Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart
  • Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar
  • Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026
  • Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
  • Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
  • OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan
  • Gubernur NTT Mendukung Perayaan HKY Dekenat Mena dan Mendorong Orang Muda Berpartisipasi Aktif
  • Perluas Wawasan: Panitia HKY 2026 Bakal Hadirkan Empat Narasumber dalam Seminar Hati Kudus Yesus
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Harian»Agar Tidak Menjadi Batu Sandungan
Renungan Harian

Agar Tidak Menjadi Batu Sandungan

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaAugust 9, 2021No Comments206 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bacaan I: Ul 10:12-22
Mazmur Tanggapan: Mzm 147:12-15.19-20
Bait Pengantar Injil: 2Tes 2:14
Bacaan Injil: Mat 17:22-27

Dalam Injil hari ini, Yesus berhadapan dengan tuntutan untuk membayar pajak Bait Allah. Berawal dari pertanyaan petugas bea di Bait Allah kepada Petrus: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?” (Mat 17:24).

Sebenarnya Yesus enggan membayar pajak karena perilaku para pemungut bea yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Namun pada akhirnya Yesus pun mau membayar pajak.

Satu hal yang menarik untuk kita renungkan kali ini adalah alasan mengapa Yesus membayar pajak.

Satu-satunya alasan yang terungkap dengan jelas dalam teks kali ini adalah “supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka”. “Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kau pancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.” (Mat 17:27).

Batu sandungan bisa kita mengerti sebagai penghambat bagi orang lain, bagi sebuah kebijakan tertentu, bagi kesejahteraan bersama. Menjadi batu sandungan berarti menghambat orang lain atau kelompok tertentu.

Yesus tentu tidak menghendaki gara-gara hal sederhana menjadi penghambat perkembangan dan kemajuan bersama. Yesus tetap mendukung kesejahteraan bersama. Walaupun Dia tetap kritis terhadap praktek-praktek yang tidak bertanggung jawab.

Dalam hidup bersama, ketika sebuah kebijakan sudah ditetapkan bersama, mestinya semua wajib menghargai dan menjalankannya. Tidak ada seorang pun yang boleh seenaknya terhadap kebijakan bersama. Bahkan, orang yang berkuasa pun wajib melaksanakannya. Mereka tidak bisa semena-mena mengubah kebijakan yang diperuntukkan bagi kesejahteraan umum.

Dalam kehidupan bersama tentu kita tidak bisa memaksakan kehendak pribadi. Seharusnya kepentingan bersama lebih diutamakan ketimbang kepentingan pribadi.

Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang selalu memaksakan kehendak dan kepentingan pribadinya. Bahkan, tidak jarang ini pun terjadi dalam lingkup pastoral!

Oleh karena itu, marilah berusaha agar hidup kita terus mengalirkan berkat bagi banyak orang. Kita tetap terlibat dengan penuh tanggung jawab dalam kehidupan bersama.

Semoga kita tidak menjadi batu sandungan bagi kehidupan bersama. Kita berproses untuk semakin bijak dalam memandang pelbagai aturan yang mesti ditaati bersama.

Hendaknya kita tidak memaksakan kehendak pribadi di atas kepentingan bersama.

Tuhan memberkati dan Ave Maria!

Romo Frans Katino, Pr

Editor: Okto Klau

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ego Sum Via Veritas Vita : Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup

May 16, 2025

Berilah Dengan Cuma-Cuma

December 7, 2024

Dalam Penderitaan, Ada Harapan Baru

November 28, 2024

Relakah Untuk Memberi?

November 25, 2024

Jangan Pernah Ragu

November 23, 2024

Mengusir Kepentingan Dunia

November 22, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart

June 21, 2026

Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar

June 18, 2026

Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026

June 12, 2026

Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena

June 12, 2026

Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena

June 12, 2026

OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan

June 7, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?