
Bacaan suci hari ini menyajikan kepada kita syarat mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya.
Yesus mengemukakan syarat ini, “Kalau seorang datang kepada-Ku dan tidak membenci ayah, ibu, istri, anak-anak dan saudara-saudarinya, bahkan nyawanya sendiri, dia tidak dapat menjadi murid-Ku. Orang yang tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, tidak dapat menjadi murid-Ku.”
Kalau hidup Yesus menjadi tolok ukur menjadi murid-Nya, maka sebetulnya kualitas yang diharapkan dari seorang murid Yesus bukanlah kualitas minimum seperti tuntutan minimum pada orang pada awal mencari pekerjaan, melainkan kualitas yang maximum, kualitas seperti kualitas hidup Yesus sendiri.
Kalau kualitas yang dimaksudkan ini diaplikasikan pada 3 level cinta, yakni:
1. Eros : Cinta Sex – Level Pertama
2. Philia: Cinta Persahabatan – Level Kedua
3. Agape: Cinta Sejati – Level Ketiga
Kualitas yang dimaksudkan oleh Yesus ada pada level ketiga yakni Agape. Maka, cinta seorang murid Yesus haruslah cinta agape, cinta tanpa batas termasuk mencintai musuh-musuh.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus, kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa.
Romo Eman Kiik Mau, Pr
**Editor : Okto Klau
Trending
- Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart
- Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar
- Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026
- Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
- Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
- OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan
- Gubernur NTT Mendukung Perayaan HKY Dekenat Mena dan Mendorong Orang Muda Berpartisipasi Aktif
- Perluas Wawasan: Panitia HKY 2026 Bakal Hadirkan Empat Narasumber dalam Seminar Hati Kudus Yesus
