Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
  • Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
  • Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
  • Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
  • Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
  • Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
  • Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Harian»Mati Satu Tumbuh Seribu
Renungan Harian

Mati Satu Tumbuh Seribu

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaAugust 10, 2021No Comments151 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bacaan I: 2Kor 9:6-10
Mazmur Tanggapan: Mzm 112:1-2.5-9
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12b
Bacaan Injil: Yoh 12:24-26

Ungkapan ini tentu tidak asing lagi di telinga kita yakni “mati satu tumbuh seribu”. Sebuah ungkapan yang bermakna harapan. Kematian tidak melulu penghabisan. Justru dari kematian yang penuh makna akan lahir harapan-harapan baru.

Injil hari ini juga mengungkapkan hal yang senada. Yesus mengatakan: “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” (Yoh 12:24).

Sabda itu sungguh nyata dalam diri Yesus sendiri. Kematian-Nya bukanlah akhir atau penghabisan misi-Nya! Justru melalui Kematian-Nya bertumbuh benih-benih baru yang menyelamatkan!

Hari ini, Gereja merayakan pesta Santo Laurensius. Seorang Diakon dan martir Gereja awal yang dibunuh pada pengajaran Kaisar Valerian pada tahun 258 M. Dia percaya dan menyerahkan diri pada Kristus secara total.

Demi imannya itu, dia pun bersedia mati! Dia rela menumpahkan darah demi imannya kepada Kristus. Dalam catatan-catatan tradisi abad ke-4 menceritakan tentang tanggapan berani dari Santo Laurensius terhadap permintaan antek-antek Valerian untuk memberikan harta-kekayaan Gereja. Keesokan harinya, Laurensius muncul dengan banyak sekali orang miskin dan cacat dari kota Roma – semua yang dilayani oleh diakon Laurensius. Di hadapan para pejabat kekaisaran, Laurensius menyatakan: “Inilah harta-kekayaan Gereja”. Untuk “keberanian” ini, Laurensius dibakar hidup-hidup.

Kesaksian dan darah para martir telah menyuburkan benih-benih iman akan Kristus. Kemartiran mereka semakin menyuburkan pertumbuhan benih Gereja. Kemartiran mereka juga semakin menumbuhkan militansi iman.

Kita semua dipanggil untuk berani berkorban. Kita dipanggil untuk dengan sukarela merangkul “kemartiran” kecil-kecilan sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Kita dipanggil untuk menjadi pengikut Kristus yang militan. Kemartiran kita saat ini tidak harus mengorbankan diri dan mati. Hal yang lebih mendesak adalah kesaksian hidup yang nyata! Kehadiran kita dimanapun harus menjadi pancaran kasih Kristus yang nyata. Kemartiran kita tunjukkan juga dalam keberanian menyangkal atau mengesampingkan diri sendiri untuk menolong orang-orang lain. Kemartiran kita tunjukkan dengan keberanian untuk selalu berdiri tegak demi Injil Yesus Kristus. Pengorbanan kita demi iman semakin menyemarakkan Kerajaan Allah di dunia!

Tuhan memberkati dan Ave Maria!
Rm. Frans Katino, Pr

Editor: Okto Klau

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ego Sum Via Veritas Vita : Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup

May 16, 2025

Berilah Dengan Cuma-Cuma

December 7, 2024

Dalam Penderitaan, Ada Harapan Baru

November 28, 2024

Relakah Untuk Memberi?

November 25, 2024

Jangan Pernah Ragu

November 23, 2024

Mengusir Kepentingan Dunia

November 22, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV

August 25, 2026

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok

August 4, 2026

Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta

August 1, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?