Oleh Fr. Joni Lae
Frater TOP Paroki Santa Filomena Mena
Pada pekan ini (Senin, 13 – Sabtu 18/09/2021), Gereja diharapkan melangsungkan katekese bahan BKSN subtema yang kedua yakni Yesus Sahabat Bagi Mereka Yang Kehilangan. Tema ini didasarkan pada Injil Yohanes 11 : 1-44. Injil ini berkisah tentang salah satu peristiwa mukjizat yang dilakukan oleh Yesus. Penulis Injil Yohanes menyebut peristiwa ini sebagai tanda. Tentu ada maknanya tersendiri untuk penyebutan ‘tanda’ atau ‘mukjizat’. Tetapi secara umum tanda atau mukjizat dalam Kitab Suci merujuk kepada satu hal yakni legitimasi diri Yesus sebagai pribadi yang memiliki kuasa atas kehidupan dan kematian.
Benarkah peristiwa kehilangan itu memilukan? Tentu benar. Sebagaimana dikisahkan dalam perikop Injil Yohanes di atas, bahwa saudara Lazarus, Maria dan Marta merasa sedih sekali karena kehilangan orang yang mereka cintai.
Bahkan Yesus saja ketika melihat mereka, Ia meneteskan air mata-Nya. Hal ini jelas bahwa setiap pengalaman kehilangan, apalagi kehilangan orang-orang terdekat kita, akan menyisakkan duka yang mendalam.
Semua kita tentu pernah merasa kehilangan atau bahkan akan merasa kehilangan seperti yang dialami oleh Maria dan Marta.
Banyak perasaan yang dirasa atau akan dirasakan. Tentu suatu keberatan jika hal ini berkaitan dengan kehilangan orang-orang terdekat kita, semisal ayah atau ibu kita meninggal, pasti kita akan merasakan duka yang mendalam.
Tetapi sekiranya lewat pendalaman bahan katekese pada pertemuan kedua ini, kita disadarkan bahwa dalam peristiwa kehilangan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan Tuhan sendirilah yang akan datang dan mengunjungi kita yang sedang merasa kehilangan.
Yesus haruslah menjadi sandaran pertama dan utama dalam menyikapi peristiwa kehilangan, sebab dengan demikian peristiwa tersebut akan dihadapi dengan baik.
Mari kita belajar untuk senantiasa bersandar hanya kepada Tuhan.
***Editor : Okto Klau
