Bacaan I: Kel 20:1-17
Mazmur Tanggapan: Mzm 19:8-11
Bait Pengantar Injil: Luk 8:15
Bacaan Injil: Mat 13:18-23
Ketika membaca dan merenungkan Injil pada hari ini, terbersit beberapa pertanyaan reflektif dalam diri saya: sudah termasuk tanah yang manakah diri saya? Sudah berbuah berapa kali lipat firman Allah yang telah ditaburkan dalam diri saya?
Menjadi tanah yang subur sesungguhnya adalah yang dikehendaki oleh Allah. Sebab hanya di tanah yang subur, benih akan bertumbuh dan berbuah! Namun sejauh mana kita telah mengolah diri kita menjadi lahan yang subur?
Kita percaya, benih yang ditaburkan adalah benih yang unggul yakni Firman Allah! Penaburnya adalah Allah sendiri. Dan di mana pun benih itu jatuh pasti akan tumbuh.
Akan tetapi, subur serta berbuah dan tidaknya tergantung pada tanahnya. Yang paling bagus adalah tanah yang subur.
Allah mengajak kita untuk mengolah diri supaya menjadi tanah yang subur. Proses pengolahan itu pun membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, ketekunan dan kesetiaan.
Masih ada kesempatan bagi kita untuk mengolahnya menjadi lahan yang subur, jika hidup kita masih merupakan lahan yang gersang dan berbatu. Sang Penabur selalu memberi kesempatan untuk mengambil bagian dalam proses menyuburkan Sabda-Nya.
Lahan yang subur bagi benih firman Allah ialah hati yang terbuka untuk mendengarkan, merenungkan, dan melaksanakan Firman Allah. “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” (Mat 13:23).
Firman itu harus menjadi pelita yang menerangi langkah hidup kita. Oleh karena itu, kita mesti menjaga nyalanya. Kita mesti berjuang agar pelita itu tidak padam.
Saya percaya hidup kita akan semakin berbuah jika kita tidak hanya sibuk dengan kepentingan diri sendiri. Hidup kita pun akan semakin berbuah bila segala sesuatu yang kita lakukan tidak berorientasi hanya untuk memperkaya diri sendiri.
Panggilan hidup dan karya kita adalah untuk kemuliaan Allah!
Tuhan memberkati dan Ave Maria!
Rm. Frans Katino,
Trending
- Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
- Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
- Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
- Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
- Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
- Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
- Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
- Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
