Santa Sesilia, Perawan dan Martir. Sumber: katolikku.com
Lukas 21:5-6: “Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ – akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”
Yesus meramalkan kejatuhan bait Allah di Yerusalem yang dibangun raja Salomon dan yang dipugar lagi oleh Herodes Agung. Ramalan keruntuhan itu terjadi tahun 70 AD oleh tentara Roma.
Walaupun demikian Yesus tegaskan bahwa itu bukan akhir dunia tapi Dia ingatkan bahwa kedatangan kerajaan Allah akan disertai penganiayaan, derita, dan penghancuran. “Kapan?” tanya orang-orang saat itu dengan takut dan cemas.
Tuhan Yesus tidak memberikan jawaban secara langsung. Segala kekalutan, perang, bencana yang akan dialami orang tapi itu tidak berarti bahwa akhir zaman sudah tiba. Tapi yang paling penting yang harus diingat bahwa orang tidak disesatkan oleh pelbagai nabi palsu yang datang dengan ajaran palsu yang menyesatkan.
Orang harus tetap berakar pada Yesus Kristus. Hanya dalam Yesus ada kemenangan. Bagaimana keadaan kita sekarang? Jangan biarkan anak-anak kita ditipu oleh para nabi palsu tersebut lewat media sosial.
Sta.Sesilia yang kokoh dalam tantangan dan tetap memuji Tuhan walaupun ditantang dengan ancaman pembunuhan, harus menjadi teladan kekokohan iman kita saat ada ujian terhadap iman kita. Semoga segala perbuatan baik kita merupakan lagu yang merdu memuji Allah pencipta kita.
Kita berdoa: “Allah Bapa di surga. Putera-Mu mengingatkan kami agar kami tetap beriman kokoh pada-Mu dan Yesus Putra-Mu. Teguhkan iman kami agar kami kokoh dalam menghadapi segala tantangan yang datang menghadang. Jagalah kami sekeluarga agar tetap setia pada-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.” Sta.Sesilia doakan kami.
Salam dan doa,
P. Vincentius Wun, SVD
