
Bacaan suci hari ini menyajikan kepada kita syarat mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya.
Yesus mengemukakan syarat ini, “Kalau seorang datang kepada-Ku dan tidak membenci ayah, ibu, istri, anak-anak dan saudara-saudarinya, bahkan nyawanya sendiri, dia tidak dapat menjadi murid-Ku. Orang yang tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, tidak dapat menjadi murid-Ku.”
Kalau hidup Yesus menjadi tolok ukur menjadi murid-Nya, maka sebetulnya kualitas yang diharapkan dari seorang murid Yesus bukanlah kualitas minimum seperti tuntutan minimum pada orang pada awal mencari pekerjaan, melainkan kualitas yang maximum, kualitas seperti kualitas hidup Yesus sendiri.
Kalau kualitas yang dimaksudkan ini diaplikasikan pada 3 level cinta, yakni:
1. Eros : Cinta Sex – Level Pertama
2. Philia: Cinta Persahabatan – Level Kedua
3. Agape: Cinta Sejati – Level Ketiga
Kualitas yang dimaksudkan oleh Yesus ada pada level ketiga yakni Agape. Maka, cinta seorang murid Yesus haruslah cinta agape, cinta tanpa batas termasuk mencintai musuh-musuh.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus, kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa.
Romo Eman Kiik Mau, Pr
**Editor : Okto Klau
Trending
- Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
- Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
- Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
- Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
- Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
- Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
- Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
- Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
