
Ilustrasi gambar: jangipan.com
Yohanes 12:3-5:”Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”
Maria dari Bethany dan Yudas Iskariot menampilkan kepada kita tipe murid: murid yang benar dan murid yang salah. Harga minyak wangi asli yang dipakai Maria untuk membasuh kaki Yesus itu adalah minyak yang mahal harganya. Harganya sama dengan uang sebesar gaji setahun. Hal ini menunjukkan betapa Maria mencintai Yesus. Penghormatannya pada Yesus itu tulus dan murni.
Yesus menghargai bukti cinta Maria yang murni semurni minyak narwastu yang dipakai untuk membasuh kaki Yesus.
Di pihak lain, Yudas menggambarkan pribadi yang curang dan penuh perhitungan.
Pertanyaan bagi kita apakah cinta kita pada Yesus penuh perhitungan seperti Yudas atau murni seperti Maria dari Bethania?
Kita berdoa:” Tuhan Yesus semoga aku memiliki hati yang tulus dan murni dalam kasihku kepada-Mu dan sesamaku. Amin.”
Salam dan doa.
P. Vincentius Wun, SVD
