dana dari Global Fund New Funding Modality (GF-NFM).

Sub-sub Receipient (SSR) Perdhaki Wilayah Keuskupan Atambua di bawah koordinasi SR PWKA Kupang merupakan salah satu pihak yang mendapatkan kepercayaan dari Perdhaki Pusat untuk ikut serta menangani pemberantasan Malaria. SSR Perdhaki Keuskupan Atambua berada di tiga kabupaten yakni Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Malaka. Khusus di kabupaten Malaka ada tiga UKBM atau Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat yaitu UKBM Nunponi di Kecamatan Malaka Timur dan 2 UKBM di Kecamatan Wewiku yakni UKBM Alkani dan UKBM Weseben. UKBM merupakan ujung tombak pemberantasan malaria. Selain penyuluhan kesehatan masyarakat dan Outrieching, salah satu kegiatan yang akan dilakukan  dalam rangka peningkatan jangkauan pemeriksaan dan pengobatan Malaria adalah MBS atau Mass Blood Survey. MBS bertujuan untuk menemukan penduduk positif malaria di daerah endemis tinggi yang sudah tidak lagi menunjukkan adanya kasus klinis malaria pada masyarakat, dan memberikan pengobatan bagi penduduk positif malaria dan menurunkan sumber penularan.

Untuk itu, setelah melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, diputuskan untuk melakukan MBS dengan lokasi di Desa Alkani, Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka pada tanggal 25 s/d 28 November 2020. MBS ini melibatkan 2 orang Dokter dari Puskesmas Alkani dan Weoe, 2 orang analis, 1 orang Farmasi dan 2 orang Bidan/Perawat.

Kelompok sasaran adalah masyarakat Desa Alkani yang terdiri dari 5 Dusun yaitu Dusun Lalori, Dusun Laenkulu, Dusun Hanemasin, Dusun Klisuklor, dan Dusun Klisukrae, dengan total jumlah jiwa sebanyak 1.619 orang.  Pelaksanaan kegiatan MBS ini dibuka dan ditutup oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka yang diwakili oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan kabupaten Malaka.

Masyarakat Desa Alkani merasa senang karena boleh mendapatkan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan darah dan pengobatan ringan lainnya. (Josi)

 

Diedit oleh Yosef Hello

SHARE