Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Paroki Manufui Gelar Animasi Tupoksi Pastoral bagi Pengurus Lingkungan dan KUB
  • Agen Pastoral Paroki Weoe Dalami Migrasi Prosedural untuk Lindungi Umat
  • Umat Paroki Manamas Terima Arca Hati Kudus Yesus dari Paroki Wini
  • Ratusan OMK Paroki Wini Ikuti Doa Taize di Hadapan Hati Kudus Yesus
  • Seminari Lalian Gelar Upacara dan Pentas Kreasi Peringati Hardiknas 20
  • SMAS Seminari Lalian Tamatkan 62 Peserta Didik Calon Imam
  • SMPK St. Don Bosco Atambua Antar Majalah Dinding ke Seminari Lalian dalam Kerja Sama Literasi Bahasa Inggris
  • SMPK Santo Yosef Noemuti Gelar Kegiatan PBB Bersama TNI
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Uskup Tua Usia Tapi Berjiwa Muda Itu Telah Pergi Untuk Selamanya
Berita Keuskupan Atambua

Uskup Tua Usia Tapi Berjiwa Muda Itu Telah Pergi Untuk Selamanya

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaJanuary 7, 2024No Comments45 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tahun 2015, bersama Teman Saya Frater Yogar Fallo (saat ini Rm. Yogar Fallo di Paroki Halilulik), kami menjalankan masa praktik sebagai Frater TOP (Tahun Orientasi Pastoral) di SMK Katolik Santo Pius X Insana atau yang lazim dikenal dengan nama SMK Bitauni.

Masih ingat persis, pada tanggal 9 Juli 2015 tiba di Bitauni. Saat makan malam, kami semeja makan dengan Uskup Anton Pain Ratu, SVD. Beliau duduk di bagian meja yang biasa disebut kepala meja. Sejak saat itu, Saya kenal lebih dekat Uskup Anton Pain Ratu, SVD.

Dua tahun hidup di Komunitas Pastoran Bitauni bersama Uskup Anton. Banyak hal, kami belajar dari Uskup Anton.

Kami biasa menyapanya Bai atau Bai Uskup. Walaupun mula-mula Beliau tidak mau disapa Bai, karena menurutnya, Dirinya memang tua usia namun tetap berjiwa muda. Itulah komitmennya. “Saya memang tua tapi tua secara usia. Kalau soal jiwa, saya masih jiwa muda ko…..

Beliau murah senyum dengan siapa saja. Daya ingatnya kuat. Kebiasaan membaca, menulis terus dilakukan. Agenda harian dan khotbah-khotbahnya tertulis dan tersusun rapi dari tahun 1958 sampai saat ini.

Satu kebiasaan menarik yang selalu dilakukan ialah Beliau selalu menghadiahkan kembali khotbah tahbisan imam bagi para imam yang merayakan 25 tahun hidup imamat. Bagian ini biasa dibantu urusannya oleh Frater TOP. 

Setiap kali makan, Beliau selalu dipanggil. Panggilan itu khas…..Bai…..mari kita makan. Menurut Bai Uskup, tanda panggilan ini penting karena hidup komunitas harus dirawat pula dalam situasi makan bersama di kamar makan. Dan memang benar, Beliau sangat menjunjung tinggi kehidupan komunitas.

Selama dua tahun hidup dekat, Saya menyaksikan, Uskup Anton adalah Sosok yang disiplin, rajin berdoa, komitmen, tekun, sederhana, prinsipiil.

Untuk mengetahui pada bagian mana, Beliau berada, cukup kita lihat dari nyala lampu ruangan. Di ruangan mana lampu menyala, pasti Beliau ada di situ. Beliau tidak biasa membiarkan pemborosan terjadi.

Beliau disiplin, saat bangun, tidur, makan, olah raga, baca, tulis dan doa. Misa harian selalu dilakukan. Situasinya tentu berbeda jika misa harian dipimpin Uskup Anton di Kapela pribadinya. Beberapa kali ikut misa bersama Bai Uskup. Memang situasi kudusnya sungguh tercipta.

Kesederhanaannya sangat menginspirasi. Tampil apa adanya. Jubah yang selalu dipakai, didapatkan dari Filipina sejak tahun 1982. Sepatu dan sendal yang digunakannya tidak banyak yang baru. Barang-barang lama dirawatnya. Selama masih kuat, dan masih layak pakai, tidak harus selalu membutuhkan yang baru.

Semangatnya merayakan Ekaristi menginspirasi para imam untuk menjadikan Ekaristi sebagai sumber dan puncak hidup imamat.

Khotbah-khotbahnya selalu ditulis. Selalu ada waktu untuk siap khotbah. Khotbah-khotbahnya menarik. Sederhana padat namun makna.

Pada umumnya, Umat Keuskupan Atambua mengenalnya dengan sebutan Topi Merah atau Peci Merah. Uskup Anton memang memilih mengenakan topi yang berlainan dengan Uskup-Uskup lain. Menurutnya, hal itu dilakukannya untuk menunjukkan semangat inkulturasi.

Ada begitu banyak julukan. Beberapa diantaranya, Saya tuliskan di bawah ini : 

Uskup Topi Merah atau Peci Merah

Ada sebuah peci merah yang selalu dipakainya. Begitu akrabnya Beliau dengan umat Keuskupan Atambua yang selalu mengenakan peci merah ketika melakukan kunjungan kegembalaan, akhirnya Beliau dijuluki sebagai Uskup Topi Merah. Terdapat beberapa kasus kericuhan yang serius di Keuskupan Atambua, dalam waktu singkat, segala persoalan itu menjadi tenang karena “Topi Merah turun tangan”.

Uskup Rakyat Kecil

Sebagai Uskup, dalam menjalankan khalwat 3-BER, Beliau mendekatkan diri dengan rakyat kecil, membantu mereka untuk menyadari permasalahan mereka dan kemudian membantu mereka untuk menemukan solusi sendiri. Selama Khalwat 3-BER, Beliau duduk bersama rakyat kecil bahkan di tanah. Mungkin karena di tanah lebih banyak “orang kecil” daripada di atas panggung yang lebih sedikit “orang kecil”.

Uskup Sendal Jepit

Menunjukkan sikap sederhana Beliau. Kesederhanaan dihayati dengan sungguh-sungguh agar dengan itu hanya memiliki Kristus sebagai satu-satunya kekayaan. Inilah prinsip Uskup Anton. Dirinya memang tegar dalam prinsip. Tak biasa mundur kalau sudah A. 

Uskup Pengungsi

Uskup Anton disebut Uskup Pengungsi karena besar dan prioritasnya perhatian kepada para pengungsi saat itu.  Menurutnya perhatian perlu diberi dalam semangat solidaritas Kristus serta rasa empati kemanusiaan memperjuangkan nasib para pengungsi baik secara ekonomi maupun sosial.

Uskup 3 BER

Tiga BER itu ialah Berpengaruh, Berpendidikan dan Berkedudukan. Beliau getol dalam sosialisasi dan perjuangan tiga BER. Menurutnya, karya pastoral hanya dapat berjalan dengan baik dan maksimal, apabila ada komunikasi dan kerja sama dengan prinsip hati antara tokoh-tokoh yang penting dalam masyarakat dan dalam gereja.

Uskup Anton juga dikenal sebagai Sosok Pejuang Keadilan. Banyak kali ia memperjuangkan nasib orang-orang kecil. Bencana tahun 2000 di Malaka menjadi saksi betapa Uskup Anton pada saat itu menunjukkan semangat kepeduliannya terhadap orang-orang yang terdampak bencana.

Makanan favoritnya yang khas adalah jagung titi dan blelang (dendeng ikan (paus). Kami juga ikut makan, dan biasanya habis.

Tahun 2017, Saya dibawa Uskup Anton ke kampung halamannya, di Adonara – Lamawolo. Saat itu kami rayakan tahun baru dan ulang tahun ke-88 di sana, pada 02 Januari 2017. Yang menarik  di sana saat itu ialah, rumah orang tua yang didirikan sejak tahun 1965, masih berdiri kokoh dan sungguh sederhana. Dari situasi itu, muncullah bahwa ternyata Sosok Uskup Anton merupakan Sosok yang sangat sederhana. Kesederhanaan yang ada sesungguhnya merupakan didikan terjitu dari kedua orang tuanya. 

Banyak kisah tentang Uskup Anton, tak dapat dikisahkan sampai selesai. 

Pada ulang tahunnya yang ke-90, Saya bersama beberapa rekan menulis sebuah buku berjudul Gerak Langkah Sang Gembala dalam rangka HUT ke-90 Uskup Anton. Buku itu mengisahkan banyak pengalaman bersama Uskup Anton dan banyak kesan dari Uskup Anton dan tentang Uskup Anton, serta banyak pula refleksi yang dihasilkan dari pengalaman hidup harian dan kehidupan rohani Uskup Anton. Mudah-mudahan buku itu, kelak dapat berguna, terutama bagi Tarekat Putra-Putri Maranata sebagai bagian dari spiritualitas hidup Pendiri. 

Selamat jalan Bai Uskup. Selamat jalan Bapak Uskup. Terima kasih banyak atas segala nasehat dan kesaksian hidupmu.

Uskup Anton lahir pada 02 Januari 1929. Menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Atambua, pada 6 Januari 2024, tepatnya pukul 10.15 WITA. Beliau meninggal dalam usia 95 tahun 4 hari.

Penulis :
RD. Yudel Neno

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Para Pelajar dan OMK Paroki Wini Dibekali Literasi Digital dan Cerdas Bermedia Sosial

May 7, 2026

Pengumuman Kelulusan, Semua Peserta Didik Kelas XII Dinyatakan Lulus Pada SMAK Santa Filomena

May 7, 2026

Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu

April 28, 2026

Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena

April 27, 2026

Aksi Panggilan di Mena, Siswa Seminari Tampil Memukau di Malam Kreasi

April 25, 2026

274 OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Dilantik, Pastor Paroki Dorong Semangat Pelayanan

April 19, 2026

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Paroki Manufui Gelar Animasi Tupoksi Pastoral bagi Pengurus Lingkungan dan KUB

May 18, 2026

Agen Pastoral Paroki Weoe Dalami Migrasi Prosedural untuk Lindungi Umat

May 15, 2026

Umat Paroki Manamas Terima Arca Hati Kudus Yesus dari Paroki Wini

May 14, 2026

Ratusan OMK Paroki Wini Ikuti Doa Taize di Hadapan Hati Kudus Yesus

May 14, 2026

Seminari Lalian Gelar Upacara dan Pentas Kreasi Peringati Hardiknas 20

May 14, 2026

SMAS Seminari Lalian Tamatkan 62 Peserta Didik Calon Imam

May 13, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?