Uskup Atambua Terbitkan Petunjuk Pastoral Terbaru, Khusus untuk Pelayanan Sakramen Perkawinan

0
645

keuskupanatambua.org, – Pada hari Selasa (4/5-2021), Bapa Uskup Atambua mengeluarkan sebuah surat bernomor Prot. No. 56/2021 tentang Petnjuk Praktis Pastoral Terbaru Uskup Atambua tentang Pelayanan Sakramen Perkawinan selama masa pandemi Virus Covid-19 di Keuskupan Atambua. Dalam surat itu, Mgr. Dr. Dominikus Saku mengatakan, “Mencermati perkembangan akhir-akhir ini dalam kaitan dengan penyebaran wabah virus Corona di wilayah Keuskupan Atambua dan akibat-akibatnya sebagaimana kita ketahui bersama, maka sebagai bentuk tanggung jawab pastoral pelayanan terhadap umat dan tanggung jawab sosial terhadap kesehatan umat atau masyarakat, saya menyampaikan beberapa hal berikut menyangkut pelayanan sakramen untuk diperhatikan dan dilaksanakan”. Selanjutnya, Doktor Filsafat itu menyampaikan enam (6) hal yang mesti di perhatikan bersama, yakni:
Pertama, Pemberkatan Nikah untuk pasangan prioritas yaitu pasangan yang memang mendesak karena dinas, tempat jauh, bahaya maut atau yang sudah ada kesepakatan dengan Pastor sebelum merebaknya Covid-19 di pertengahan Januari 2020. Juga karena alasan lain dari pertimbangan pastoral maka layak diprioritaskan; Kedua, Tetap berlaku protokol kesehatan menyangkut Covid-19; Ketiga, Pemberkatan Nikah tidak boleh diikuti dengan ramah tamah atau pesta atau hajatan keluarga di tempat yang berpotensi melanggar prokes Covid-19. Dengan memperhatikan Hasil Pertemuan Forkopinda Plus NTT di Kupang, tanggal 25 Februari 2020; Keempat,Pasangan yang melanggar petunjuk ini dinyatakan tidak sah pernikahannya, hidup dalam keadaan berdosa melawan perintah ke-6 dari 10 Perintah Allah, melakukan pembohongan publik dan berpotensi berurusan dengan pihak keamanan, hukum sipil dan hukum Gereja; Kelima, Pasangan yang menikah di Tahun 2020, dan seterusnya tidak akan dilayani Tribunal Kesukupan Atambua bila mengalami persoalan menyangkut perkawinannya. Keenam, Untuk para Pastor Paroki / Pembantu / Administrator dan Pelayan Pastoral lainnya: hendaknya mengedepankan sikap pelayanan berlandaskan cinta kasih Pastoral, konsistensi yang arif, bijak dan rasional, dan ketegasan pastoral yang berlandaskan kuasa kebenaran yang memerdekakan dan tidak mencipta kebingungan dan perpecahan di tengah umat beriman. Uskup keempat Keuskupan Atambua itu menambahkan, “Perceraian secara sipil di Pengadilan Negeri tidak sah seturut Undang-Undang Perkawinan dan Menegaskan secara jelas dosa penipuan dan sikap munafik yang tidak berkenan kepada Tuhan,” katanya dalam Surat yang ditulis dan ditandatangani dari Lalian Tolu itu. Kepada semua pihak, Dosen Filsafat pada Fakultas Filsafat Unika Widya Mandira Kupang itu menyampaikan terima kasih untuk perhatian, pengertian dan kerja sama yang baik. Sambil berdoa, beliau memohon kiranya Tuhan selalu berkenan memberkati, melindungi dan melimpahkan segala yang baik bagi umat-Nya, terutama di saat pandemi Covid-19 ini. Surat tersebut dikirimkan langsung oleh Sekretaris Uskup Atambua, Romo Marianus Marley Knaofmone, Pr melalui Whattsap Grup Pusat Pastoral Keuskupan Atambua yang beranggotakan semua Pastor Paroki, Pastor Pembantu, Administrator, Ketua Komisi dan Pelayan Pastoral yang ada di Kantor Puspas Keuskupan Atambua sebanyak 153 orang dan diharapkan diteruskan kepada semua yang berkepentingan. (Admin)

Editor : Yosef Hello

SHARE