Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar
  • Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026
  • Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
  • Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
  • OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan
  • Gubernur NTT Mendukung Perayaan HKY Dekenat Mena dan Mendorong Orang Muda Berpartisipasi Aktif
  • Perluas Wawasan: Panitia HKY 2026 Bakal Hadirkan Empat Narasumber dalam Seminar Hati Kudus Yesus
  • Vinsenzo Singer’s Bakal Tampil di Malam Persaudaraan HKY 2026 untuk Motivasi OMK
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Refleksi Ekologis»Wadah Formapes; Upaya Konkret Mencintai Lingkungan Hidup
Refleksi Ekologis

Wadah Formapes; Upaya Konkret Mencintai Lingkungan Hidup

Gerakan Mencintai Lingkungan Hidup
Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaNovember 9, 2024Updated:November 9, 2024No Comments65 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

KeuskupanAtambua.org – Forum Masyarakat Peduli Sungai (Formapes) Talau yang dibentuk pada tahun 2019 merupakan salah satu upaya konkret masyarakat untuk merawat dan menjaga ekosistem sungai Talau yang menyusuri Tujuh Kecamatan di Wilayah Belu dan Timor Leste. Forum ini menjadi wadah bagi komunitas yang peduli terhadap permasalahan lingkungan khususnya terkait sungai, pemanfaatannya, serta tanggung jawab sosial untuk keberlanjutan ekosistem yang hidup di sekitar aliran sungai tersebut.

Sejak terbentuk, hingga saat ini, Romo Sixtus Bere, Pr (saat ini Pastor di Paroki Haumeni, Keuskupan Atambua) menjabat sebagai Ketua Formapes. Menurut Rm. Sixtus, Forum ini terbentuk, terinspirasi dari semangat ekologis, yang selama ini digaungkan oleh Paus Fransiskus, yang rumusannya nampak melalui Ensiklik Laudato Si. Apa yang dilakukan Formapes, sejak terbentuk, sebetulnya merupakan upaya konkret mencintai alam dengan cara merawat. Rm. Sixtus menambahkan bahwa Formapes terbentuk dengan dan dalam spirit pemberdayaan, produktivitas dan inovasi.

Dalam terang pemikiran Paus Fransiskus mengenai Ensiklik Laudato Si’, Formapes dan apa yang Formapes lakukan merupakan merupakan wujud nyata dari tanggung jawab manusia sebagai penjaga dan pelindung lingkungan ciptaan.

Dalam Ensiklik Laudato Si’, Paus Fransiskus dengan jelas menyoroti pentingnya hubungan yang sehat antara manusia dengan alam. Dia menyatakan bahwa “segala sesuatu saling terhubung” (LS, art 16, 66, dan 67) dan mengingatkan kita bahwa kerusakan lingkungan akan berdampak pada seluruh ciptaan termasuk manusia sendiri. Paus juga menegaskan bahwa bumi adalah “rumah bersama” yang harus dijaga demi generasi mendatang (LS, art 1 dan 2). Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan Formapes Talau yang fokus pada pelestarian sungai Talau sangat selaras dengan seruan ini.

Formapes Talau dalam Perspektif Laudato Si’

Aksi Bersih dan Susur Sungai

Kegiatan aksi bersih dan susur sungai yang diinisiasi oleh Formapes menunjukkan kesadaran kolektif masyarakat untuk memperbaiki ekosistem sungai yang sering terkontaminasi sampah dan limbah. Paus Fransiskus menekankan bahwa polusi air menjadi salah satu masalah serius yang merugikan banyak masyarakat miskin (LS, art 27, 28 dan 29). Oleh sebab itu, tindakan nyata membersihkan sungai ini memperlihatkan bagaimana kepedulian Formapes secara langsung berkontribusi pada upaya mengurangi pencemaran lingkungan dan menjaga kesehatan ekosistem sungai.

Sembari menunjukkan bahwa kekurangan air bersih menjadi faktor penyebab meningkatnya frekuensi kematian bayi, Paus Fransiskus juga mengangkat problem tentang penggunaan bahan kimiawi ; deterjen dan limbah dari perindustrian nyatanya telah merusak ekosistem air bersih.

Berdasarkan problem ekologis yang diangkat oleh Paus Fransiskus, maka, apa yang dilakukan oleh Formapes, sebetulnya merupakan suatu program yang signifikan karena menyentuh langsung sumber kehidupan.

Aksi Tanam Lima Ribu Anak Pohon

Paus Fransiskus berbicara tentang pentingnya pohon sebagai “paru-paru dunia” yang berfungsi untuk membersihkan udara dan menciptakan keanekaragaman hayati (LS, art 32, 33, 34 dan 35). Penanaman 5.000 anak pohon oleh Formapes di dekat sumber mata air adalah langkah krusial dalam mempertahankan ketersediaan air bersih, mencegah erosi tanah, dan melindungi sumber daya air yang sangat bergantung pada hutan serta tumbuh-tumbuhan di sekitarnya. Aksi ini menegaskan nilai penting regenerasi lingkungan yang ditekankan dalam Laudato Si’.

Paus Fransiskus memberi catatan bahwa gegara ulah manusia yang lebih banyak dipengaruhi oleh kepentingan bisnis dan semangat konsumerisme, berdampak pada bumi yang kurang kaya, tidak indah, terbatas dan kehilangan warna. Musnahnya begitu banyak pohon karena porak-poranda oleh manusia, menghilangkan begitu banyak keindahan dalam kehijauan dedaunan, yang menggambarkan betapa Allah sangat indah melalui ciptaanNya.

Sosialisasi Pemanfaatan Sampah dan Pengadaan Mesin Cacah Sampah

Formapes juga melibatkan masyarakat dalam edukasi pengelolaan sampah dan menyediakan alat-alat seperti mesin pencacah sampah. Langkah ini sejalan dengan pesan Paus Fransiskus yang menyerukan adanya perubahan pola hidup konsumtif dan budaya membuang sampah yang berlebihan (LS, art 20, 22 dan 123). Dengan memberikan edukasi dan alat yang mendukung pengolahan limbah, Formapes turut mempromosikan budaya daur ulang dan pemanfaatan sampah yang dapat berdampak positif bagi keberlanjutan lingkungan.

Dalam artikel 123, Paus Fransiskus memperlihatkan budaya konsumtif sebagai salah satu penyebab meningkatnya sampah. Menurut Bapa Suci, Niat konsumsi yang disebabkan oleh keinginan yang tak teratur; melampaui kebutuhan normal, dan sangat berdampak pada banyaknya sampah. Sedangkan pada Laudato SI, artikel 140, Paus Fransiskus menegaskan tentang pentingnya kesadaran regeneratif yang terealisasi melalui pengamanan sampah pada tempatnya.

Diskusi dan Dialog Lingkungan

Diskusi dan dialog yang diselenggarakan oleh Formapes, baik dalam seminar, workshop, maupun siaran radio, memperlihatkan komitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Paus Fransiskus menegaskan bahwa dialog adalah kunci untuk mencapai solusi lingkungan yang berkelanjutan (LS, 14, 43). Dengan memberikan ruang kepada masyarakat untuk berdiskusi, Formapes menjalankan peran penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan.

Menurut Paus Fransiskus, dialog yang mempertemukan kajian ilmiah teknis dan bahasa rakyat merupakan kesempatan untuk memikirkan kembali hubunngan manusia dengan lingkungan hidup (LS, art. 43). Sementara dalam LS, art. 163, Paus menegaskan tentang pentingnya dialog sebagai jalan paling penting untuk keluar dari penghancuran diri yang menenggelamkan.

Teologi Laudato Si’ dalam Konteks Formapes Talau

Kegiatan yang dilakukan oleh Formapes Talau mencerminkan semangat Laudato Si’ untuk membangun rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Paus Fransiskus menekankan bahwa perhatian terhadap lingkungan tidak dapat dipisahkan dari perhatian terhadap masyarakat, terutama mereka yang hidup di daerah paling rentan terhadap dampak kerusakan lingkungan. Melalui keterlibatan masyarakat, Formapes menghadirkan keadilan ekologis yang berpihak pada masyarakat pinggiran sungai, serta memastikan bahwa lingkungan tetap lestari untuk generasi mendatang.

Dalam konteks Teologi Katolik, upaya Formapes dapat dipandang sebagai tindakan nyata dalam mewujudkan panggilan Tuhan untuk merawat bumi sebagai amanah yang diberikan kepada manusia. Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa merawat bumi adalah bagian dari iman yang mendalam. Melalui aksi-aksi yang dilakukan, Formapes memperlihatkan bahwa peduli lingkungan hidup bukan hanya sebuah pilihan tetapi merupakan tanggung jawab moral dan spiritual.

Dengan demikian, keberadaan Forum Masyarakat Peduli Sungai Talau menunjukkan bahwa gerakan ini bukan sekadar upaya lokal, melainkan representasi dari kesadaran global yang didorong oleh nilai-nilai keimanan, seperti yang diserukan dalam Laudato Si’.

Keberpihakan Teologi Ekologis dalam Ensiklik Laudato Si

Berikut adalah beberapa poin penting dari keberpihakan teologi ekologis dalam Ensiklik Laudato Si’ yang ditulis oleh Paus Fransiskus, dengan beberapa artikel yang relevan:

Kepedulian terhadap Rumah Bersama Kita

Paus Fransiskus menekankan bahwa Bumi, sebagai “Rumah Bersama,” berada dalam kondisi kritis. Dalam artikel 2, Beliau mengingatkan bahwa “kita perlu merasakan bahwa kita adalah satu komunitas manusia, berbagi rumah yang sama.” (Laudato Si’ art. 2).

Krisis Ekologi sebagai Masalah Moral

Paus menegaskan bahwa krisis ekologi adalah isu moral, bukan hanya teknis. Artikel 15 menyatakan bahwa eksploitasi dan penghancuran lingkungan hidup adalah tanda dari krisis etis dan spiritual.

Hubungan Erat antara Kemiskinan dan Krisis Lingkungan

Dalam artikel 49, Paus Fransiskus menyebutkan bahwa kaum miskin sangat rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim, menciptakan ketidakadilan ekologis yang mendalam.

Ekologi Integral

Konsep ekologi integral (artikel 137-142) menekankan hubungan antara manusia dan alam sebagai bagian dari satu tatanan ciptaan. Ini berarti bahwa masalah lingkungan, keadilan sosial, dan martabat manusia harus dipertimbangkan secara menyeluruh.

Seruan untuk Bertindak

Artikel 211 mendorong semua orang untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk melestarikan dan memulihkan lingkungan, seperti dengan mengurangi konsumsi dan beralih ke energi terbarukan.

Kritik terhadap Konsumerisme dan Kapitalisme

Dalam artikel 203, Paus Fransiskus mengecam konsumerisme berlebihan dan sistem ekonomi yang mengabaikan kebutuhan lingkungan serta manusia yang paling rentan.

Melalui Ensiklik ini, Paus Fransiskus mendorong umat manusia untuk bertanggung jawab secara kolektif dalam menjaga alam sebagai bagian dari mandat iman dan tanggung jawab sosial.

Catatan Penutup 

Dari uraian panjang lebar di atas, kita temukan point teologisnya bahwa gerakan mencintai lingkungan hidup merupakan bukti paling nyata menghadirkan Allah sebagai sumber segala keindahan dan keteraturan. Dengan mencintai lingkungan hidup, manusia menjadi co-creator Allah, yang berpartisipasi dalam tindakan Allah mencipta.

Gerakan pro hidup dan pro hijau yang diinisiasi dan terbentuk sebagai Formapes merupakan wadah nyata mencintai lingkungan hidup. Dalam rangka terbentuknya Formapes untuk misi lingkungan hidup, Ketua Formapes; Rm. Sixtus Bere, Pr menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu yang selalu mendukung, mulai dari inisiasi gerakan Formapes hingga ekses di lapangan. Dirinya juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama bersama para Stake Holder dan juga kepada masyarakat bantaran sungai yang selalu terlibat aktif di mana saja dan kapan saja. Gerakan Formapes merupakan wadah, yang dengan adanya, diharapkan partisipasi masyarakat untuk membuat gerakan mencintai lingkungan hidup. Formapes siap membantu apabila dibutuhkan. Sebagai wujud cinta terhadap lingkungan hidup, tentu kerja sama sangat diharapkan.

Dalam rangka kerja sama, Ketua Formapes juga mengapresiasi Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II di Kupang, yang selalu mendukung dan memfasilitasi, mulai dari rencana hingga terlaksananya kegiatan. Dukungan berharga juga berupa sarana yang diperlukan untuk merealisasikan gerakan cinta lingkungan hidup.

Rm. Sixtus juga mengatakan bahwa sejak terbentuknya dan dikukuhkannya Formapes Talau, Formapes sudah dan selalu membangun kerja sama dan komunikasi dengan berbagai Stake Holder seperti BBWS NT II (Balai Besar Wilayah SUngai Nusa Tenggara II), Pemda Belu, Komunitas-Komunitas Pemerhati dan Masyarakat Bantaran Kali Talau. BBWS NT II mewadahi komunitas ini dengan berbagai faslitasi dan bantuan dan merekomendasikannya sebagai bagaian dari TKPSDA (Tim Koordinasi pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah SUngai Benanain) yang secara berkala melakukan pertemuan dan pembahasan beberapa isu Sumber Daya Air di NTT khususnya WS Benanain dengan lebih dari 50 DAS (Daerah Aliran SUngai).

Gerakan mitra seperti yang telah dilakukan oleh Formapes, menunjukkan bahwa mencintai lingkungan hidup, tidak selalu harus bekerja sendiri tetapi sangat memerlukan komunikasi yang baik dan kerja sama yang intens.

Mari kita cintai alam kita sebagai Rumah Bersama. Ketika kita mencintai mereka, kita menegaskan bahwa mereka adadalah saudara dan saudari dalam ciptaan.

 

Penulis : Yudel Neno, Pr

Sumber :

Ensiklik Laudato Si, Seri Dokumen Gerejawi tentang Lingkungan Hidup, Sumbangan Gagasan dari Rm. Sixtus Bere, Pr

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Natal: Jejak Cinta dalam Kesederhanaan Kandang, Palungan, dan Kain Lampin

December 25, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar

June 18, 2026

Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026

June 12, 2026

Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena

June 12, 2026

Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena

June 12, 2026

OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan

June 7, 2026

Gubernur NTT Mendukung Perayaan HKY Dekenat Mena dan Mendorong Orang Muda Berpartisipasi Aktif

June 6, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?