
Bapak Suci Paus Fransiskus
Merenungkan perikop Injil Matius hari ini, kita sungguh-sungguh dibuat merasakan betapa dahsyatnya Inkarnasi. Allah rela menjadi manusia, yang hadir dalam diri Yesus Kristus Tuhan kita.
Ia rela menjadi manusia, agar kita manusia bisa ikut ambil bagian dalam ke-Ilahian-Nya. Ia masuk ke dalam keterbatasan ruang dan waktu, menjadi manusia, agar bisa berkomunikasi kepada manusia dan mengatakan, “Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup!” Yoh 14:6.
Tak ada satu anak manusia pun yang jatuh dari langit. Ungkapan ini mengandung makna bahwa semua manusia berasal dari keluarga. Ia lahir dan besar dalam sebuah keluarga.
Silsilah berarti daftar keturunan, asal usul sebuah keluarga. Dari silsilah yang ada, seseorang akan mudah untuk mengetahui asal usul dan latar belakangnya.
Silsilah Yesus hendak memberikan gambaran siapakah sosok Yesus sebenarnya. Yesus sendiri adalah keturunan kaum terpilih dan pantas peroleh hak-hak khusus dalam masyarakat dalam garis keturunan. Namun bagi Yesus, hal tersebut tidak menjadi jaminan mutlak untuk memperoleh keselamatan. Diperlukan usaha dan kerja keras pribadi dalam mengupayakan keselamatan.
Kita semua menjadi anak-anak Allah. Kita sudah termasuk anggota keluarga Allah. Maka Allah menyediakan keselamatan bagi kita. Namun keselamatan itu perlu kita usahakan dalam hidup ini dengan tindakan belas kasih, kebaikan cinta kasih bagi sesama. Usaha dan kerja keras perlu kita usahakan.
Hari ini kita bersyukur kepada Tuhan bersama Bapa Suci Paus Fransiskus yang merayakan hari ulang tahun kelahiran yang ke-85 Bapa Suci Paus Fransiskus memberikan kepada kita 3 resep sederhana agar hidup bahagia di dunia ini, antara lain:
1. Senyum
2. Usaha
3. Buat Baik
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
