
KeuskupanAtambua.org – Keuskupan Atambua memastikan diri siap berpartisipasi dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 yang akan berlangsung pada 3–7 November 2025 di Hotel Mercure, Ancol – Jakarta Utara.
Forum lima tahunan Gereja Katolik Indonesia ini mengusung tema besar “Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan” dengan subtema “Menjadi Gereja Sinodal yang Misioner untuk Perdamaian.”

Untuk diketahui ; SAGKI merupakan momentum penting bagi Gereja Katolik Indonesia untuk menegaskan kembali jati dirinya sebagai Gereja yang sinodal, misioner, dan pembawa damai di tengah masyarakat. Acara ini juga menjadi wadah refleksi bersama antara para Uskup, imam, biarawan-biarawati, serta umat awam guna merumuskan arah pastoral Gereja Katolik Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Kegiatan ini menjadi SAGKI yang kelima setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2000, 2005, 2010, dan 2015. Seharusnya SAGKI V berlangsung pada 2020, namun ditunda karena pandemi Covid-19. Tahun 2025 menandai kembalinya forum nasional Gereja ini dalam semangat pembaruan dan sinodalitas.
Peserta SAGKI berasal dari 38 Keuskupan teritorial dan satu Keuskupan Militer di seluruh Indonesia, terdiri dari para Uskup, Uskup emeritus, sekretaris komisi dan lembaga di KWI, utusan dari ormas dan kelompok kategorial, serta delapan wakil dari setiap keuskupan. Mereka mewakili berbagai unsur Gereja: KKI/KKM, Orang Muda Katolik (OMK), dan aktivis sosial-pastoral.
Tujuan utama SAGKI 2025 ialah mengembangkan persaudaraan antara hierarki dan umat sebagai perwujudan semangat sinode “berjalan bersama”, membangun Gereja Katolik sebagai komunitas pengharapan yang berjiwa misioner, serta meningkatkan relevansi dan peran Gereja dalam membangun perdamaian. Melalui forum ini, diharapkan lahir haluan pastoral Gereja Katolik Indonesia untuk lima tahun mendatang.
Dari Keuskupan Atambua, terdapat sembilan utusan resmi yang siap mengikuti SAGKI 2025, yakni Mgr. Dominikus Saku, Pr – Uskup Keuskupan Atambua; Yosef Hello – Sekretaris Umum Puspas dan PIC Keuskupan; Pater Salvator Towary, SVD – Direktur Diosesan KKI Keuskupan Atambua; Suster Klarentin, FSGM – Perwakilan KKI Keuskupan; Romo Rio Rusae – Perwakilan Dekenat Malaka; Manek Tobu – Perwakilan OMK Dekenat Belu Utara; Rossie Lake – Perwakilan OMK Dekenat Kefamenanu; Ibu Yohana – Aktivis Gereja dari Dekenat Mena; Romo Yudel Neno, Pr – Utusan dari KKM Keuskupan Atambua.
Rombongan akan berangkat dari Atambua menuju Kupang pada 2 November 2025, kemudian melanjutkan penerbangan ke Jakarta keesokan harinya. Mereka dijadwalkan kembali ke Keuskupan pada 8 November 2025.
Selama SAGKI berlangsung, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan iman dan refleksi pastoral, meliputi perayaan Ekaristi, sharing pengalaman hidup menggereja, paparan misi Gereja, refleksi dari para ahli, serta malam persaudaraan yang menggambarkan semangat “berjalan bersama” sebagai tubuh Kristus yang hidup.
Menjelang keberangkatan para utusan, Umat Keuskupan Atambua diimbau untuk mendukung dengan doa agar pelaksanaan SAGKI berjalan dengan lancar dan menghasilkan buah-buah rohani bagi Gereja Katolik Indonesia. Kehadiran delegasi dari Atambua diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat semangat sinodalitas dan misi perdamaian Gereja di tanah air.
oleh Yudel Neno, Pr
