Romo Eman Kiik Mau, Pr
Hari ini Gereja memperingati Santo Vinsensius a Paulo, Imam. Fokus pelayanan pastoralnya ialah kepedulian pada fakir miskin yang menderita. Semangat kerasulan khas orang kudus ini dilanjutkan dan dihidupi oleh anggota Kongregasi Misi dan Kongregasi Putra-Putri Kasih yang didirikannya.
Bersama para pengikut Santo Vinsensius a Paulo, kita perkuat kepedulian dan pelayanan kita kepada fakir miskin yang menderita. Pada merekalah kita jumpai Tuhan yang menanggung banyak penderitaan.
Kita mau belajar bersama Santo Vinsensius a Paulo. Ia punya perhatian yang besar pada anak-anak seminaris calon imam Tuhan, anak-anak yatim piatu dan orang yang miskin.
Ada 5 Spiritualitas yang diajarkan oleh Santo Vinsensius a Paulo, antara lain:
1. Sederhana
2. Rendah hati
3. Lemah lembut
4. Matiraga
5. Semangat untuk keselamatan jiwa-jiwa.
Seorang anak kecil akan lebih mudah diberitahu dan diberi pengertian tentang sesuatu. Hal ini akan berdampak besar untuk hidupnya di masa depan.
Anak kecil mendengarkan orang lain dengan tulus. Demikian juga ketika diperintah orang yang lebih tua, akan menjalankan dengan polos. Ketika sedang melakukan kesalahan pun, ia akan lebih mudah mengakui kesalahan dengan jujur. Tulus dan polos itu perlu untuk mendengarkan dan melaksanakan perintah Tuhan.
Belajar dari anak kecil, kita juga diajak agar lebih terbuka hati, polos, jujur, apa adanya di hadapan Allah dan sesama. Kebesaran seseorang ditentukan bagaimana sikap hatinya. Luk 9:46-50.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus, kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa.
Romo Eman Kiik Mau, Pr
**Editor : Okto Klau
Trending
- Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
- Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
- Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
- Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
- Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
- Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
- Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
- Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
