
Sumber Gambar: merifica.net
Dalam Refleksi Iman hari ini, kita bisa dengan jelas menangkap sikap Yesus. Yesus tidak pernah mengkotak-kotakkan orang dan menolak orang. Yesus selalu terbuka terhadap setiap orang. Manusialah yang menolak Yesus karena Yesus justru baik terbuka namun tidak dipahami oleh orang Farisi dan Saduki.
Apakah kita mampu meniru sikap Yesus? Mau dan menerima setiap orang, meskipun orang itu membenci dan menolak kita?
Sikap terbuka adalah ciri khas Allah yang selalu menerima, memberi berkat rahmat-Nya kepada siapa saja.
Masalahnya, banyak orang yang mau datang mendekatinya, karena mereka lebih memilih jalan lain yang menjauhkan dirinya dari Allah. Banyak orang yang pergi ke dukun dan orang pintar, agar hidup jadi enak dan terhormat, namun itu hanya sementara saja dan bersekutu dengan roh kegelapan.
Hari ini Gereja memperingati Santo Polikarpus, Uskup dan Martir. Polikarpus lahir antara tahun 69-80. Ia menjadi salah satu murid dari Rasul Yohanes dan menjadi generasi penerus kedua belas rasul. Ia menjadi imam yang baik dan kemudian diangkat menjadi Uskup di Smyrna yang kini menjadi wilayah Negara Turki. Ia dikenal sebagai gembala umat yang kudus dan berani.
Santo Polikarpus setia dan beriman teguh pada Tuhan hingga akhir hidupnya. Kepada Kaisar, Polikarpus berkata, “Aku telah melayani Kristusku 85 tahun lamanya, namun belum pernah sekali pun Ia berbuat jahat kepadaku. Bagaimana aku dapat mengutuki Kristusku, Juru Selamatku?”
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
