Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
  • Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
  • Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
  • Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
  • Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
  • Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
  • Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Renungan Harian»Dipanggil Menuju Kekudusan
Renungan Harian

Dipanggil Menuju Kekudusan

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaAugust 27, 2021Updated:August 28, 2021No Comments26 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bacaan I: 1Tes 4:1-8
Mazmur Tanggapan: Mzm 97:1-2b.5-6.10-12
Bait Pengantar Injil: Luk 21:36
Bacaan Injil: Mat 25:1-13



Semua orang Kristiani dipanggil untuk hidup dalam kekudusan. Paulus dalam bacaan pertama menegaskan hal tersebut: “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.” (1Tes 4:7).

Kekudusan sesungguhnya mengalir dari Allah. Maka, jalan menuju kekudusan adalah mentaati kehendak-Nya.

Namun, kehendak Allah atau kehendak Roh seringkali berseberangan dengan keinginan daging. Keinginan daging yang tak terkendali dapat menjerumuskan kita pada jurang malapetaka. Untuk itu keinginan daging mesti dikendalikan dan dikuasai oleh keinginan Roh. Dengan kata lain, tubuh yang telah diciptakan dengan sangat baik oleh Allah harus diarahkan dan dituntun oleh Roh agar tidak menuju kehancuran.

Salah satu latihan rohani agar hidup kita sesuai dengan kehendak Roh adalah mati raga. Mati raga berarti berusaha menguasai diri sehingga tidak lekat dengan keinginan daging atau hawa nafsu. Mati raga membantu kita untuk selalu mengutamakan kehendak Allah ketimbang keinginan pribadi.

Dalam bacaan Injil, Yesus mengisahkan tentang lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh yang sedang menanti mempelai laki-laki. Gadis-gadis bodoh digambarkan sebagai gadis yang malas membawa buli-buli minyak cadangan. Gadis bodoh menunjukkan sikap tidak waspada. Sedangkan gadis bijaksana menjadi karakteristik orang yang selalu waspada dan mati raga. Gadis bijaksana bisa mengikuti perjamuan nikah karena mampu mengatasi kemalasan. Mereka tidak enggan menyiapkan dan membawa minyak cadangan sekiranya diperlukan.

Orang yang bermatiraga itu bijak karena mengikuti Roh. Orang yang senantiasa berjuang untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang mengalir dari Allah. Sehingga mereka selalu siap menyongsong kesempatan untuk menjadi baik dan Kudus.

Marilah berjuang untuk hidup dalam semangat kekudusan dengan selalu menuruti gerakan Roh. Kita juga belajar untuk setia bermatiraga agar mampu mengarahkan hidup pada hal-hal yang mulia sebagai bekal untuk turut serta dalam perjamuan nikah abadi.

Tuhan memberkati dan Ave Maria!
Romo Frans Katino, Pr
Editor: Okto Klau

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ego Sum Via Veritas Vita : Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup

May 16, 2025

Berilah Dengan Cuma-Cuma

December 7, 2024

Dalam Penderitaan, Ada Harapan Baru

November 28, 2024

Relakah Untuk Memberi?

November 25, 2024

Jangan Pernah Ragu

November 23, 2024

Mengusir Kepentingan Dunia

November 22, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV

August 25, 2026

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok

August 4, 2026

Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta

August 1, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?