
St. Yohanes Rasul dan Pengarang Injil (Sumber gambar: wordpress.com)
Hari ini Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil. Ia masuk dalam kelompok murid yang dikasihi oleh Yesus. Sebagai Rasul, Yohanes tinggal dan mengalami pengalaman hidup bersama Yesus. Ia belajar banyak hal dan mengenal dengan pasti siapa itu Yesus.
Yohanes sungguh mengalami kehadiran dan kasih Yesus secara pribadi. Berjalan bersama Yesus membuat Yohanes memahami bahwa setiap detail dari hidup dan karya Yesus adalah Kasih. Itu tidak diperoleh semata-mata dari hasil melihat bagaimana sikap Yesus terhadap orang lain.
Perjuangan bersama Yesus justru membuat Yohanes merasakan kasih Tuhan secara pribadi dalam hidupnya. Kehadiran Yesus merupakan jawaban untuk segenap kasih yang didambakannya. Maka bagi Yohanes itu spesial. Pengenalan dan pengalaman kasih itu memacu Yohanes untuk melakukan yang terbaik bagi Yesus dan kemudian ia tuangkan dalam Injilnya.
Hari ini kita mendengar salah satu pengalaman rohani Yohanes bersama Yesus.
Dikisahkan bahwa Maria Magdalena membawa kabar bahwa jenazah Yesus telah dicuri. Petrus dan Yohanes bergegas dengan cepat ke kubur dan mendapati bahwa kubur itu sudah kosong. Namun reaksi Petrus dan Yohanes beda. Petrus berpikir bahwa Yesus pasti sudah diculik. Sedangkan Yohanes melihat dengan penuh keyakinan iman bahwa Yesus telah hidup(Yoh 20:1-8).
Masih dalam suasana Natal. Perhatian kita masih terruju kepada kelahiran Sang Raja Damai. Tanpa mengurangi rasa gembira kita, kita diajak untuk memandang Yohanes yang memberi kesaksian tentang Yesus bukan berdasarkan sebuah arahan yang diterima dari orang lain, tetapi ia memberi kesaksian dari apa yang dialaminya sendiri bersama Yesus.
Oleh karena itu, Natal yang kita rayakan jangan hanya menjadi hari yang menggembirakan tetapi sungguh membawa kita untuk masuk dalam pengalaman perjumpaaan dengan Kristus. Dengan demikian, kesaksian kita tentang Kristus sungguh-sungguh datang dari pengalaman kita akan kasih Allah Bapa melalui Putra Tunggal-Nya, Sang Emmanuel – Allah beserta kita.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Emam Kiik Mau Pr
**Editor: Okto Klau
