Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart
  • Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar
  • Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026
  • Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
  • Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
  • OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan
  • Gubernur NTT Mendukung Perayaan HKY Dekenat Mena dan Mendorong Orang Muda Berpartisipasi Aktif
  • Perluas Wawasan: Panitia HKY 2026 Bakal Hadirkan Empat Narasumber dalam Seminar Hati Kudus Yesus
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Harian»Menumbuhkan Kerinduan Pada Allah
Renungan Harian

Menumbuhkan Kerinduan Pada Allah

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaSeptember 23, 2021No Comments49 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


Bacaan I: Hag 1:1-8
Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:6
Bacaan Injil: Luk 9:7-9

Sebagai pengikut Kristus yang sejati kita mesti selalu menumbuh kerinduan yang mendalam kepada Allah. Kita senantiasa memupuk semangat untuk semakin bersatu dan memahami segala ajaran-Nya. Sebab dalam kesatuan yang intim dengan Allah mengalir belas kasih, kebijaksanaan, damai dan sukacita yang sangat kita butuhkan.

Bacaan Injil hari ini, menceritakan tentang kecemasan seorang Herodes ketika mendengar cerita tentang kehebatan Yesus. Kecemasan itu berkembang menjadi ketakutan tatkala ada yang mengatakan bahwa Dia adalah Yohanes Pembaptis yang sudah bangkit. “Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.” (Luk 9:7).

Memang di bagian akhir Injil hari ini dituliskan tentang keinginan Herodes untuk bertemu dengan Yesus. “Ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.” (Luk 9:9). Namun keinginan itu hanya tinggal sebuah keinginan. Keinginannya tidak disertai dengan kemauan yang kokoh. Dia hanya mau mendengar tentang Dia dari jauh. Dan hal itu tidak pernah membuahkan perubahan dalam dirinya.

Keinginan Herodes, jika kita bandingkan dengan Zakeus, cukup berbeda. Zakeus memiliki kerinduan untuk melihat Yesus. Kerinduannya didukung dengan usaha keras yang diwujudnyatakan dengan memanjat pohon untuk memandang Dia. Dan kerinduan itu akhirnya menghasilkan buah pertobatan yang disertai dengan pembaharuan diri. Dia disapa dengan kasih oleh Yesus. Bahkan Yesus mau tinggal dan makan di rumahnya.

Sebagai orang Kristiani, kita mesti menumbuhkan kerinduan yang mendalam untuk bersatu dengan Kristus. Kerinduan yang memacu kita untuk bergerak dengan tekun dan setia membangun relasi intim dengan-Nya. Kerinduan yang memupuk semangat untuk berjumpa dengan-Nya.

Santo Padre Pio mengungkapkan kerinduannya pada Tuhan dalam hidup doa yang mendalam. Dia pernah mengatakan, “Dalam Kitab-kitab kita mencari Tuhan, dan dalam doa kita menemukan-Nya. Doa adalah kunci yang membuka hati Tuhan”. Iman yang mendalam telah membimbing Padre Pio untuk menerima kehendak Allah yang misterius.

Kerinduan mendalam akan mendorong kita untuk selalu bersatu dengan Kristus dalam Ekaristi. Santo Padre Pio sungguh merindukan saat-saat bersatu dengan Kristus yang tersalib dalam Ekaristi. Dia dikaruniai dengan stigmata yang mengagumkan.

Dalam Ekaristi, dia menegaskan bahwa “pertama, kita menyampaikan kepada Tuhan penghormatan dan ketaatan yang memang sudah sepatutnya. Hal itu dapat dilakukan tanpa Ia berbicara kepada kita dan tanpa kita berbicara kepada-Nya, sebab kewajiban ini dapat ditunaikan dengan mengakui Dia sebagai Tuhan kita, dan mengenali diri sebagai makhluk ciptaan-Nya yang hina dina, yang secara rohani rebah dihadapan-Nya menanti perintah-perintah-Nya. Kedua, menghaturkan diri di hadapan Allah sementara berdoa adalah untuk berbicara pada Dia dan mendengarkan suara-Nya lewat inspirasi dan pencerahan batin … “Apabila kalian berdoa di hadirat Tuhan, hadapilah kebenaran, berbicaralah jika kalian dapat, dan jika kalian tidak dapat mengatakannya, berdiam diri sajalah, biarlah dirimu dilihat oleh-Nya dan jangan khawatir lagi mengenainya..”.

Semoga kita terus memupuk kerinduan dan berjuang disertai penyerahan diri pada bimbingan Roh Kudus untuk bersatu lebih intim dengan-Nya.

Tuhan memberkati dan Ave Maria!
Romo Frans Katino, Pr
**Renungan singkat ini dapat dibaca juga dalam blog berikut : https://myoasissabda.blogspot.com/2021/09/menumbuhkan-kerinduan-pada-allah.html?m=1
***Editor : Okto Klau

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ego Sum Via Veritas Vita : Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup

May 16, 2025

Berilah Dengan Cuma-Cuma

December 7, 2024

Dalam Penderitaan, Ada Harapan Baru

November 28, 2024

Relakah Untuk Memberi?

November 25, 2024

Jangan Pernah Ragu

November 23, 2024

Mengusir Kepentingan Dunia

November 22, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart

June 21, 2026

Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar

June 18, 2026

Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026

June 12, 2026

Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena

June 12, 2026

Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena

June 12, 2026

OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan

June 7, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?