keuskupanatambua.org, – Pusat Pastoral Keuskupan Atambua merencanakan akan menyelenggarakan upacara Jalan Salib mengenang Sengsara dan Wafat Tuhan Yesus Kristus secara lain yaitu Jalan Salib Belarasa atau Jalan salib Laudato Si. Upacara Jalan Salib ini dilaksanakan dalam rangka mengisi Tahun 2021 sebagai Tahun Santo Yosef yang telah dicanangkan oleh Paus Fransiskus di mana perayaan ini berpuncak pada Hari Raya Santo Yosef, Suami Santa Perawan Maria, 19 Maret 2021. Selain itu untuk mengisi Masa APP 2021 yang bertema “Pemberdayaan Ekonomi yang Berbelarasa”. Dan tentu saja masih dalam bingkai Ensiklik Paus Fransiskus yaitu Laudato Si. Dalam rangka menyatukan kedua peristiwa tersebut, Bapak Uskup Atambua mengajak Puspas sebagai dapur pastoral untuk bersama-sama komunitas lainnya seperti para Frater TOR Lo’o Damian; Emaus Pastoral Center (EPC); Atambua Mix Farming Haliwen; Rumah Uskupan Atambua yang sedang ‘menata’ Atambua Eden, untuk melaksanakan sebuah jalan salib yang diberi nama “Jalan salib Belarasa atau Jalan salib Laudato Si”. Dalam rapat persiapan, Bapak Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku mengatakan “melalui jalan salib belarasa ini, kita mau memadukan doa dan nyanyi kita dengan alam. Terlebih lagi kita tidak hanya berdoa dan menyanyi tetapi sambil bekerja yaitu menanam pohon”, demikian Bapak Uskup Domi menjelaskan. “Kita sudah menyiapkan 500 anakan klengkeng yang diberikan oleh anggota DPR RI kita bapak Eduard Tanur. Dan dengan menanam anakan klengkeng tersebut, sambil berdoa memohon campur tangan Tuhan supaya anakan klengkeng yang kita tanam dapat hidup dan kelak menghasilkan buah yang nantinya berguna bukan hanya untuk komunitas keuskupan, tetapi bagi komunitas-komunitas lain yang terlibat bahkan untuk seluruh umat Keuskupan Atambua”, tandas Uskup Domi. “Itulah makna Atambua Eden yang kita jadikan sebagai pilot project di wilayah keuskupan kita”, tambahnya.
Bapak Uskup Domi dalam rapat persiapan Jalan Salib Belarasa (3/3-21)
Staf Puspas mempersiapkan pupuk untuk Jalan salib Belarasa
Jalan salib Belarasa ini akan dilaksanakan pada Jumat, 19 Maret 2021 mulai pukul 08.00 sampai selesai berlokasi di kebun pilot project Atambua Eden, belakang rumah Uskupan Atambua. Teks doa jalan salib telah disiapkan oleh Komisi Liturgi Keuskupan Atambua. Sedangkan lubang-lubang untuk penanaman anakan klengkeng telah disiapkan oleh Staf Puspas bersama para pembina dan Frater TOR Lo’o Damian. Pada akhir jalan salib ada perayaan ekaristi di alam. Altar untuk perayaan misa itu juga telah disiapkan oleh para Frater bersama Komisi Liturgi. Diharapkan kelompok peserta jalan salib ini dapat menimba makna di balik peristiwa ini. Karena hal ini merupakan sesuatu yang baru.
Tanggapan positif umat
Rencana tersebut mendapat tanggapan yang sangat positif dari para imam dan umat Keuskupan Atambua. Di antaranya, ketua Komisi Kepemudaan KA, Rm. Yoris Giri, Pr sangat antusias dan siap mengikuti jalan salib yang untuk pertama kali dirancang di keuskupan Atambua ini. Sementara dari kelompok awam, bapak Simprosius Leki, anggota Tim Komsos KA yang saat ini berkarya di Kantor Pos Atambua menyatakan kegembiraannya dan melihat jalan salib ini sebagai “suatu ide kreatif di tengah pandemi dan merupakan suatu awal yang baik untuk memulai”. Tokoh awam yang lain, Abel Dasi dari Paroki Haliwen juga menanyakan apakah boleh hadir? Namun dijawab oleh panitia bahwa ini terbatas karena pandemi. Dari Oenopu, bapak Antonius Mau Loko berkomentar, “Via Crucis, via Dolorosa, tapi juga ada Laudato Si… demi alam yang menghijau”. *** (Admin, foto-foto oleh Sr. Klarentin, FSGM)
Pengambilan dan pengisian Kompos ‘bokhasi’ yang telah siap!
Dilaporkan oleh Admin: Yosef M.L. Hello
