
Ilustrasi: Yesus memberi makan 5000 orang, danielwinardi.com
Matius 14:13-14: “Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.”
Yesus selalu siap melayani walaupun setelah payah bekerja dan ingin beristirahat dalam doa Ia masih merelakan diri untuk melayani orang banyak yang membutuhkan pelayanan-Nya. Satu contoh menjadi gembala yang baik.
Sering dalam hidup dan karya kita , ketika jadwal kita untuk istirahat atau jam kerja kita sudah selesai baik sebagai PNS atau petugas rohani , kita sulit untuk menyiapkan waktu lagi untuk melayani rakyat atau umat dengan alasan waktu jam kerja sudah habis atau saat itu sudah jam istirahat atau jam-jam lain untuk urusan pribadi yang tidak boleh dibatalkan dan membiarkan mereka pergi tanpa dilayani.
Sikap ini sesungguhnya tidak berkenan di hati Tuhan Yesus. Kita perlu bertobat.
Mari berdoa: “Tuhan Yesus berilah kami hati untuk selalu siap melayani sesama kapan pun kami harus melayani. Jauhkan dari hidup kami sikap angkuh dan acuh terhadap kebutuhan sesama kami. Amin.”
Salam dan doa,
P. Vincentius Wun, SVD
