Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • 274 OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Dilantik, Pastor Paroki Dorong Semangat Pelayanan
  • 28 Anak Terima Sakramen Baptis di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti
  • Paroki Kristus Raja Seon Selenggarakan Misa Penutupan Kursus Persiapan Perkawinan
  • Paroki Fafinesu Gelar Dialog Gereja Berdikari
  • Paroki Naekake Gelar Giat Animasi dan Pendampingan Lektor
  • Peserta Diklat Kesekretariatan Kembali Bersemangat lewat Sesi Ice Breaking di Emaus
  • Bekali Sekretaris Paroki Se-Keuskupan Atambua Keterampilan Menulis Berita, Ini Kata Romo Yudel Neno
  • Sekretaris Paroki se-Keuskupan Atambua Antusias Ikuti Diklat Kesekretariatan
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Uskup Atambua Pimpin Misa Pembaharuan Janji Imamat
Berita Keuskupan Atambua

Uskup Atambua Pimpin Misa Pembaharuan Janji Imamat

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaMarch 31, 2026No Comments57 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Atambua — KeuskupanAtambua.org – Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, memimpin Misa Pembaharuan Janji Imamat di Katedral Atambua, pada Selasa, 31 Maret 2026. Perayaan ini dihadiri oleh 187 imam, para suster, frater, serta segenap umat Allah, dan menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali panggilan, spiritualitas, dan tanggung jawab pelayanan para imam di Keuskupan Atambua.

Dalam perayaan tersebut, Uskup Atambua berkonselebrasi bersama Vikjen Keuskupan Atambua, Pater Vincent Wun, SVD, Deken Belu Utara, Rm. Agus, Deken Malaka, Pater Roni Moensaku, Deken Kefa, Rm. Kanis Oki, Deken Mena, Rm. John Seran, Ketua Unio, Rm. Goris Dudy, Pater Iren, SVD, Rm. Yustus (Praeses TOR), Rm. Hiro Masu, Praeses Seminari Lalian, Rm. Kris Fallo sebagai pembaca Injil, serta Rm. Eman Kiik Mau sebagai ceremoniaris.

Dalam kata pengantarnya, Uskup mengajak seluruh imam dan umat untuk senantiasa mensyukuri rahmat Tuhan. Ia juga menegaskan pentingnya doa sebagai jalan kekuatan agar hidup dan pelayanan tetap selaras dengan kehendak Allah.

Dalam homilinya, Uskup membuka permenungan dengan sebuah analogi bahwa para imam ditempatkan di atas “kursi panas.” Melalui gambaran itu, ia hendak menegaskan bahwa hidup imamat selalu berada dalam tantangan, tuntutan, dan pergulatan yang tidak ringan. Karena itu, imam dituntut untuk tetap setia pada rahmat panggilan dan bertahan dalam kesetiaan pelayanan.

Uskup kemudian menegaskan bahwa menurut teologi imamat, imam dipanggil untuk berbicara atas nama Tuhan sebagai nabi. Imam, katanya, juga adalah pendoa Gereja, yang menghadirkan suara umat di hadapan Allah dan menghadirkan suara Allah di tengah umat. Dalam kerangka itu, hidup imamat tidak bisa dilepaskan dari kedalaman doa, kepekaan rohani, dan tanggung jawab pastoral.

Lebih lanjut, Uskup menjelaskan bahwa tugas imam bertumpu pada dasar penting yakni kesadaran akan hari tahbisan, terutama saat kedua telapak tangan diurapi dengan minyak Krisma sebagai lambang kesiapsediaan untuk melayani tugas-tugas Gereja. Urapan itu, tegasnya, bukan sekadar ritus seremonial, melainkan tanda penyerahan diri total kepada Allah untuk karya pelayanan.

Ia juga menekankan bahwa seluruh tugas pelayanan membutuhkan Roh Kudus, sebab Roh adalah kuasa Allah yang menuntun para pelayan-Nya memasuki horizon surgawi. Dalam Kristus, para imam dibimbing menuju keselamatan surgawi melalui kekuatan Roh Kudus. Oleh karena itu, pelayanan tidak boleh dijalankan hanya dengan kekuatan manusiawi, melainkan harus terus bersandar pada daya ilahi.

Masih dalam homilinya, Uskup menyampaikan bahwa melalui urapan, para imam dijadikan Tuhan untuk berbuah limpah, yakni melahirkan keturunan secara rohani. Dalam perspektif ini, imam patut bersukacita karena melalui baptisan, mereka ambil bagian dalam menghadirkan anak-anak Allah di dalam Gereja. Sukacita pelayanan, menurutnya, harus lahir dari kesadaran bahwa hidup imam menjadi jalan keselamatan bagi banyak orang.

Pada bagian lain, Uskup juga menyinggung soal kesejahteraan dan pengelolaan hidup para imam. Ia mengingatkan bahwa imam tidak hidup untuk mengejar upah duniawi, sebab upah yang paling besar adalah di surga. Namun demikian, ia menegaskan perlunya manajemen finansial yang baik, tertib, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari kebijaksanaan pastoral dalam menjalani hidup dan pelayanan.

“Sesulit apa pun keadaan yang dihadapi, harus tetap disadari bahwa upah kita besar di surga,” demikian garis penegasan Uskup kepada para imam. Penegasan ini menjadi ajakan untuk memelihara pengharapan dan kesetiaan, bahkan dalam suasana pelayanan yang berat dan penuh tantangan.

Uskup juga mengutip sabda Kitab Suci, “Pada hari ini genaplah nas ini,” untuk menegaskan bahwa karya keselamatan Allah selalu menemukan aktualisasinya dalam tugas pelayanan Gereja. Dalam terang sabda itu, imam dipanggil untuk menyadari bahwa tugas mereka adalah tugas pembebasan, sebab Tuhan sendiri datang untuk membebaskan.

Karena itu, di tengah dunia yang sarat pertentangan, konflik, dan perang, para imam tetap dipanggil untuk membawa perdamaian. Uskup berharap agar cinta kasih Tuhan meluluhkan segala yang keras, dan agar kasih sejati-Nya terus menginspirasi perjalanan hidup para imam dalam melayani umat.

Selain itu, Uskup menasihati para imam agar mempersiapkan homili dengan baik. Ia mengingatkan supaya pewartaan Sabda tidak dilakukan dengan kemarahan, karena sikap marah justru membuat khotbah menjadi panjang tanpa daya sentuh rohani yang mendalam. Homili, menurutnya, harus menjadi buah doa, refleksi, dan persiapan yang matang agar sungguh membangun umat.

Nasihat pastoral lain yang juga ditekankan ialah pentingnya mendoakan umat, khususnya mereka yang menitipkan intensi doa. Uskup meminta agar para imam tetap setia membawa pergumulan umat dalam doa-doa mereka. Ia juga mengingatkan pentingnya menghadirkan damai di paroki-paroki, terutama bagi mereka yang sedang bermusuhan.

Menutup rangkaian homilinya, Uskup mengutip pemikiran Kardinal Leo Dres bahwa “sesudah Allah, imam adalah segala-galanya.” Kutipan ini menegaskan keluhuran martabat imamat, sekaligus bobot tanggung jawab yang melekat pada panggilan tersebut.

Dalam pesan perutusannya, Uskup secara khusus meminta para imam untuk pulang dan mempersiapkan perayaan Paskah dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak mereka untuk melayani umat dalam semangat kebangkitan, sehingga seluruh rangkaian perayaan Paskah sungguh menjadi pengalaman iman yang menghidupkan Gereja setempat.

Uskup juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dalam perayaan tersebut. Apresiasi secara khusus disampaikan kepada Vikjen Keuskupan Atambua, Dewan Konsultores, Bruder Provisional SVD, para pimpinan biara, para imam, suster, frater, dan seluruh umat yang mengambil bagian dalam perayaan agung itu.

Misa Pembaharuan Janji Imamat tahun ini dengan demikian tidak hanya menjadi perayaan liturgis, tetapi juga saat refleksi mendalam tentang jati diri, tugas, dan spiritualitas imamat. Dari Katedral Atambua, gema perayaan ini meneguhkan kembali bahwa imam dipanggil untuk tetap setia menjadi nabi, pendoa, pelayan pembebasan, dan pembawa damai di tengah Gereja dan dunia.

oleh Yudel Neno, Pr

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

274 OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Dilantik, Pastor Paroki Dorong Semangat Pelayanan

April 19, 2026

28 Anak Terima Sakramen Baptis di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti

April 18, 2026

Paroki Kristus Raja Seon Selenggarakan Misa Penutupan Kursus Persiapan Perkawinan

April 16, 2026

Paroki Fafinesu Gelar Dialog Gereja Berdikari

April 16, 2026

Paroki Naekake Gelar Giat Animasi dan Pendampingan Lektor

April 16, 2026

Peserta Diklat Kesekretariatan Kembali Bersemangat lewat Sesi Ice Breaking di Emaus

April 15, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

BERITA TERBARU

274 OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Dilantik, Pastor Paroki Dorong Semangat Pelayanan

April 19, 2026

28 Anak Terima Sakramen Baptis di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti

April 18, 2026

Paroki Kristus Raja Seon Selenggarakan Misa Penutupan Kursus Persiapan Perkawinan

April 16, 2026

Paroki Fafinesu Gelar Dialog Gereja Berdikari

April 16, 2026

Paroki Naekake Gelar Giat Animasi dan Pendampingan Lektor

April 16, 2026

Peserta Diklat Kesekretariatan Kembali Bersemangat lewat Sesi Ice Breaking di Emaus

April 15, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?