Uskup Dominikus Saku Menitip Pesan Untuk Para Imam
Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr sedang membawakan materi dalam rekoleksi umum di aula Biara SVD Nenuk, Rabu (11/9/2019)

Bapak Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr di hadapan para peserta rekoleksi umum menyampaikan pesan pastoral kepada para imam dan agen pastoral, di aula biara Santo Yoseph Nenuk, (Rabu, 11/9/2019) berkenan dengan masalah migran dan perantau yang menjadi topik menarik dan bahasan hangat dalam kegiatan ini.

Seruan pastoral tentang panggilan sebagai imam Tuhan dalam tugas penyelamatan. Himbauannya agar tugas panggilan suci sungguh dijalankan dengan pastoral kehadiran.

Berkaitan dengan persoalan migran dan perantau yang menjadi masalah pastoral yang kian marak, Bapak Uskup Domi mengharapkan agar peran para imam sungguh nyata dengan melihat langsung situasi yang dialami umat kita yang hidup dalam persoalan kemanusiaan ini. “Kita terpanggil untuk tugas penyelamatan. Kita ingat kata-kata Paus Fransiskus bahwa kita tidak boleh cuci tangan dari masalah kemanusiaan. Kita gerakkan pastoral kehadiran terlebih bagi mereka yang menjadi korban dari migrasi dan human trafficking,” tegasnya.

Masalah migran perantau yang menjadi tema besar dalam Pertemuan Pastoral ke-11 bersama para Uskup regio Nusa Tenggara Juli lalu di Keuskupan Atambua, dilanjutkan dalam bahasan rekoleksi umum untuk para imam dan agen pastoral.

Ia mengatakan bahwa para Uskup sangat prihatin tentang masalah kemanusiaan migran perantau. Diharapkan agar kita melibatkan diri dalam persoalan ini sehingga ditemukan solusi terbaik demi hidup yang lebih manusiawi.

“Masalah kemanusiaan yang kini dihadapi menjadi kejahatan moral. Terlebih kasus perdagangan organ tubuh manusia. Ini secara jelas harus dilawan. Martabat manusia jangan direndahkan hanya karena kepentingan pribadi-pribadi yang tak bernurani,” tuturnya.

Seruan pastoral ini disertai juga dengan upaya pemberdayaan kepada umat berupa pendampingan keterampilan dan membuka Balai Latiha Kerja (BLK) sebagai langkah antisipatif juga pencerdasan kepada umat agar mampu bertindak tepat dalam mengambil tindakan nyata.

Bapa Uskup Domi juga menyinggung soal para migran dan perantau yang bermigrasi tanpa dokumen yang lengkap dan minim keterampilan. Hal ini menjadi pemicu munculnya masalah yang kini dialami oleh umat kita.

Di akhir pertemuan ia berpesan kepada para imam agar setelah kembali dari pertemuan rekoleksi umum ini bisa melakukan pendataan umat tentang migran dan perantau. Mendata juga masalah yang mereka hadapi. Secara khusus ada himbauan apostolik agar kita mendoakan orang-orang yang sementara ini merantau agar diberikan kesehatan yang baik dan kesuksesan dalam pekerjaannya.

Terlebih lagi bagaimana menciptakan solusi progresif dan inovatif. “Kita harus memberi motivasi kepada para migran dan perantau agar mereka menjadi subjek pastoral supaya mampu masuk dalam masalah yang dihadapi demi mencapai solusi terbaik yang mampu memberi kebebasan untuk hidup yang lebih bermartabat,” tandanya.

Rekoleksi umum yang dihadiri khusus oleh para imam ini selalu mengangkat tema aktual yang terjadi dalam kehidupan umat. Hadir juga dalam pertemuan tersebut, kedua narasumber, Dr. Norbert Jegalus, MA, dosen Fakultas Filsafat Agama Unwira Kupang, juga Romo Lucius Tae Mau, Pr yang kini menjabat sebagai Sekretatis Komisi Keadilan Perdamaian, Migran dan Perantau Keuskupan Atambua. Materi yang disampaikan dilanjutkan dengan diskusi bersama.* (Romo Ino)

SHARE