Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • SURAT GEMBALA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Mengukur dan Mengedukasi Partisipasi OMK dalam Kegiatan Gereja Berdasarkan Barometer Komitmen, Konsistensi, dan Konsekuen
  • CUKS Keuskupan Atambua Kantor Cabang Seon Selenggarakan Pra RAT Tahun Buku 2025
  • KC Pantura CUKS Keuskupan Atambua Gelar Lokakarya Pra RAT Tahun Buku 2025
  • Komisi-Komisi Gelar Rakor Pastoral bersama Uskup Atambua
  • Mencermati Asumsi dan Mengkritisi Prasangka: Strategi Membina Dialog Terbuka
  • Kecakapan Discernment Imamat di Tengah Viralitas dan Popularitas Publikasi Media Sosial
  • Komunitas SMAK Santa Filomena Rayakan NATARU Bersama, Ini Ajakan Kepala SMAK
  • SMAK Filomena Awali Tahun Baru dengan Ekaristi Bersama
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • SURAT GEMBALA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Uncategorized»Bicara di hadapan Ribuan OMK, Uskup Atambua Suarakan Tantangan dan Peluang bagi OMK
Uncategorized

Bicara di hadapan Ribuan OMK, Uskup Atambua Suarakan Tantangan dan Peluang bagi OMK

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaSeptember 20, 2025No Comments95 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

KeuskupanAtambua.org – Aula Dekenat Kefamenanu pada Kamis, 18 September 2025, menjadi saksi kehadiran ribuan Orang Muda Katolik yang datang dari berbagai penjuru Keuskupan Atambua. Mereka berkumpul dalam semangat persaudaraan untuk mengikuti puncak kegiatan Keuskupan Atambua Youth Day III yang telah berlangsung sejak 15 September. Dalam suasana penuh sukacita itu, Uskup Atambua berdiri dengan senyum hangat, menyapa peserta dan menyampaikan pesan yang memadukan kesungguhan seorang gembala dengan kedekatan seorang sahabat. Beliau mengajak semua OMK untuk melihat ziarah iman mereka sebagai kesempatan menjadi cerdas dalam iman, sejahtera dalam hidup, dan bergembira memikul salib.

Uskup memulai dengan memotret realitas yang dihadapi kaum muda saat ini. Ia menyebut bagaimana dunia digital membawa dampak yang luas bagi cara berpikir dan bertindak. Dalam dialognya dengan para peserta, beliau mengingatkan bahwa viralisme di platform seperti TikTok dan Facebook sering memikat hati namun juga menjerat pikiran. Banyak yang tergoda hanya mengejar tayangan viral tanpa memeriksa nilai yang terkandung di dalamnya. Akibatnya, perhatian mudah terpecah dan orientasi hidup menjadi dangkal. Beliau mendorong OMK agar tidak sekadar menjadi penonton, tetapi mampu menjadi pelaku yang memanfaatkan media sosial untuk hal yang membangun.

Beliau melanjutkan dengan mengangkat kebiasaan membaca yang hanya berhenti pada permukaan. Banyak orang muda yang rajin mengakses informasi di media sosial, tetapi jarang menimbang, mengolah, dan menuliskannya dengan refleksi yang matang. “Kalau hanya membaca tanpa memikirkan dan menulis ulang dengan bahasa hati, maka pikiran kita akan cepat lelah,” demikian pesan beliau. Kecerdasan dalam bermedsos menuntut keberanian untuk melangkah lebih dalam, melatih otak agar tetap segar dengan latihan berpikir yang kritis dan kreatif.

Uskup kemudian mengingatkan bahwa otak bisa menjadi tua lebih cepat ketika kita tidak melatihnya dengan cara yang tepat. Dalam dialog ringan ia mengajak peserta untuk memeriksa diri. Apakah waktu di media sosial memberi nutrisi bagi akal budi atau justru membuat pikiran menjadi tumpul. Banyak informasi yang datang bertubi-tubi hanya karena alasan kuantitas, tetapi miskin substansi. Situasi itu menuntut kebijaksanaan untuk memilih mana yang penting dan mana yang hanya menghabiskan energi. Dengan memilah informasi, OMK dapat mengasah daya analisis dan memperkaya wawasan. Dalam suasana yang akrab, beliau menjelaskan bahwa daya hafal, daya analisis, dan daya pikir menjadi lemah bila orang muda membiarkan dirinya hanyut dalam arus viral tanpa saringan.

Kecenderungan mencari jawaban instan membuat banyak orang kehilangan ketekunan dalam belajar. Mental instan itu sering membuat daya juang melemah. Beliau mengajak peserta untuk melihat tantangan ini bukan sebagai ancaman semata, tetapi peluang untuk melatih kesabaran dan ketekunan. Hidup beriman yang matang memerlukan proses yang tidak selalu cepat, namun akan menghasilkan buah yang tahan lama.

Uskup mengingatkan bahwa tidak cerdas dalam bermedia sosial bisa menyeret orang muda ke dalam manipulasi. Berbagai opini yang disebarkan tanpa dasar yang jelas dapat memengaruhi cara berpikir dan bahkan mengubah arah hidup. Dalam suasana yang penuh perhatian, beliau menegaskan pentingnya kebijaksanaan untuk membedakan kebenaran dari kebohongan, serta fakta dari opini yang menyesatkan. OMK dipanggil untuk menimba ilmu pengetahuan yang benar agar dapat mengukur dan menilai setiap informasi secara tepat.

Pesan berikutnya berfokus pada keberanian berpikir kritis dan konstruktif. Beliau menjelaskan bahwa iman yang sehat tidak bertentangan dengan kecerdasan. Sebaliknya, iman dan akal budi bekerja bersama untuk membantu manusia memahami panggilan hidupnya. Orang muda yang cerdas akan mampu melihat keindahan iman, sementara iman yang hidup akan memberi arah bagi kecerdasan agar tidak menjadi sombong atau egois. Dengan berpikir kritis, OMK dapat membangun argumen yang membela kebenaran dan memupuk sikap konstruktif dalam hidup bersama.

Di hadapan ribuan peserta, beliau menekankan pentingnya memahami salib bukan sebagai beban yang mematahkan semangat, melainkan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam kasih. Banyak OMK sering tidak bergembira memikul salib karena melihatnya hanya sebagai penderitaan. Padahal, salib adalah tanda cinta yang memampukan kita untuk mengasihi tanpa batas. Uskup mendorong peserta untuk menemukan kegembiraan sejati dalam pengorbanan, karena di sanalah iman, kecerdasan, dan kesejahteraan hidup mendapat tempat yang utuh.

Beliau mengaitkan pesan-pesan itu dengan tema umum pertemuan, yakni OMK Berziarah: Cerdas dalam Iman, Sejahtera dalam Hidup, dan Bergembira Memikul Salib. Ziarah iman orang muda bukanlah perjalanan tanpa arah, melainkan proses yang memerlukan kebijaksanaan dan ketekunan. OMK yang beriman tetapi tidak cerdas akan mudah terseret dalam arus yang salah. OMK yang cerdas tetapi tidak beriman akan kehilangan pusat yang memberi makna hidup. Keduanya harus berjalan seiring agar hidup orang muda tidak kehilangan arah.

Uskup mengajak peserta untuk membangun budaya belajar yang berakar pada iman. Membaca Kitab Suci, menimba ajaran Gereja, mendalami ilmu pengetahuan, dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari adalah cara untuk menjadi cerdas dalam iman. Dengan demikian, OMK akan memiliki pegangan yang kokoh ketika menghadapi derasnya informasi yang datang dari berbagai arah. Keteguhan dalam iman akan membantu mereka menolak segala bentuk manipulasi dan menjaga kebebasan hati.

Pesan itu ditutup dengan ajakan penuh semangat. Uskup mengingatkan bahwa peluang selalu hadir di balik setiap tantangan. Media sosial dapat menjadi alat evangelisasi yang ampuh bila digunakan dengan hati yang murni dan pikiran yang jernih. Orang muda dipanggil untuk menjadi garam dan terang di dunia digital, membawa nilai-nilai Injil ke dalam ruang maya dengan kreativitas dan kesaksian hidup. Ziarah ini membutuhkan komitmen, kesetiaan, dan keberanian untuk terus melangkah dalam iman.

Sorak sukacita memenuhi ruangan ketika beliau mengakhiri pesannya dengan ajakan pastoral yang dinilainya penting bagi langkah OMK Keuskupan Atambua. Pesan itu meninggalkan kesan yang mendalam, mengukir semangat baru dalam hati setiap peserta untuk melangkah dengan keyakinan dan kegembiraan dalam perjalanan iman mereka.

Oleh Rm. Yudel Neno, Pr

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

KC Pantura CUKS Keuskupan Atambua Gelar Lokakarya Pra RAT Tahun Buku 2025

February 6, 2026

Mencermati Asumsi dan Mengkritisi Prasangka: Strategi Membina Dialog Terbuka

January 28, 2026

Profil dan Refleksi Frater Yakobus Adrianus Atolan Bauk yang akan Ditahbiskan menjadi Diakon

May 31, 2025

Vikjen KA Pimpin Misa 40 Hari Bapak Paulus Theo Nahak

March 26, 2025

Uskup Atambua Beri Rekoleksi Kategorial di Dekenat Belu Utara

March 14, 2025

Sharing Panggilan Bersama Uskup Atambua

November 26, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Mengukur dan Mengedukasi Partisipasi OMK dalam Kegiatan Gereja Berdasarkan Barometer Komitmen, Konsistensi, dan Konsekuen

February 7, 2026

CUKS Keuskupan Atambua Kantor Cabang Seon Selenggarakan Pra RAT Tahun Buku 2025

February 6, 2026

KC Pantura CUKS Keuskupan Atambua Gelar Lokakarya Pra RAT Tahun Buku 2025

February 6, 2026

Komisi-Komisi Gelar Rakor Pastoral bersama Uskup Atambua

February 5, 2026

Mencermati Asumsi dan Mengkritisi Prasangka: Strategi Membina Dialog Terbuka

January 28, 2026

Kecakapan Discernment Imamat di Tengah Viralitas dan Popularitas Publikasi Media Sosial

January 28, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?