
MENA — KeuskupanAtambua.org – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong Orang Muda Katolik atau OMK se-Dekenat Mena tidak berhenti pada euforia kegiatan, tetapi mulai merumuskan langkah konkret berbasis potensi lokal.

Pesan itu disampaikan Gubernur NTT saat menghadiri kegiatan dalam rangka Hari Raya Hati Kudus Yesus, Pelindung Dekenat Mena, di Aula Dekenat Mena, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kamis, 11 Juni 2026. Perayaan ini akan berpuncak pada Jumat, 12 Juni 2026.

Kedatangan Gubernur NTT bersama Bupati TTU disambut umat dan OMK se-Dekenat Mena. Dalam sambutannya, Deken Dekenat Mena menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTT dan Bupati TTU di tengah umat.

Kehadiran kedua pemimpin daerah itu dinilai menjadi bentuk perhatian terhadap kehidupan menggereja, orang muda, dan masyarakat di wilayah perbatasan.
Di hadapan OMK, Gubernur NTT menegaskan bahwa masa depan TTU berada di tangan orang muda. Karena itu, OMK diajak tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi juga sebagai kekuatan produktif yang mampu membaca potensi daerah.
“Orang muda, silakan bermimpi,” demikian pesan Gubernur NTT kepada OMK.
Menurut Gubernur, kegiatan OMK se-Dekenat Mena perlu dilihat lebih jauh dampaknya. Aktivitas perarakan Arca Hati Kudus Yesus dari paroki ke paroki, misalnya, tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga dapat menggerakkan kehidupan sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan.
Karena itu, ia meminta OMK merumuskan apa yang dapat dilakukan secara konkret sesuai potensi lokal yang dimiliki Dekenat Mena. Apalagi, wilayah ini berada langsung di batas negara sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih kuat.

Gubernur juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas pendidikan. Ia menyampaikan keprihatinan terhadap kemampuan akademik di NTT yang masih berada pada posisi bawah secara nasional. Salah satu langkah sederhana yang ia dorong ialah membangun kebiasaan membaca dan belajar di tengah keluarga.
Menurut dia, setiap hari anak-anak perlu didorong untuk membaca dan belajar secara serius. Upaya itu menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperbaiki mutu pendidikan di NTT.
Dalam bidang ekonomi, Gubernur NTT mendorong OMK untuk mengembangkan produk lokal. Ia bahkan menyampaikan gagasan tentang NTT Mart di Dekenat Mena sebagai ruang pemasaran produk-produk lokal. OMK diminta menyiapkan rencana bisnis, memperkuat model usaha, dan mendorong produksi yang konkret.
“Kalau bisa, kegiatan ini harus melahirkan sesuatu yang konkret untuk mengembangkan potensi daerah,” ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan bahwa anak muda yang ingin bekerja di mana saja perlu mengikuti prosedur resmi. Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, siap memberi dukungan, termasuk melalui skema pendanaan sesuai mekanisme yang berlaku.
Setelah menyampaikan sambutan, Gubernur NTT mengunjungi stand-stand pameran paroki. Ia melihat langsung berbagai produk lokal karya OMK dan membeli sejumlah produk sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas orang muda.
Kunjungan itu menjadi penegasan bahwa perayaan iman dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi. Di Dekenat Mena, OMK tidak hanya diajak merayakan Hari Raya Hati Kudus Yesus, tetapi juga menyiapkan masa depan daerah melalui karya yang produktif.
oleh Yudel Neno
