Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Mengelola Kelekatan Emosional dan Memperdalam Relasi Spiritual
  • Civitas Akademika SMAS Seminari Lalian Tutup Bulan Rosario dengan Ziarah Rohani di Tanjung Bastian
  • Sibuk karena Penting dan Sibuk untuk Tuhan
  • Beriman Teguh pada Kristus
  • Uskup Atambua Ajak Umat Jadikan Perarakan Ina Maria sebagai Momentum Pembaruan Iman dan Kedamaian Keluarga
  • Memahami Tiga Keadaan Gereja dalam Persekutuan hal Kudus dan para Kudus
  • Mulai Bahagia di Dunia, Sempurna di Surga
  • Yang Tinggi dan Yang Rendah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Serial»Mengelola Kelekatan Emosional dan Memperdalam Relasi Spiritual
Renungan Serial

Mengelola Kelekatan Emosional dan Memperdalam Relasi Spiritual

Belajar Berjalan dalam Tuntunan Firman Tuhan, Renungan Serial Rabu 4 November 2026 - Pekan Biasa XXXI - Tahun A - PW S. Karolus Boromeus, Uskup
Sponsored By: Komsos Keuskupan AtambuaKomsos Keuskupan AtambuaNovember 4, 2026No Comments3 Mins Read
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Mengelola Kelekatan Emosional dan Memperdalam Relasi Spiritual – oleh Rm. Yudel Neno, Pr

Renungan

Dalam psikologi, dikenal istilah attachment atau kelekatan emosional, yakni ikatan batin yang wajar dalam hubungan antarmanusia. Kelekatan yang sehat membuat seseorang merasa aman, diterima, dan mampu bertumbuh. Namun, apa jadinya ketika kedekatan berubah menjadi ketergantungan? Orang dapat kehilangan kebebasan untuk mengambil keputusan karena takut ditinggalkan, mencari persetujuan, atau ingin menguasai orang yang dikasihinya. Bagi seorang imam, di sinilah kedewasaan afektif diuji: mampu mengasihi dengan tulus tanpa terikat secara berlebihan. Kedekatan dengan keluarga dan sahabat tentu bernilai, bahkan dapat menguatkan panggilan. Akan tetapi, setiap relasi perlu diarahkan kepada Kristus agar kasih tidak menyempit pada seseorang, melainkan menjangkau semakin banyak orang.

Inilah yang ditegaskan Yesus dalam Injil hari ini. Ketika meminta murid-Nya “membenci” ayah, ibu, keluarga, bahkan nyawanya sendiri, Yesus tidak sedang mengajarkan kebencian. Dalam cara bertutur semitis, ungkapan tajam itu menegaskan pilihan yang utama: kasih kepada Kristus harus mendahului segala ikatan lainnya. Jadi, keluarga tetap dikasihi, tetapi tidak boleh menggantikan kedudukan Tuhan. Dua perumpamaan tentang orang yang membangun menara dan raja yang menghadapi peperangan menggarisbawahi perlunya menghitung konsekuensi secara matang sebelum menjadi murid. Memikul salib berarti siap menanggung pengorbanan karena setia mengikuti-Nya. Melepaskan segala milik berarti bebas dari harta dan rela berbagi. Dalam pelayanan, tuntutan ini mencakup keberanian melepaskan sikap posesif terhadap orang terdekat.

Pada peringatan Santo Karolus Boromeus hari ini, kebebasan itu menjadi nyata. Meski berasal dari keluarga bangsawan, ia memilih kesederhanaan dan menggunakan kekayaannya untuk membantu orang miskin. Ketika wabah melanda Milan, ia hadir untuk membantu mereka yang kelaparan dan mendampingi orang sakit. Dari mana keberanian ini berasal? Dari persatuannya dengan Kristus yang dipelihara melalui doa, Ekaristi, dan pertobatan. Teladannya menegaskan bahwa kedalaman spiritual tidak berhenti pada kesalehan pribadi, tetapi melahirkan kasih yang berani berkorban.

Karena itu, bagi kita semua, terutama para imam, kebebasan batin bukan berarti menjauhi manusia, melainkan menyediakan diri sepenuhnya bagi pelayanan. Semakin Kristus menjadi pusat hidup, semakin luas pula ruang kasih kita bagi sesama.

Niat

Mengenali kelekatan yang menghambat kebebasan batin dan menatanya melalui doa serta refleksi yang jujur. Selanjutnya memperluas pelayanan dengan menyediakan waktu dan perhatian bagi mereka yang membutuhkan, termasuk di luar lingkaran terdekat saya.

Doa

Tuhan Yesus, murnikanlah hatiku agar setiap hubungan bertumbuh dalam kebebasan dan kasih-Mu. Ajarlah aku mengutamakan Engkau, memikul salib, serta mempersembahkan waktu dan milikku bagi sesama. Semoga teladan Santo Carolus Boromeus meneguhkan kesetiaanku untuk melayani dengan rendah hati dan tanpa pilih kasih. Amin.

Editor – Yosef Hello, Published by Yudel Neno

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Sibuk karena Penting dan Sibuk untuk Tuhan

Sponsor: Komsos Keuskupan AtambuaNovember 3, 2026

Beriman Teguh pada Kristus

Sponsor: Komsos Keuskupan AtambuaNovember 2, 2026

Mulai Bahagia di Dunia, Sempurna di Surga

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua November 1, 2026

Yang Tinggi dan Yang Rendah

Sponsor: Komsos Keuskupan AtambuaOctober 31, 2026

Berbuat Baik

Sponsor: Komsos Keuskupan AtambuaOctober 30, 2026

Tetap Berjalan dalam Panggilan

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 29, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

BERITA TERBARU

Mengelola Kelekatan Emosional dan Memperdalam Relasi Spiritual

Sponsor: Komsos Keuskupan AtambuaNovember 4, 2026

Civitas Akademika SMAS Seminari Lalian Tutup Bulan Rosario dengan Ziarah Rohani di Tanjung Bastian

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua November 3, 2026

Sibuk karena Penting dan Sibuk untuk Tuhan

Sponsor: Komsos Keuskupan AtambuaNovember 3, 2026

Beriman Teguh pada Kristus

Sponsor: Komsos Keuskupan AtambuaNovember 2, 2026

Uskup Atambua Ajak Umat Jadikan Perarakan Ina Maria sebagai Momentum Pembaruan Iman dan Kedamaian Keluarga

Sponsor: Komsos Keuskupan AtambuaNovember 1, 2026

Memahami Tiga Keadaan Gereja dalam Persekutuan hal Kudus dan para Kudus

Sponsor: Komsos Keuskupan AtambuaNovember 1, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?