Ket. foto : Diambil saat perayaan berlangsung, Selasa, 24 Agustus 2021

Keuskupan Atambua.org, -Keuskupan Atambua patut bersyukur karena hari ini (24 Agustus 2021), Mgr. Dominikus Saku kembali menahbiskan tiga orang fraternya menjadi diakon. Ketiga frater ini merupakan bagian dari delapan frater Keuskupan Atambua angkatan tahun ini dari Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui Kupang. Mereka rencananya ditahbiskan bersama-sama pada 29 Mei lalu. Ketika itu Uskup Domi hanya menahbiskam empat frater yang telah menjadi diakon. Mereka telah melaksanakan tugas diakonatnya di paroki hingga sampai saatnya nanti ditahbiskan menjadi imam. Sedangkan empat orang lainnya ditunda karena alasan kesehatan. Dari kempat frater itu, hari ini tiga orang frater menerima tahbisan diakon dari Mgr. Domi, sedangkan yang satu lagi masih dalam tahap proses pemulihan lebih lanjut.
Ketiga diakon itu adalah Diakon Antonius Kolo, Diakon Kristoforus Adeodatus Muti, dan Diakon Norbertus Tri Avelnus Nahak.

Dalam amanatnya, Uskup Domi menegaskan bahwa dengan menyatakan diri siap ditahbiskan menjadi diakon berarti bersedia dipanggil dan diutus untuk menjadi pelayan yang sejati. Tahbisan diakon masuk dalam tahbisan tinggi yang di dalamnya ada dua lagi yaitu tahbisan imam dan tahbisan uskup. Lebih lanjut Uskup Domi berpesan bahwa dikuatkan oleh Roh Kudus maka para diakon akan memberi bantuan kepada Uskup dan para imam dalam pelayanan Sabda, pelayanan altar dan pelayanan kasih sambil menunjukkan diri sebagai pelayan semua orang. “Mereka ditahbiskan menjadi diakon untuk mengambil bagian dalam tugas pelayanan resmi Gereja”. Lanjut Mgr. Domi dalam amanatnya ini. Bapak Uskup sekali lagi berpesan bahwa sesuai dengan pesan Injil hari ini maka para Diakon harus menjadi pengikut Kristus yang sejati, tidak boleh ada kepalsuan. Lanjutnya bahwa rumus-rumus kesejatian itu adalah mengikuti Tuhan, datang menghadap dan bercakap-cakap dengan Tuhan dan membuka hati untuk perkara-perkara atau rahasia-rahasia yang lebih besar. Diakon di dalam Gereja bertugas secara khusus melayani umat yang berkebutuhan khusus, antara lain para janda, orang-orang sakit, orang-orang miskin, dan orang-orang pinggiran. Di dalam Liturgi Diakon harus berdiri di samping imam atau Uskup. Ia menambahkan bahwa waktu Doa Syukur Agung Diakon jangan berdiri terlalu dekat dengan Piala atau sibori karena itu adalah tugas imam. Mereka harus mundur untuk memberi kesempatan terjadinya transformasi dari roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. “Waktu berdiri di atas altar, para diakon bukan sekedar berdiri tetapi berada di sana untuk mengalami, merasakan, dan melihat perkara-perkara besar dari Tuhan”. Tegas Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau KWI ini mengakhiri amanatnya.

Tahbisan diakon hari ini dilakukan di Aula Santo Dominikus, Emaus Pastoral Center. Perayaan Ekaristi yang hanya dihadiri oleh para frater TOR, beberapa imam, dan keluarga terdekat tertahbis, dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara itu sehari sebelumnya, ketiga diakon ini telah diambil sumpah selibatnya oleh Pater Vikjen Keuskupan Atambua, P. Vincentius Wun, SVD. Pesan Pater Vikjen sangat mendalam. Menurut Pater PLH Puspas KA ini, Kesetiaan dalam selibat itu adalah sesuatu yang wajib. Ketaatan juga merupakan sebuah keharusan. Kesederhanaan itu mutlak. Karena itu jangan tergiur dengan dunia. Selanjutnya ia menambahakan bahwa kebersamaan dalam komunitas itu wajib hukumnya. Kalau makan di pastoran saja harus saling tunggu giliran untuk gantian makan karena sudah tidak bisa makan bersama-sama semeja, lebih baik tidak usah berkotbah di mimbar lagi karena nanti kita hanya seperti kaum munafik yang hanya membebani umat bahkan merintangi umat masuk Kerajaan Surga.

Dengan tahbisan diakon hari ini maka sudah ada tujuh diakon Keuskupan Atambua tahun ini. Empat diakon yang sebelumnya telah ditahbiskan Uskup Domi yaitu Diakon Kornelius F. Etan, Diakon Laurensius Tnopo, Diakon Yanuarius Uskenat, dan Diakon Yohanes Fransiskus Mali. Sementara itu seorang frater yang masih berproses untuk tahbisan diakonnya yaitu Fr. Kristian kali.

Dalam pesannya kepada para diakon sebelum berkat penutup Mgr. Dominikus Saku mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan perayaan Ekaristi tahbisan diakon hari ini. “Di Aula Dominikus untuk tahun ini telah dilangsungkan tiga peristiwa penting yaitu satu tahbisan Imam, dan dua kali tahbisan diakon”. Lanjutnya.

Selamat berbahagia kepada para Diakon yang hari ini telah ditahbiskan. Semangat terus dalam tugas pelayanan kepada Gereja sehingga pada akhirnya benar-benar menjadi pelayan sejati. Tiga orang Diakon ini akan bertugas di tempat praktek mereka di wilayah Keuskupan Atambua. Dua orang diakon yaitu Diakon Antonius Kolo dan Diakon Kristoforus A. Muti akan melaksanakan tugas diakonatnya di SMK Bitauni, . Sedangkan Diakon Norbertus T. A. Nahak melaksanakan tugas diakonatnya di paroki Webora.

Penulis: Okto Klau

Editor: Yosef Hello

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here