Tim Aksi Bencana yang berposko di Kantor Puspas Keuskupan Atambua, Lalian Tolu di bawah pimpinan Ketua Komisi PSE, Romo Urbanus Hala, Pr, menyalurkan sumbangan kemanusiaan kepada para korban bencana banjir bandang di Paroki Bolan, Kabupaten Malaka,(sabtu,10/4-2021).

Bantuan diterima oleh Kepala Dusun Manumuti, Bolan dan keluarga Ibu Esy Luruk (sabtu, 10/4-2021)

KEUSKUPANATAMBUA.ORG. -Tim Aksi Bencana yang terdiri dari para staf Kantor Puspas KA dan Kantor SSR Malaria Perdhaki itu, menemui Pastor Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan, Romo Yosef Meak,Pr di sela-sela kesibukan bersama umat dan relawan membersihkan lantai dan perabotan gereja yang terendam banjir untuk menyampaikan sejumlah bantuan berupa 6 karung pakaian layak pakai dan seragam anak sekolah; 100 dus mie instan; 30 dus air dalam kemasan; 9 dus pembalut wanita softex; 4 dus susu dancow; 2 dus susu prenagen; 11 dus Minyak Goreng; 1 dus energen; 32 buah kelambu; 24 lusin piring plastik, 218 gelas plastik; 8 buah jerigen kosong 32 liter; 2 dus pempres bayi; 4 karung beras dan 1 dus teh celup. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Tim Aksi, bapak Yosef M.L. Hello menyerahkan bantuan itu secara simbolis yang diterima langsung oleh Pastor Paroki Bolan, Romo Yosef Meak, Pr.
“Romo Yosef yang terkasih. Kami atas nama Bapak Uskup Atambua, pater Vikjen dan seluruh umat Keuskupan Atambua menyatakan turut prihatin bersama Romo dan umat Bolan atas bencana banjir ini. Dan sebagai tanda keprihatinan itu, kami meneruskan bantuan-bantuan yang kami terima dari Paroki Nela, Wedomu, Haliwen dan Atapupu. Selain itu sumbangan dari tarekat-tarekat religius antara lain: PRR, SSpS, KYM, FSGM, OSU, FCJM, ADM dan keluarga Margaretha Klau di Tanah Merah Atambua serta keluarga-keluarga Puspas KA. Semoga dapat membantu umat yang sedang menderita”, demikian Bapak Yosef Hello.
Sementara itu, Romo Yosef Meak, Pr menyambut dengan tangan terbuka sumbangan-sumbangan dari berbagai paroki, kongregasi dan keluarga.
“Saya sebagai Pastor Paroki Bolan menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Uskup, Pater Vikjen, Puspas KA, paroki-paroki, tarekat dan keluarga-keluarga yang telah memberikan perhatiannya kepadsa kami bersama umat Bolan yang tertimpa bencana ini”, kata Romo Yosef dengan mata berkaca-kaca hampir menitikkan air mata. Lebih lanjut beliau mengungkapkan, “awalnya kami merasa cemas dan takut berhadapan dengan bencana ini. Kami berpikir bagaimana bisa membantu umat yang kesulitan ini. Namun karena perhatian dari berbagai pihak, kami menjadi kuat dan percvaya bahwa kami tidak sendirian. Sebagai imam Tuhan, saya bersama Romo Sintus merasa kuat untuk mendampingi umat kami yang mengalami penderitaan ini”, katanya lagi.
Setelah menyerahkan secara simbolis beberapa bantuan yang diterima Pastor paroki, Tim AB Puspas KA meneruskan aksi pembagian bantuan dengan menyusur jalan berlumpur menuju Dusun Manumuti 1 dan 2. “Di sana kami mendapati umat yang sangat menderita yang menurut pengakuan mereka, sampai saat ini (Sabtu,10/4-2021) baru Tim Puspas boleh masuk menemui mereka”, kata salah seorang anggota tim, Sr. Klarentin, FSGM kepada keuskupanatambua.org.
Salah seorang penerima bantuan di Dusun Manumuti, Ibu Esy Luruk yang juga adalah Pendamping SEKAMI Paroki Bolan atas nama keluarga-keluarga terdampak bencana yang ada di dusun Manumuti menyampaikan terima kasih kepada para Suster dan Bapak Ibu yang rela menyelusuri lumpur dan aneka bau tak sedap boleh membawa bantuan kepada umat yang ada di kedua dusun ini. Banyak rumah penduduk yang diterjang banjir. Di sepanjang jalan antara Betun-Bolan, hanya pemandangan yang sama terlihat keluarga-keluarga sedang membersihkan rumah dari lumpur. Segala perabot rumah tangga terkena banjir. Sofa, kursi, tempat tidur, kulkas dan barang elektronik lainnya terbuang saja di depan rumah karena tidak bisa dipakai lagi.
Setelah menyerahkan bantuan-bantuan tersebut, tim AB Puspas sempat memantau dari dekat keadaan jembatan Benenai di Malaka Barat yang nyaris putus dan tak bisa dilalui kendaraan. Segala bantuan dan transportasi barang menuju Kecamatan Malaka Barat, Weliman dan Wewiku terpaksa harus menggunakan jasa ojek atau gerobak menuju seberang jembatan baru bisa diteruskan dengan kendaraan.
Menurut pantauan keuskupanatambua.org, bencana banjir tahun 2021 ini jauh melampaui bencana banjir yang pernah terjadi pada tahun 2000. Selain korban manusia yang belum terdata dengan benar, juga korban bintanag berupa sapi, kerbau, babi dan kambing yang terseret banjir. Hal inilah yang mengakibatkan bau tengik sepanjang jalan.
Selain bantuan bahan makanan dan pakaian, masih juga dibutuhkan pendampingan demi pemulihan stress di tengah krisis. Karena itu dari hasil pantaun tim AB Puspas KA, pada bantuan tahap berikut, juga akan berupa pendampingan bagi anak-anak dan keluarga pasca bencana.*** (Liputan Tim AB Puspas KA)Pastor Paroki St. FX Bolan, Rm. Yosef Meak, Pr (Kaos merah) “Karena kamu saya kuat” diantara Tim AB Puspas KA (Sabtu,10/4-2021)

Editor : Yosef M.L. Hello

SHARE