Pater Ryan Settu, SVD, Pastor Administrator Paroki St. Petrus Lahurus

keuskupanatambua.org, -“Sebagai Pastor, saya berharap bapak-ibu DPP dan DKP terlibat aktif untuk melakukan evaluasi dan perencanaan pastoral tahun 2022. Sebab apa yang kita rencanakan, itulah yang akan kita laksanakan”.
Hal tersebut dikatakan P. Ryan Settu, SVD ketika membuka Rekoleksi dan Pembekalan Pastoral 2022 kepada DPP dan DKP Santo Petrus Lahurus di Balai Pertemuan Arnoldus Lahurus, sabtu, 18/12/2021 lalu.
Menurut Pastor Administrator Paroki Lahurus itu, kesadaran hidup menggereja harus terlebih dahulu dihidupkan agar umat menyadari bahwa dirinya adalah Gereja, bukan pastor apa lagi gedung. Kalau Gereja adalah dirinya, maka ia (umat) harus aktif melibatkan diri dalam menyusun perencanaan dan melaksanakannya.
“Bukan pastor yang sendiri menyusun perencanaan dan sendiri melaksanakannya. Itu disebut pastorsentris. Pada hal DPP dan DKP telah dilantik untuk menjalankan tugas itu. Mengapa mereka tidak terlibat?”, tanya Pastor kelahiran Ende itu.

Membangun Kesadaran Hidup Menggereja
Rekoleksi dan pembekalan pastoral kepada DPP dan DKP Lahurus dibawakan oleh Bapak Yosef M.L. Hello. Dalam presentasinya, bapak Yosef menyentil sifat menyejarah dari Gereja untuk mengingatkan umat Paroki Lahurus sebagai paroki tertua kedua di Keuskupan Atambua. Paroki ini berdiri pada tahun 1886. Sejarah tersebut harus memacu umat untuk semakin menunjukkan keaktifannya dalam hidup menggereja.
“Gereja itu menyejarah. Ia berada dalam kurun waktu sejarah manusia. Setelah paroki Atapupu berdiri pada tahun 1883, tiga tahun kemudian para misionaris SJ membuka lagi paroki kedua di Lahurus sebuah wilayah dengan sumber mata air yang jernih dan sejuk. Dan pada tahun 1913, Misi SJ berakhir dan Lahurus dijadikan Pusat Misi SVD di Indonesia melalui serah terima tongkat misi dari SJ kepada Serikat Sabda Allah. Pada tahun yang sama, lahirlah seorang anak bernama Gabriel Manek yang kelak menjadi Pemimpin Gereja (Uskup) di Nusa Tenggara. Atas dasar itu, umat Paroki Lahurus harus bangkit”, tandas Sekretaris Umum Puspas itu.

Bapak Yosef Hello dan Pastor Administrator (red. tengah) berpose bersama Anggota DPP/DKP di Aula Paroki setelah selesai rekoleksi (Sabtu, 18/12/2021)

Paroki Lahurus harus menampilkan kekhasan sebagai Paroki SVD
Lebih lanjut, pemateri mengingatkan kepada Pastor Paroki bersama DPP dan DKP untuk menunjukkan kekhasan Paroki Lahurus sebagai paroki SVD. Sebab paroki Lahurus sudah diserahkan Bapak Uskup kepada SVD. Maka apa saja yang menjadi kekhasan Tarekat ini harus bisa ditampilkan di paroki ini.
“Misalnya saja perhatian SVD terhadap Kerasulan Kitab Suci. Di paroki ini harus muncul banyak kelompok Kitab Suci sehingga dapat menampilkan diri sebagai Paroki Kitab Suci”, pinta Sekretaris Komisi Teologi Keuskupan Atambua ini.
Salah seorang peserta rekoleksi, Ibu Regina Rouk merasa sangat berterima kasih karena kegiatan rekoleksi dan pembekalan ini.
“Melalui kegiatan rekoleksi dan pembekalan ini, kami mendapatkan penyegaran dan juga peringatan agar terlibat aktif sebagai DPP/DKP dan menampilkan kekahasan paroki kami sebagai paroki SVD”, katanya.

Paroki Santo Petrus Lahurus kini sedang melakukan berbagai pembenahan terutama sedang menyelesaikan rehabilitasi gereja, memperbaiki plafon dan beberapa ornamen lainnya, dengan tetap mempertahankan keasliannya sebagai “Gereja Batu Alam”.

Rekoleksi dan pembekalan selama dua hari ini (Sabtu dan Minggu,18-19/12/2021) diikuti oleh seluruh anggota DPP dan DKP Paroki Lahurus. Paroki Lahurus kini telah berusia 135 tahun terdiri dari 37 lingkungan. ***

Peliput : Yosef Hello

Editor: Okto Klau

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here