
Betun, 21 November 2025 — KeuskupanAtambua.org – Sebanyak sembilan diakon resmi ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, dalam Perayaan Ekaristi Tahbisan Imamat yang berlangsung meriah di Gereja Paroki Santa Maria Fatima Betun.

Upacara sakral yang dihadiri ratusan imam, ribuan umat, para suster, tokoh pemerintah, adat, agama, dan masyarakat itu menjadi momen sejarah bagi wilayah Malaka dan Keuskupan Atambua.

Dalam amanatnya, Uskup Dominikus Saku menegaskan bahwa sebelum para imam mempersembahkan diri, Tuhan sendiri telah lebih dahulu mempersembahkan hidup-Nya. Karena itu, para imam baru dipanggil untuk menjadi Sabda yang hidup, setia pada Sabda yang menjadi makanan rohani bagi diri dan umat, serta menjadikan Yesus Kristus sebagai teladan utama dalam seluruh pelayanan mereka.

Uskup menekankan bahwa tahbisan menyatukan para imam dengan Keostauan Kristus sebagai Raja, yang tugasnya memimpin umat dan menjaga domba-domba-Nya sebagaimana Kristus datang membawa keselamatan bagi semua. Ia juga mengajak imam baru untuk setia melakukan kehendak Tuhan dengan meneladani Bunda Maria.
Dalam bagian penegasan mengenai konsekuensi pengorbanan imamat, Uskup memberikan tiga pesan penting yakni yang pertama ; Attachment — imam harus berani melepaskan keterikatan tertentu pada keluarga dan urusan duniawi. Yang kedua ; Detachment — imam harus meninggalkan kepentingan pribadi, menjadikan Tuhan, piala-Nya, dan Kurban-Nya sebagai pusat hidup. Yang ketiga ; Keteguhan Panggilan — “Jadilah imam Tuhan sampai kekal,” demikian pesan terakhir Uskup.
Para imam baru tersebut terdiri dari delapan imam projo Keuskupan Atambua dan seorang imam dari Kongregasi Schola Piorum (Sch.P). Pada kesempatan itu, Sekretaris Uskup Atambua, Rm. Marly Knaofmone, Pr, membacakan Surat Keputusan Uskup Atambua Nomor 170/2025—177/2025 mengenai penugasan para imam baru setelah tahbisan, yakni: Rm. Agustinus Mona Moensaki, Pr — di Paroki Hanemasin, Rm. Agustinus Timor Sasi, Pr — di Paroki Betun, Rm. Beatus Raynaldi Seran Moruk, Pr — di Seminari Lalian, Rm. Delfianus Alberto Jeri Nahas, Pr — di Paroki Seon, Rm. Handrianus Agustinus Nahak, Pr — di Paroki Kaputu, Rm. Marianus Tubani Nainaif, Pr — di Paroki Wekmidar, Rm. Rafael Bani, Pr — di Paroki Biudukfoho dan Rm. Yakobus Adrianus Atolan Bauk, Pr — di Paroki Naesleu
Syukuran imam baru dijadwalkan berlangsung serentak pada 7 Desember 2025 di Gereja Paroki pusat atau stasi asal masing-masing imam baru.

Ketua Panitia Tahbisan, Bapak Petrus Bria Seran, menyampaikan rasa syukur atas karya Tuhan yang menghadirkan sembilan imam baru di Tanah Malaka. Ia menegaskan kebanggaan bahwa peristiwa keselamatan terjadi di wilayah tersebut, sekaligus memberikan hormat kepada para orang tua dari imam baru.
Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Suai Negara, Timor Leste, yang hadir dalam perayaan. Ia menegaskan bahwa “negara memiliki batas, tetapi persaudaraan tidak memiliki batas.”

Mewakili imam baru, Rm. Jacky Bauk, Pr, mengungkapkan bahwa Tuhan mencintai sembilan putera terbaik yang hari ini ditahbiskan menjadi imam. Ia menyampaikan syukur kepada Tuhan sebagai Sumber Rahmat, Sumber Kekuatan, dan Sumber Pengharapan.
Dalam sambutannya, ia menekankan semangat husar binan, nekaf mese ansaof mese, serta identitas imam sebagai hamba dan pelayan. Ia menegaskan bahwa selama Tuhan meneguhkan, segala sesuatu akan berjalan baik, dan bahwa seorang imam harus tahu diri, tahu batas, serta bertahan dalam kekuatan Tuhan.
Ia juga menyinggung pentingnya peran lembaga pendidikan dan para pendidik yang menempa mereka hingga mencapai tahbisan. Sambutan diakhiri dengan ucapan terima kasih, permohonan maaf, dan harapan kepada Uskup, para imam, para pendamping, serta orang tua.

Wakil Bupati Malaka, Bapak Henry Simu, menyampaikan bahwa kehadiran dalam tahbisan ini merupakan penyegaran dan penguatan iman. Atas nama pemerintah dan masyarakat Malaka, ia menyampaikan terima kasih kepada Uskup dan para imam atas peran besar Gereja dalam membina iman dan moral masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ketika Gereja menyiapkan imam baru, masyarakat sesungguhnya menerima pembina karakter dan moral. Pemerintah memandang Gereja Katolik sebagai mitra strategis dalam pembangunan manusia. Imam diharapkan mendukung pengembangan disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras di tengah masyarakat. Ia berpesan agar para imam tetap setia, rendah hati, dan menjadi gembala pemersatu di tengah dunia yang mudah terpecah.

Menutup rangkaian sambutan, Uskup Dominikus Saku menyampaikan terima kasih kepada panitia yang bekerja tertib dan terorganisir, kepada pemerintah Kabupaten Malaka, serta kepada sekolah-sekolah yang terlibat memeriahkan perayaan. Ia mengapresiasi suasana Malaka yang dalam dua hari terakhir berubah menjadi arena pertunjukan iman yang menggairahkan.
Kepada para pastor paroki, Uskup berpesan agar membangun kerja sama yang baik, menghindari sikap kerja yang serampangan, serta menjaga persaudaraan imamat dalam paroki dan dekenat.
Uskup mengajak seluruh umat untuk terus mendoakan 17 calon imam yang kini berada pada Tingkat VI Seminari Tinggi Santo Mikhael, Penfui Kupang.
Oleh Yudel Neno, Pr
