
Orang-orang Farisi, heraldmalaysia.com
Markus 2:24: “Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”
Sudah jadi kebiasaan kaum Farisi yang mencari-cari kesalahan apapun dan dimana pun terkait pelaksanaan aturan hari Sabath. Saat menemukan kesalahan Yesus dan murid-murid-Nya, mereka menunjukkan ketidakadilan, ketidakbenaran, ketiadaan kasih, dan sadar atau tidak mereka lebih bersalah dari pada apa yang dilakukan murid-murid Yesus yang dianggap melawan aturan hari Sabath itu. Apa sebenarnya yang mendorong kaum Farisi dalam hal ini? Mereka ingin meremehkan cara hidup Yesus dan dengan demikian cara hidup merekalah yang bisa lebih diutamakan. Dengan demikian dalam mengeritik Yesus dan murid-murid-Nya, mereka gagal menegakkan kebenaran dengan menunjukkan kejahatan yang mereka lakukan dari pada orang yang mereka kritisi.
Kita perlu bertanya pada diri sendiri kalau kita mempunyai kebiasaan mengeritik orang lain, sudahkah kita berlaku benar dalam tingkah laku hidup kita atau belum? Merubah diri sendiri lebih utama dari pada mengeritik orang lain.
Kita berdoa: “Tuhan Yesus bantulah aku agar lebih sering memeriksa diriku sendiri dan berusaha memperbaiki diriku dari pada melihat dan mengeritik sesamaku. Beranikan aku untuk mengatakan kebenaran tentang diriku yang sudah kulakukan dan menyatakan yang benar kepada sesamaku. Amin.”
Salam dan doa,
P. Vincentius Wun, SVD
