Yesus Wafat Agar Kita Selamat

0
37

keuskupanatambua.org,Hujan yang mengguyur Kota Atambua dan sekitarnya, namun  tidak menyurutkan semangat umat katolik setempat menuju gereja. Bangku-bangku gereja tidak memadai lagi. Kursi-kursi yang disiapkan panitia di luar gereja terisi semuanya.  Halaman depan dan samping gereja yang hampir sama luas dengan gereja padat umat katolik. Sebagian besar umat berdiri saja di bawah pohon, lainnya duduk di taman. Protokol kesehatan yang dipatuhi hanyalah menggunakan masker menutup hidung dan mulut.

Di luar gereja agak kacau ketika hujan mengguyur beberapa saat persis ketika umat sedang menyembah salib. Sejumlah besar umat basah baju dan kepala saat berlutut, tunduk berdoa di depan salib. Namun umat tetap setia khusuk dalam acara khas tahunan pada Jumat Agung.

Begitulah panorama indah saat Ibadat penyembahan Salib Yesus pada Jumat Agung (15/104/2022) di Gereja Sta. Maria Immaculata Katedral Atambua, Pusat Keuskupan Atambua, Timor.  Ibadat sore mulai pukul 15.00 wita dipimpin langsung oleh Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.

Uskup Tiarap menandakan kerendahan hati (dok. pribadi)

Dalam renungan singkatnya setelah bacaan Injil tentang kisah sengsara Yesus, Uskup Domi menjelaskan tentang pentingnya wafat Yesus. Ada manfaat besar yang kita peroleh dari kematian Yesus secara hina dan mengenaskan, seperti yang dihayati Santo Yohanes Krisostomus.

“Kematian Yesus mempersatukan kita dengan misteri keselamatan. Sebagai orang beriman kita memperoleh bagian dari darah Yesus yang tertumpah,” urai sang uskup.

Protipe hal ini telah terjadi di Mesir. Di Mesir darah dioleskan di jenang pintu. Dengan tanda itu mereka diselamatkan. Bagi kita orang beriman darah dioleskan dalam mulut kita melalui pengakuan iman gereja. Dan dioleskan dalam hati kita melalui pencurahan Roh Kudus. Dengan demikian kita diikutertakan untuk mendapat keselamatan.

Selanjutnya Uskup Domi menjelaskan, melalui darah dan air tertumpah dari lambung Yesus kita mendapat bagian dalam misteri permandian. Air yang keluar dari lambung Yesus adalah lambang dari sakramen gereja. Darah yang tertumpah dari lambungnya adalah misteri agung mengikutsertakan kita dalam keselamatan Allah.

Melalui tafsiran yang diberikan untuk menghayati Kitab Kejadian, kita yang lahir dari tulang rusuk Adam, melalui wafat Yesus kita semua dijadikan sebagai gereja. Sebagai tulang dan dari tulangNya dan daging dari dagingNya, mengalami misteri keselamatan Yesus.

“Yesus wafat supaya kita memperoleh keselamatan,” tandas Uskup mengakhiri renungan singkatnya.

Peliput : Eustakhius Mali

Editor  : Yosef M.L. Hello

 

 

SHARE