Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • 274 OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Dilantik, Pastor Paroki Dorong Semangat Pelayanan
  • 28 Anak Terima Sakramen Baptis di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti
  • Paroki Kristus Raja Seon Selenggarakan Misa Penutupan Kursus Persiapan Perkawinan
  • Paroki Fafinesu Gelar Dialog Gereja Berdikari
  • Paroki Naekake Gelar Giat Animasi dan Pendampingan Lektor
  • Peserta Diklat Kesekretariatan Kembali Bersemangat lewat Sesi Ice Breaking di Emaus
  • Bekali Sekretaris Paroki Se-Keuskupan Atambua Keterampilan Menulis Berita, Ini Kata Romo Yudel Neno
  • Sekretaris Paroki se-Keuskupan Atambua Antusias Ikuti Diklat Kesekretariatan
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Opini»UMAT KATOLIK MEMASUKI PEKAN SUCI
Opini

UMAT KATOLIK MEMASUKI PEKAN SUCI

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaMarch 29, 2021No Comments104 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

KEUSKUPANATAMBUA.ORG – Pekan Suci atau disebut juga Minggu Suci dalam Agama Kristen khususnya Umat Katolik adalah satu pekan sejak Minggu Palma hingga Sabtu Suci atau Sabtu Alleluya, yang kemudian diikuti dengan Hari Raya Paskah yang selalu jatuh pada Hari Minggu atau Minggu Paskah. Bagi umat Katolik, pekan suci merupakan hal yang penting dan selalu ditunggu. Selama pekan suci ini, umat Katolik mempersiapkan diri dengan pertobatan dan aksi nyata.
Di dalam pekan suci ini, tiga hari : Senin, Selasa dan Rabu disebut hari-hari dalam Pekan Suci, biasanya diisi dengan pertobatan yakni pengakuan dosa dan amalbakti untuk silih dosa. Tiga hari sesudah itu disebut Tri Hari Suci yaitu Kamis Putih, Jumat Sengsara atau Jumat Agung dan Sabtu Suci atau Sabtu Alleluya.
Pada hari Kamis Putih, umat Katolik memperingati peristiwa Perjamuan Malam terakhir Yesus bersama murid-muridNya. Di dalam Liturgi Kamis Putih, ada upacara pembasuhan kaki yang mengingatkan akan peristiwa Yesus merendahkan diri-Nya menjadi Hamba. Ia meninggalkan suatu teladan kerendahan hati yang harus diikuti oleh para pengikut-Nya. Dan peristiwa terpenting adalah warisan Ekaristi Suci. Setiap tahun Bapak Suci Sri Paus di Vatikan selalu melakukan upacara pembasuhan kaki terhadap ‘orang-orang pilihan’. Perayaan hari Kamis Putih diakhiri dengan Pengosongan Altar yang melambangkan Kristus Tuhan yang menghadapi sengsara. Umat juga harus melakukan pengosongan diri. Di paroki-paroki tua, mulai malam ini situasi tenang, tanpa aktivitas. Lonceng gereja tidak berbunyi lagi. Musik pun tiada.
Hari Jumat Agung atau Jumat Sengsara diawali dengan lamentasi pagi menyanyikan ratapan nabi Yeremia. Hari ini sungguh tenang. Puncak Jalan Salib. Hari ini tidak ada Misa. Tepat pukul 15.00 atau jam 3 petang seluruh gereja melakukan upacara mengenang sengsara Tuhan yang dilanjutkan dengan Penyembahan Salib. Salib yang bagi orang-orang Yahudi merupakan batu sandungan, bagi orang Yunani adalah kebodohan, namun bagi umat kristiani merupakan tanda keselamatan.
Tri Hari Suci berakhir dengan Perayaan Malam Paskah atau Vigili Paskah yang diawali dengan suasana/keadaan yang sunyi. Perarakan lilin Paskah dalam situasi gelap. Hanya ada satu api unggun dan satu lilin Paskah. Pada puncak malam ini, Kristus bangkit. Gereja merayakannya dengan gempita melalui ibadat meriah. Habis gelap, terbitlah terang! Yesus Kristus adalah Terang/Cahaya yang menghidupkan harapan, memberi kegembiraan dan sukacita besar karena telah menang atau jaya atas maut dan dosa. Pada malam Paskah, umat Katolik membaharui Janji Baptisnya, memperbaharui imannya akan Tuhan serta membuka harapan baru hidup bersama Allah. Puncak dari semuanya itu ialah Hari Minggu Paskah. Biasanya digambarkan dengan kegembiraan dan sukacita, Alleluya. Pada hari ini, liturgi dalam gereja-gereja ditandai dengan gegap gempita: musik, tarian dan aneka kemeriahan lainnya sebagai tanda kemenangan. Puncak dari kehidupan puasa dan pantang selama 40 hari.

Tahun ini (2021) kita masih berada dalam situasi pandemi Covid-19. Kita merenungkan selama masa Prapaskah tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) “Pemberdayaan Ekonomi Yang Berbelarasa” mengajak umat Kristiani untuk mengatur hidupnya, termasuk hidup imannya secara baik (oikos-nomos) dan memiliki sikap belarasa mencontohi Tuhan Yesus yang selalu tergerak hatiNya oleh belaskasihan terhadap mereka yang menderita, seperti janda di Nain yang kematian putera satu-satunya, para orang sakit dan lain-lain. Dengan demikian, perayaan Paskah mestinya membawa pembaharuan bagi hidup kita. Apakah demikian?(Yosef Hello, dari berbagai sumber)

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Kecakapan Discernment Imamat di Tengah Viralitas dan Popularitas Publikasi Media Sosial

January 28, 2026

Ekologi Media dan Pentingnya Kesadaran Subjektif

December 12, 2025

ELEMEN ESTETIKA DAN PENJIWAAN DALAM RAGAM TRADISI MUSIK – Catatan ke-2 untuk Konser Musik Trans Timor Barat

November 12, 2025

MUSIK SEBAGAI KATHARSIS – PENGALAMAN ESTETIS DALAM KONSER Calpestando La Terra – Sostenendo il Cielo

November 11, 2025

July 4, 2025

Rukun Bersama Saudara: Jalan Menuju Berkat dan Martabat dalam Dialog Antaragama

July 2, 2025

Comments are closed.

BERITA TERBARU

274 OMK Paroki Hati Yesus yang Mahakudus Noemuti Dilantik, Pastor Paroki Dorong Semangat Pelayanan

April 19, 2026

28 Anak Terima Sakramen Baptis di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Noemuti

April 18, 2026

Paroki Kristus Raja Seon Selenggarakan Misa Penutupan Kursus Persiapan Perkawinan

April 16, 2026

Paroki Fafinesu Gelar Dialog Gereja Berdikari

April 16, 2026

Paroki Naekake Gelar Giat Animasi dan Pendampingan Lektor

April 16, 2026

Peserta Diklat Kesekretariatan Kembali Bersemangat lewat Sesi Ice Breaking di Emaus

April 15, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?