
Menyusul Sabda Bahagia, Lukas menambahkan sebuah seruan yang merupakan inti dari Kabar Yesus, “Kasihilah musuhmu. Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian. Mintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kalian. Berdoalah bagi orang yang mencaci kalian….!”
Ajakan ini sangat menantang, didasarkan pada Yesus atas “Kaidah Emas” (Golden Rule) yang berbunyi: “Sebagaimana kaukehendaki orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka!” Luk 6:31.
Menurut Yesus, tandanya bahwa kita anak-anak Allah Bapa yang sejati ialah bahwa kita rela dan tulus hati dalam mengampuni orang-orang yang membenci kita. Yesus mengajak kita untuk memerhatikan apa yang dibuat oleh Bapa kita di surga terhadap orang-orang jahat. “Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.” Jadi, kata Yesus sebagai kesimpulan, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu di surga adalah murah hati.” Luk 6:35-36.
Dalam Surat Apostoliknya, “Amoris Laetitia” – “Sukacita Cinta” – Bapa Suci Paus Fransiskus mengutip Martin Luther King. Lantaran perjuangannya bagi kemerdekaan kaum budak di Amerika Serikat, Martin Luter King dibunuh oleh orang-orang yang membencinya.
Dalam sebuah kotbah, ia pernah berkata, “Malah orang yang membenci kamu mempunyai sesuatu yang baik di dalam dirinya. Di dalam wajah seorang manusia, dapat kamu melihat apa yang oleh agama disebut “gambaran Allah.”
Kendati segala-galanya, kamu mulai mengasihi orang itu, sebab di dalam diri pribadinya terdapat sebuah unsur kebaikan yang tidak dapat dihilangkan olehnya.
Terbawa oleh cinta kasih, yang begitu indah dan kuat, kita hendak melawan siatem-sistem yang jahat. Orang-orang yang tertangkap di dalam sistem itu, kita hendak cintai, tetapi sistemnya kita coba kalahkan.
Tuhan Yesus, tuntunlah kami untuk senantiasa mencintai sesama kami dengan hati yang murni dan tulus ikhlas. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa.
Romo Eman Kiik Mau Pr
Editor : Okto Klau
