
Cinta Radikal, Mengasihi Musuh, Sumber: gbik.info
Injil Yohanes hari ini berkisah tentang imam-imam kepala dan orang-orang Farisi yang bersepakat untuk membunuh Yesus. Alasan dari ambisi jahat mereka karena semakin banyak orang yang percaya kepada Yesus dan banyak orang yang mulai mengikuti-Nya. Namun tak sedikit orang yang mulai merasa terganggu dengan kehadiran Yesus dan membenci-Nya, tetapi Yesus sama sekali tidak membalas perbuatan jahat yang mereka lakukan. Yesus memahami bahwa mereka terobsesi terhadap buaian duniawi, seperti kekuasaan dan harta benda, yang akhirnya memunculkan perasaan iri hati dan keserakahan. Karena itu, para imam kepala dan orang Farisi memilih untuk membinasakan Yesus.
Dari kisah hari ini, kita mau belajar tentang ketekunan dan kegigihan dari perbuatan baik yang Yesus lakukan. Yesus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan tiada henti melakukan kebaikan. Cinta Yesus amat radikal, sehingga Ia membayar kebencian dengan cinta yang luar biasa yakni pengorbanan dan keselamatan melalui wafat-Nya di kayu salib.
Hari ini Yesus mengajak kita semua untuk mau memaafkan orang yang membenci kita, mau untuk terus bersaksi tentang kebenaran walau dalam kesulitan sekali pun dan mau selalu mengasihi walau tidak mendapatkan balasan kasih sedikit pun.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Selamat akhir pekan. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
