Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • SURAT GEMBALA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Komunitas SMAK Santa Filomena Rayakan NATARU Bersama, Ini Ajakan Kepala SMAK
  • SMAK Filomena Awali Tahun Baru dengan Ekaristi Bersama
  • Komisi PSE Gelar Lokakarya Penyusunan Bahan Katekese APP
  • Staf Puspas KA Gelar Kegiatan Rekoleksi Menjelang Natal
  • Mengendus Miskonsepsi tentang Natal di Penghujung Adventus
  • Dari Ratio Praktis Menuju Ratio Komunikatif ; Kritik Jürgen Habermas atas Rasionalitas Moral Immanuel Kant
  • Narasi dan Refleksi di Balik Keunikan dan Keistimewaan Pembangunan Gereja Paroki Lurasik
  • Ekologi Media dan Pentingnya Kesadaran Subjektif
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • SURAT GEMBALA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Uskup Dominikus Saku Membuka Sinode Para Uskup Sedunia Tingkat Keuskupan Atambua
Berita Keuskupan Atambua

Uskup Dominikus Saku Membuka Sinode Para Uskup Sedunia Tingkat Keuskupan Atambua

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaOctober 16, 2021Updated:October 16, 2021No Comments5 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Mgr. Dominikus Saku: Berjalan Bersama hal sulit

keuskupanatambua.org, – Dari Katedral Santa Maria Imaculata Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku akan membuka secara resmi Sinode Para Uskup Sedunia Tingkat Keuskupan Atambua, Minggu, 17 Oktober 2021.

Dalam rapat singkat antara Bapak Uskup bersama Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua (Vikjen), P. Vincentius Wun SVD dan Sekretaris Umum Puspas Keuskupan Atambua, Bapak Yosef Hello, (Sabtu,16/10-2021), Bapak Uskup mengemukakan rencana misa pembukaan yang telah disiapkan oleh Komisi Liturgi Keuskupan Atambua, dalam hal ini, Sekretaris KomLit, Rm. Emanuel Kiik Mau, Pr.
Dalam pertemuan persiapan itu, Bapak Uskup Domi menegaskan tentang tema Sinode para Uskup yaitu “Panggilan Untuk Berjalan Bersama Demi Terwujudnya Gereja Sinodal: Persekutuan, Partisipasi, Misi”.

Menurut, Uskup Keuskupan Atambua keempat itu, Berjalan bersama itu sesuatu yang paling sulit dilakukan karena tidak semua Keuskupan di semua benua bisa melakukannya.

“Rupanya ‘Journey Together‘ dirasakan sebagai sesuatu yang paling sulit dilakukan karena itu Sri Paus Fransiskus hendak mengembalikan disiplin Gereja di bawah satu gembala”, demikian Bapa Uskup Dominikus. Menurutnya, hal yang menyatakan bahwa kita selalu berjalan bersama sebagai Gereja adalah melakukan atau memberikan laporan tahunan dari paroki-paroki ke keuskupan dan dari keuskupan-keuskupan ke Roma. “Segala laporan tahunan itu penting untuk dilaporkan sebab itulah yang menunjukkan bahwa kita berjalan bersama. Laporan penerimaan Permandian (extractum), Krisma, Perkawinan, perminyakan, pengakuan dosa dan pelaksanaan sakramen lainnya yang selalu diminta setiap tahun itu, hendaknya dilaporkan secara berjenjang dengan disiplin mulai dari tingkat paroki ke keuskupan dan dari keuskupan kepada gereja sejagat di Roma untuk diketahui. Sekali lagi itulah yang menunjukan bahwa kita sebagai Gereja Berjalan Bersama”, tandas Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian KWI itu.
Selain itu, mendengarkan mereka yang selama ini tidak pernah bersuara, yang diminta oleh Paus untuk dilakukan pada sinode kali ini perlu kita lakukan, terutama dengan kelompok-kelompok petani;kaum perempuan; anak-anak, remaja, kaum muda dan mahasiswa; mereka di penjara; para pimpinan agama dan gereja; para eks TKI/TKW; kelompok THS/THM, Perguruan Kera Sakti dan PSHT; serta kelompok para Kepala Desa. Kita perlu mendengarkan mereka termasuk harapan mereka yakni “Apa yang mereka harapkan dari Gereja untuk dilakukan?
Selanjutnya Bapak Uskup bersama Vikjen dan Sekretaris Umum merencanakan proses persiapan sinode ini di tingkat Keuskupan Atambua.

“Kita perlu membuat jadwal bersama untuk sosialisasi di tingkat dekenat. Misalnya kita lakukan selama dua hari di sana. Hari pertama kita buka dengan Misa dan hari kedua kita diskusi atau mendengarkan harapan mereka. Dan selanjutnya, tugas para Imam dan utusan itu yang akan meneruskannya kepada umat di paroki-paroki”, kata Bapak Uskup.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Paus Fransiskus mengundang seluruh Gereja untuk terlibat dalam Sinode ini.

“Jalan Sinodalitas ini yang diharapkan oleh Allah dari Gereja Milenium ke-3, perjalanan yang mengikuti pembaharuan Gereja sebagaimana direkomendasikan oleh Konsili Vatikan II”. Paus juga mengajak Gereja sejagat untuk merefleksikan bersama perjalanan bagaimana menghidupi persekutuan, mewujudkan partisipasi dan membuka diri untuk bermisi. Untuk itu beberapa hal ditegaskan Paus, yakni:

“Tetap terbuka terhadap hal-hal tak terduga; memberi kesaksian tentang Kasih Allah; mendengarkan mereka yang selama ini terpinggirkan; menghargai kekayaan dan keragaman karunia dan karisma demi kebaikan komunitas dan masyarakat; mengeksplorasi cara-cara partisipatif dan keratif dalam pewartaan Injil; menguji bagaimana tanggung jawab dan kekuasaan dijalankan dalam Gereja; menjadi komunitas yang dapat diandalkan dalam dialog sosial, rekonsiliasi, persaudaraan dan persahabatan sosial yang inklusif; dan memperbaharui hubungan dengan komunitas denominasi dan agama lain dan kelompok-kelompok dalam masyarakat”.
Sinode Para Uskup Sedunia ini dilakukan dengan proses sebagai berikut:
1. Minggu, 17 Oktober 2021 : Perayaan Pembukaan di Tingkat Keuskupan
2. Oktober 2021 sampai dengan Maret 2022: Sinode Persiapan di Tingkat Keuskupan masing-masing.
3. April 2022 : Sintesis Gereja Indonesia
4. September 2022: Instrumentum Laboris 1: Dokumen Kerja sebagai bahan pertemuan tingkat kontinental
5. Maret 2023: Sidang gerejani Tingkat Kontinental
6. Juni 2023: Instrumentum Laboris 2
7. Oktober 2023: Sidang Sinode Gerejani Sedunia di Roma. ***

Penulis : Yosef M.L. Hello;  Editor : Okto Klau

 

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Komisi PSE Gelar Lokakarya Penyusunan Bahan Katekese APP

January 9, 2026

Staf Puspas KA Gelar Kegiatan Rekoleksi Menjelang Natal

December 22, 2025

Narasi dan Refleksi di Balik Keunikan dan Keistimewaan Pembangunan Gereja Paroki Lurasik

December 15, 2025

Uskup Atambua Beri Rekoleksi untuk Ratusan Pelajar di Dekenat Mena

December 10, 2025

Dukung Kiprah Ekologi, Penjabat Desa Oepuah Utara Bersama Perangkat Tanam Anakan di Area Sumber Air

December 9, 2025

Rekoleksi Kategorial Hari Pertama di Dekenat Mena, Uskup Atambua beri Renungan Mimbar Hingga Aksi Nyata Hambur Bibit

December 9, 2025

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Komunitas SMAK Santa Filomena Rayakan NATARU Bersama, Ini Ajakan Kepala SMAK

January 13, 2026

SMAK Filomena Awali Tahun Baru dengan Ekaristi Bersama

January 13, 2026

Komisi PSE Gelar Lokakarya Penyusunan Bahan Katekese APP

January 9, 2026

Staf Puspas KA Gelar Kegiatan Rekoleksi Menjelang Natal

December 22, 2025

Mengendus Miskonsepsi tentang Natal di Penghujung Adventus

December 19, 2025

Dari Ratio Praktis Menuju Ratio Komunikatif ; Kritik Jürgen Habermas atas Rasionalitas Moral Immanuel Kant

December 18, 2025
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?