
Tunbaba – TTU, 7 Juli 2025 – KeuskupanAtambua.org Perayaan syukur 50 tahun berdirinya Gereja Paroki Santo Andreas Rasul Tunbaba berlangsung meriah dan khidmat di halaman gereja paroki, Senin (07/07/2025). Misa syukur dipimpin langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, yang didampingi puluhan imam, diakon, frater, suster serta ribuan umat yang memadati lokasi.

Dalam khotbahnya, Uskup Domi mengajak umat untuk bertolak lebih dalam dengan memberdayakan bumi sebagai bagian dari tanggung jawab iman dan hidup kristiani.
Uskup menekankan bahwa spiritualitas kristiani tidak hanya terarah ke surga, tetapi dimulai dari bagaimana manusia mengolah dan mengurus bumi ini dengan benar. “Kalau kita mau membangun surga, harus dimulai dari dunia ini. Tetapi dunia harus diurus secara benar,” tegas Uskup Domi. Ia juga mengkritik kebijakan publik yang belum berpihak pada pemberdayaan bumi secara produktif, serta mempertanyakan peran konkret Gereja dan pemerintah di tengah kesusahan rakyat.
Lebih jauh, Uskup Domi menyentil fenomena “sakramen media sosial” dan “sakramen viral”, yang menurutnya sering kali menyesatkan umat karena menjauhkan dari keheningan dan pencarian makna yang sejati. Ia menegaskan bahwa Gereja hanya kuat apabila ditopang oleh iman tangguh yang berakar pada nilai-nilai Injil, yaitu melalui simbol-simbol seperti ikan, anggur, roti dan nelayan—lambang kerja keras dan kesetiaan para rasul.

Di penghujung Ekaristi, dalam sambutannya, Ketua Panitia, Robert Salu, menegaskan bahwa Paroki Tunbaba resmi menjadi paroki definitif pada tahun 1964 dan dipimpin pertama kali oleh Pater Anton Fray, SVD. Ia menyampaikan rasa bangga bahwa banyak tokoh telah lahir dari rahim Paroki Tunbaba dan momentum 50 tahun ini menjadi ajakan untuk mempererat sinodalitas serta kerja sama antarumat dan pemangku kepentingan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Uskup, para imam, religius, dan tokoh masyarakat serta Pemerintah Daerah TTU.

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Utara; Bapak Falentinus Kebo, dalam sambutannya menyebut 50 tahun sebagai momentum emas yang sarat makna teologis dan perjuangan iman. Ia menyampaikan proficiat kepada seluruh umat Tunbaba dan menegaskan bahwa semangat Rasul Andreas sebagai murid pertama hendaknya menginspirasi seluruh umat dalam membangun iman dan masyarakat. “50 tahun bukan sekadar angka, tapi momen penuh rahmat dan kerja keras yang mengakar pada kasih Allah,” ujarnya.
Dalam semangat sinodalitas dan spiritualitas Andreas Rasul, Bupati Falent mengajak seluruh umat untuk menjadikan perayaan emas sebagai awal baru dalam membumikan iman demi membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. Ia mengajak seluruh elemen—Gereja, pemerintah, dan masyarakat—untuk terus menenun masa depan bersama dan menegaskan bahwa Gereja yang hidup adalah tanda bahwa Allah adalah kasih.

Pada kesempatan yang sama, Uskup Domi juga menyampaikan pesan penting dalam konteks sosial dan pastoral. Ia menyebut perayaan 50 tahun sebagai tahun pembebasan dari segala bentuk kekerasan, mabuk-mabukan, dan kerusakan alam termasuk pembakaran hutan. “Kita lahirkan kembali semangat ekologi dan panen keutamaan, baik teologal maupun noetis, yang menopang masa depan pendidikan kita,” kata Uskup.
Ia juga menekankan pentingnya keadilan dalam pendidikan melalui tiga tatanan: HAM (Hak Asasi Manusia), TAM (Tanggung Jawab Manusia), dan KAM (Kewajiban Asasi Manusia). Uskup pun menitipkan pesan kepada Kapolres TTU agar tetap menjaga ketertiban masyarakat, khususnya dari praktik mabuk, seraya menitipkan pesan agar pada pekerja produk lokal berupa sopi tidak dilarang dsn dihukum karena menurutnya dari situ banyak anak-anak yang akhirnya dapat bersekolah hingga meraih gelar sarjana.
Sebagai penutup, Uskup Dominikus menyampaikan bahwa tantangan Gereja ke depan semakin berat, terutama di daerah-daerah yang banyak kehilangan iman karena kekurangan pelayan pastoral. Ia merujuk pada temuan dalam Perpas XII di Larantuka mengenai daerah penyumbang migran bermasalah, termasuk TTU. Oleh sebab itu, Gereja harus terus berakar kuat dan tidak boleh kalah oleh kekuatan jahat. “Tuhan mendirikan Gereja untuk kehidupan dan keselamatan,” tandas Uskup.

Usai Perayaan Ekaristi, Pastor Paroki Tunbaba ; Rm. Gregorius Robby Kiik menyampaikan terima kasih untuk Panitia yang bekerja luar biasa. Terima kasih juga disampaikan untuk Uskup Atambua yang berkenan hadir dan memimpin Perayaan Ekaristi. Dirinya juga menyampaikan terima kasih untuk semua umat yang hadir. Untuk semua yang berpartisipasi dengan cara masing-masing, telah menyukseskan berbagai kegiatan dimulai dari persiapan hingga hari H, terutama dalam Perayaan Ekaristi hari ini.
Perayaan emas 50 tahun ini bukan hanya menjadi titik henti untuk mengenang sejarah, melainkan menjadi tonggak untuk berjalan lebih jauh dalam kasih kepada Tuhan, sesama, dan bumi yang dipercayakan kepada manusia. Sebagaimana Yesus yang memulai karya-Nya dari laut Galilea, umat Tunbaba pun diundang untuk bertolak lebih dalam, menjala nilai-nilai hidup dan iman yang mendalam demi perubahan konkret di dunia nyata.
Laporan : Panitia Perayaan
Editor : Yudel Neno, Pr
