
Ilustrasi gambar: sesawi.net
Markus 9:2: “Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,…”
Dalam Kitab Suci sering dikisahkan bahwa naik ke gunung berarti bersatu dengan Allah karena di sana alamnya bebas dari keributan dan gangguan yang membuat orang merasa dekat dengan Allah.
Musa dalam Kel. 24:17 naik ke gunung Sinai. Di sana ia tinggal 40 hari.
Begitu pun Elya yang diancam mati oleh Ratu Izabel, melarikan diri ke padang gurun. Saat dia lapar Tuhan mengutus Malaikat memberinya roti. Ia makan roti itu dan memperoleh kekuatan sehingga ia bisa sampai ke gunung Horeb.
Di sana Allah berbicara dengan dia tentang apa yang harus ia jalankan.
Sanggupkah kita menciptakan suasana hening di rumah kita sehingga kita bisa dekat dengan Allah dalam doa kita dan bisa mendengarkan pesan Allah dalam hidup kita?
Mari ciptakan suasana Gunung di rumah kita agar bersama seluruh anggota keluarga kita bisa akrab dengan Allah dalam doa kita.
Kita berdoa: “Tuhan Yesus Kristus Engkau mengajar kami untuk dekat dengsn Bapa di surga dalam doa. Semoga kami selalu menyiapkan waktu untuk bersatu dengan Bapa di surga dalam keheningan kami. Amin.”
Salam dan doa,
P. Vincentius Wun, SVD
