
KeuskupanAtambua.org — Perayaan Ekaristi bersama menjadi puncak peringatan Hari Praeses Seminari Santa Maria Immaculata Lalian pada Sabtu (28/3/2026). Perayaan syukur yang berlangsung di Kapela Seminari Lalian itu meneguhkan satu pesan utama: kebersamaan adalah dasar penting dalam membangun komunitas dan membentuk masa depan para seminaris.

Ekaristi yang dimulai pukul 07.30 Wita itu berlangsung khidmat. Hadir dalam perayaan tersebut para romo, frater, suster, bapak-ibu guru, para pegawai, karyawan-karyawati yang berkarya di Seminari Lalian, serta sejumlah undangan.

Perayaan dipimpin oleh Rm. Daniel Makbalin, Pr. Dalam homilinya, ia menekankan bahwa hidup dalam satu atap, satu rumah, dan satu komunitas berarti hidup dalam kesiapsediaan untuk saling melengkapi dan saling menyembuhkan. Menurut dia, setiap orang memiliki luka dalam hidup, tetapi luka-luka itu tidak boleh dibiarkan menjadi sumber jarak di dalam komunitas.

Karena itu, setiap anggota komunitas dipanggil untuk mengambil bagian dalam proses penyembuhan tersebut. Dalam konteks hidup bersama di seminari, Romo Praeses dipandang sebagai penanggung jawab pertama yang hadir sebagai bapa bagi semua, terutama dalam merawat, mempersatukan, dan membantu menyembuhkan luka-luka yang ada di tengah komunitas.

Pesan yang sama kemudian ditegaskan kembali oleh Rm. Hironimus Masu. Ia mengatakan, tujuan lembaga hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur yang ada di dalamnya berjalan bersama dalam semangat persatuan. Setiap orang, katanya, hadir dengan cara dan kepribadian masing-masing, tetapi semuanya diarahkan pada tujuan yang sama.

Tujuan itu ialah membentuk para seminaris agar kelak menjadi pribadi yang berguna bagi masa depan Gereja dan bangsa. Lebih jauh, para seminaris juga diharapkan mampu menjadi kebanggaan orangtua, lembaga, dan masyarakat melalui perjuangan mereka dalam menata masa depan.

Seusai perayaan Ekaristi, sukacita kebersamaan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Para romo dan undangan menikmati santap siang di kamar makan patres, sementara para siswa makan bersama di kamar makan siswa dengan suasana yang penuh kegembiraan. Kebersamaan sederhana itu menjadi pelengkap yang menegaskan makna Hari Praeses sebagai perayaan keluarga besar seminari.

Peringatan Hari Praeses tahun ini dengan demikian tidak berhenti pada seremoni liturgis, melainkan menjadi momentum reflektif untuk meneguhkan kembali arah pembinaan di Seminari Lalian. Harapannya, semangat kekeluargaan dan persaudaraan semakin tumbuh, sehingga lembaga ini terus menjadi tempat lahir dan bertumbuhnya remaja-remaja yang terpanggil untuk dipersiapkan menjadi calon pastor pada masa depan.
Penulis: Yoseph A. Lopez & Aelredus Reigeno Nahak – Editor: Yudel Neno
