Perayaan Misa pembukaan Sinode tingkat Dekenat Kefamenanu di gereja Sta. Theresa Kefamenanu (Foto : Romo Ino/Komsos Keuskupan Atambua)
Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr memimpin perayaan misa kudus di Dekenat Kefamenanu, (Kamis, 4/11/2021), sekaligus membuka pertemuan Sinode tingkat Dekenat yang berada di wilayah Keuskupan Atambua.
Dalam misa kudus yang berlangsung hampir satu jam lebih ini, ada penegasan penting yang disampaikan Bapak Uskup. Pesan pastoral yang disampaikan lewat kotbah singkatnya sangat mendalam dan memiliki muatan nilai pastoralnya.
Ia menjelaskan bahwa Sinode yang dicetuskan Bapa Suci, Paus Fransiskus sebagai langkah maju untuk Gereja memulai membangun semangat baru dalam karya pastoral. Gereja harus berjalan bersama. Ini juga menjadi salah satu kata kunci yang dibahas selama kurang lebih tiga tahun ini.
“Gereja harus berjalan bersama dalam suka duka hidup. Berziarah bersama. Inilah yang mendorong Paus Fransiskus untuk mengadakan Sinode yang berpuncak pada Oktober 2023 nanti. Tujuan lebih jauh adalah berjalan bersama Tuhan di jalan keselamatan,” tuturnya.
Mgr. Dominikus Saku saat berkotbah pada misa pembukaan Sinode tingkat Dekenat Kefamenanu (Foto : Romo Ino/Komsos Keuskupan Atambua)
Semangat pembaharuan diri harus makin dibangun untuk mendapatkan Gereja yang hidup dalam terang Roh Kudus. Sekali lagi ia mengatakan bahwa Sinode yang digaungkan telah membuka ruang untuk masuk dalam semangat pembaharuan Gereja.
Ada semangat turun ke bawah (turba) yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Filsafat Agama, Unwira Kupang ini. Ia mengatakan bahwa Gereja terpanggil untuk membaharui diri.
“Terpenting sekarang adalah semangat turun ke bawah (turba) untuk menemukan domba yang hilang dan kembalikan mereka kepada jalan yang benar,” imbuhnya datar.
Mengutip kata-kata Paus Fransiskus, ia mengajak para imam untuk keluar dari zona nyaman dalam karya pastoral dan mencari domba yang hilang. Ia menambahkan bahwa jaman sekarang ini bukan saja domba yang hilang tetapi gembala juga hilang.
“Dalam semangat Sinode, mari kita membangun semangat mencium bau domba dan kembalikan mereka kepada jalan yang benar,” kata Uskup Domi.
Perayaan ekaristi di tingkat Dekenat khususnya di Kefamenanu ini dihadiri oleh para imam, diakon, frater dan para pimpinan konggreasi dan tarekat. Setelah misa langsung dilanjutkan dengan pertemuan yang dipandu oleh panitia ad hoc Sinodal Keuskupan Atambua.
Laporan/Penulis : Rm. Ino Nahak, Pr
**Editor : Okto Klau
