
TIMOR TENGAH UTARA, LALIAN NEWS — KeuskupanAtambua.org – Seluruh civitas akademika SMAS Seminari Lalian, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar ziarah rohani dan rekreasi bersama di kawasan Pantai Tanjung Bastian, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu (31/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diselenggarakan untuk menutup rangkaian pesta keluarga dan Bulan Rosario sekaligus mempererat persaudaraan serta membangun semangat kebersamaan dalam lingkungan pendidikan calon imam.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan keberangkatan rombongan dari kompleks Seminari Lalian pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Rombongan menempuh perjalanan secara berkelompok berdasarkan kelas dan tiba di kawasan wisata Tanjung Bastian sekitar pukul 17.00 WITA.
Pola perjalanan tersebut dilaksanakan berdasarkan arahan Romo Prefek selaku koordinator kegiatan guna memastikan kelancaran mobilisasi, koordinasi, dan pendampingan para seminaris selama perjalanan.
Sehari sebelumnya, Jumat (30/10/2026), tim pendahulu bersama Frater Ari Tefa telah diberangkatkan menuju lokasi untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis kegiatan.
Persiapan itu dilakukan melalui koordinasi dengan Pastor Paroki Wini, Rm. Yoris Giri, Pr., serta Camat Insana Utara, Yohanes Olin, yang juga merupakan orang tua dari Kevin Olin, salah seorang seminaris kelas X.
Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun para imam yang bertugas di sejumlah paroki sepanjang jalur perjalanan menuju Tanjung Bastian.
Dukungan diberikan antara lain oleh Pastor Paroki Fatuoni, Rm. Frans Naikofi, Pr., Pastor Paroki Ponu, Rm. Jhon Paul Naben, Pr., serta Pastor Paroki Mena, Rm. Yohanes Seran, Pr.
Perhatian khusus juga datang dari Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., melalui koordinasi dengan Pastor Paroki Wini, Rm. Yoris Giri, Pr.
Bupati menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut dan memberikan izin kepada para seminaris untuk melaksanakan berbagai aktivitas pembinaan serta rekreasi di kawasan wisata Tanjung Bastian.
Menurut Bupati, lingkungan alam terbuka menjadi salah satu ruang pembelajaran yang baik bagi para seminaris sebagai calon imam masa depan Gereja dan bangsa.
Melalui kegiatan di alam terbuka, para seminaris diharapkan tidak hanya menikmati keindahan lingkungan, tetapi juga membangun kedekatan dengan alam, memperkuat relasi sosial, serta mengembangkan kepribadian yang semakin matang.
Setibanya di Tanjung Bastian, para seminaris bersama pendamping langsung menata barang bawaan dan mempersiapkan tempat bermalam sesuai pembagian kelompok masing-masing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa Rosario bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus penutupan rangkaian devosi kepada Bunda Maria sepanjang Oktober.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para seminaris mengisi malam dengan berbagai kegiatan dinamika kelompok yang diatur secara mandiri oleh masing-masing kelas.
Berbagai aktivitas tersebut menjadi kesempatan bagi para seminaris untuk mengembangkan kreativitas, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat persaudaraan di luar rutinitas pembinaan formal seminari.

Pada Minggu (1/11/2026), seluruh peserta mengikuti Perayaan Ekaristi dalam rangka Hari Raya Semua Orang Kudus.
Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Preses Seminari Lalian, Rm. Hironimus Masu, Pr.

Dalam homilinya, Rm. Hironimus menekankan pentingnya membangun relasi spiritual dengan para kudus serta meneladani kehidupan mereka sebagai bagian dari perjalanan iman menuju kekudusan.
Ia mengingatkan para seminaris bahwa panggilan menuju kekudusan bukan sekadar cita-cita rohani, melainkan tuntutan nyata yang harus diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan kesetiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut ditegaskan melalui kutipan Surat Pertama Rasul Petrus 1:15–16 yang mengajak setiap orang beriman untuk menjadi kudus dalam seluruh hidupnya sebagaimana Allah yang memanggil manusia adalah kudus.
Bagi para seminaris, pesan kekudusan itu memiliki makna khusus karena proses pendidikan dan pembinaan di seminari diarahkan untuk membentuk pribadi yang semakin dewasa secara manusiawi, rohani, intelektual, dan sosial.
Seusai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama, persiapan makan siang, serta rekreasi di kawasan pantai.
Para seminaris memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati keindahan alam Tanjung Bastian melalui berbagai kegiatan, antara lain berenang, bermain sepak bola, bernyanyi, dan menampilkan kreativitas masing-masing.
Interaksi yang berlangsung dalam suasana santai itu menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarseminaris, para pembina, dan seluruh unsur civitas akademika.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan meninggalkan kawasan Tanjung Bastian pada Minggu sore sekitar pukul 16.00 WITA dan tiba kembali di kompleks Seminari Lalian pada pukul 17.30 WITA dalam keadaan selamat.
Pihak Seminari Lalian menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan kegiatan yang dinilai menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat semangat kekeluargaan dalam komunitas seminari.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rekreasi tahunan, tetapi menjadi pengalaman pembinaan yang turut menumbuhkan kesadaran akan pentingnya persaudaraan, kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Secara khusus, civitas akademika SMAS Seminari Lalian menyampaikan terima kasih kepada Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., Pastor Paroki Wini, Rm. Yoris Giri, Pr., Camat Insana Utara, Yohanes Olin, Pastor Paroki Fatuoni, Rm. Frans Naikofi, Pr., Pastor Paroki Ponu, Rm. Jhon Paul Naben, Pr., dan Pastor Paroki Mena, Rm. Yohanes Seran, Pr.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dinas Pariwisata setempat serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Pihak seminari berharap kerja sama dan hubungan baik yang telah terbangun dengan pemerintah daerah, para imam, dan masyarakat dapat terus dipelihara sebagai bagian dari dukungan bersama terhadap proses pendidikan dan pembinaan calon imam.
“Semoga Bunda Maria Immaculata senantiasa mendoakan dan Tuhan Yesus memberkati seluruh niat baik serta ketulusan hati yang selalu membantu. Semoga ke depannya kita tetap menjadi sahabat dalam perjuangan dan masa depan,” demikian ungkapan syukur dan harapan yang disampaikan pihak Seminari Lalian.
Melalui ziarah rohani dan rekreasi bersama tersebut, SMAS Seminari Lalian kembali menegaskan pentingnya keseimbangan antara pembinaan spiritual, pengembangan kepribadian, dan penguatan persaudaraan sebagai bagian integral dari proses formasi para calon imam.
Penulis: Lalian Literasi.@com.id
Editor: Yudel Neno

