
Hari ini Gereja merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Pesta ini sesungguhnya menunjukkan betapa Gereja mengasihi dan menghormati Maria sebagai wanita yang punya peran besar di dalam karya keselamatan Allah.
Bunda Maria telah ditentukan Allah sejak kekal untuk mengandung dan melahirkan Anak-Nya. Untuk itu, Bunda Maria suci sejak lahir dan dikandung tanpa noda asal.
Pada umumnya, para orang kudus dirayakan hari kematiannya. Hari kematiannya itu merupakan hari kelahirannya dalam sukacita surgawi. Bunda Maria dan Santo Yohanes Pembaptis merupakan kekecualian. Gereja juga merayakan hari kelahiran mereka.
Menelusuri Silsilah Yesus, kita menemukan rangkaian panjang pribadi-pribadi pilihan Tuhan tapi juga penuh dosa. Rangkaian panjang ini ditutup oleh 3 Pribadi yang mulia yakni:
1. Yosef
Yosef, suami Maria yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Yosef adalah pribadi yang tulus hatinya, yang menerima Maria karena bisikan malaikat dalam mimpi.
2. Maria
Maria taat, setia pada kehendak Allah. Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu.
3. Yesus
Yesus setia pada perutusan Bapa-Nya sampai wafat di salib.
Ketiga Pribadi mulia itu menjadi mahkota indah manusia berdosa. Di sini kita melihat, bahwa sekali pun dipenuhi dosa, kita masih tetap mendapat tempat istimewa di dalam hati Sang Pencipta.
Yang dituntut dari kita hanyalah kerendahan hati dan kesediaan untuk bertobat dari kesalahan kita.
Dalam Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, tema yang diagungkan ialah bahwa dunia telah lama berada di dalam kegelapan dosa dan dengan kelahiran Maria, muncullah seberkas terang. Maria mengawali kedatangan Kristus dan Kristus itulah Terang Dunia.
Kelahiran Maria menjadi awal dari dunia yang lebih baik, origo mundi melioris. Antifon Kidung Zakharia hari ini berbunyi, “Santa Maria Bunda Allah, kelahiranmu mewartakan kegembiraan kepada seluruh dunia, sebab darimu terbitlah surya yang adil, Kristus Allah kita. Kristus meniadakan kutuk dan memberi berkat. Ia melumpuhkan kematian dan memberi kita kehidupan kekal.”
Semoga dari hari ke hari, kita seperti halnya Bunda Maria, ikut ambil bagian dalam karya keselamatan Allah, sesuai dengan keadaan, tugas dan tanggung jawab kita masing-masing. Santa Maria, doakanlah kami. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Selamat merayakan Pesta Kelahiran Santa Maria. Dalam Yesus, kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa.
Romo Eman Kiik Mau, Pr
Editor: Okto Klau
