Orang yang disembuhkan Yesus, jawaban.com


Dalam mewartakan Kerajaan Allah, Yesus menyembuhkan orang dari pelbagai penyakit.

Kali ini, Yesus menyembuhkan orang yang sakit kusta. Saat itu, kusta adalah penyakit yang mematikan. Orang yang sudah dinyatakan sakit kusta, hidupnya diasingkan. Mereka dianggap najis. Disuruh tinggal jauh di luar kota dan tunggu saja jemputan maut. Orang yang sakit kusta tak punya lagi harapan.

Kecuali orang yang kusta dalam kisah injil hari ini. Dia meletakkan harapannya pada Yesus. Ia berlutut dan berkata, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”

Tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan. Ia mengulurkan tangan-Nya dan menjamahnya sambil berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir!”

Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu. Ia menjadi tahir dan hidupnya penuh sukacita. Orang kusta itu sungguh mengalami Kerajaan Allah yang nyata.

Orang kusta yang dikisahkan dalam Injil hari ini mengajarkan kepada kita akan pentingnya berserah dan pasrah kepada Allah.

Dalam hidup kita, di saat kita mengalami kesulitan, tekanan, penyakit, kegagalan, seringkali kita memaksa Tuhan untuk menyelesaikan permasalahan kita.

Dengan aneka macam doa, novena, misa, kita sepertinya memaksa Tuhan agar kehendak kita terjadi. Dan di saat apa yang kita inginkan itu tidak terlaksana, kita menyalahkan Tuhan atau bahkan kemudian lari meninggalkan Tuhan.

Orang kusta mengajak kita untuk berani beriman, percaya sepenuhnya berserah kepada Allah.

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah hati kami untuk tetap setia beriman kepada-Mu. Amin.

Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr

SHARE